EKONOMI

Zankore Raih Pinjaman Rp56 Triliun Bangun Data Center AI

Zankore Raih Pinjaman Rp56 Triliun Bangun Data Center AI

Perusahaan penyedia infrastruktur kecerdasan buatan asal Indonesia, Zankore, resmi mengantongi fasilitas pinjaman berjangka senilai 3,1 miliar dolar AS atau berkisar Rp56 triliun. Pendanaan dari konsorsium bank global ini dialokasikan untuk memborong unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia, sekaligus mencatatkan rekor pembiayaan peranti keras AI terbesar di kawasan Asia.

Dukungan Skema Pembiayaan dari Nvidia

Seperti dilaporkan Liputan6.com dari warta Finance Biggo, fasilitas komputasi ini rencananya mulai beroperasi dengan kapasitas awal sebesar 100 megawatt (MW) sebelum nantinya ditingkatkan bertahap sampai 1 gigawatt (GW). Infrastruktur tersebut disiapkan untuk melayani para konsumen komputasi awan AI di pasar domestik hingga ke lingkup Asia Tenggara.

Sebelumnya, sektor perbankan di Asia cenderung bersikap waspada dalam membiayai pembelian cip kecerdasan buatan secara langsung. Keraguan tersebut dilatari oleh laju penurunan nilai aset GPU yang berlangsung cepat, serta dinamika risiko geopolitik dalam perdagangan teknologi antara Amerika Serikat dan China.

Guna menjembatani persoalan perbankan tersebut, Nvidia turun langsung melengkapi struktur kesepakatan lewat mekanisme bagi hasil serta dukungan kredit. Skema kerja sama ini memberikan jaminan keamanan bagi bank penjamin emisi, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan komputasi untuk entitas bisnis skala besar hingga sektor UMKM.

Keterlibatan produsen cip tersebut dinilai sangat krusial dalam memuluskan kesepakatan dengan pihak perbankan. “Nvidia membantu kami menjadikan proyek ini layak mendapat pembiayaan” ujar Vikram Sinha, pimpinan Zankore.

Langkah keterlibatan pendanaan ini juga menjadi manuver strategis bagi Nvidia untuk memperlebar pangsa pasar GPU ke luar kawasan Amerika Utara, sembari memperkokoh jaringan distribusi infrastruktur cloud di Asia Tenggara.

Dukungan Konsorsium Telekomunikasi

Zankore beroperasi dengan sokongan sejumlah pemegang saham dari operator telekomunikasi, meliputi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk bersama Ooredoo Group dan Nokia Corporation. Entitas ini resmi diperkenalkan ke publik pada 6 Agustus dengan sasaran kapasitas fasilitas Nvidia DSX AI Factory mencapai 1 GW, dengan target penyelesaian tahap 200 MW pada semester pertama 2027.

Ekspansi ini diproyeksikan memperkuat kapasitas komputasi nasional di tengah tingginya lonjakan kebutuhan pusat data pendukung ekosistem AI, dengan tetap menyelaraskan operasionalnya pada regulasi tata kelola data elektronik di Indonesia dan aturan ekspor teknologi AS.

Mungkin Anda Suka