GAMES

Remake Zelda Ocarina of Time Resmi Dirilis Nintendo

Daftar Isi
  1. Pembaruan Visual dan Penyesuaian Elemen Horor
  2. Respon Positif Kreator Konten
  3. Perubahan Mekanik Kuil Air dan Prospek Masa Depan

Nintendo secara resmi merilis gim The Legend of Zelda: Ocarina of Time versi remake pada Kamis. Langkah ini mengakhiri spekulasi bertahun-tahun mengenai pembuatan ulang salah satu karya yang dinilai sebagai gim terbaik sepanjang masa sejak debutnya di konsol N64 pada 1998.

Saat meluncur pada era 1998, media IGN menyebut gim tersebut sebagai judul terbesar dekade ini karena menetapkan standar baru bagi permainan berbasis 3D. Berbagai fitur modern yang umum dijumpai saat ini, seperti menunggang kuda, bertarung menggunakan pedang dan perisai, hingga sistem mengunci target musuh, dipelopori oleh gim ini. Hingga kini, versi aslinya masih memegang nilai tertinggi dalam sejarah situs kompilasi ulasan Metacritic.

Pembaruan Visual dan Penyesuaian Elemen Horor

Dalam versi terbaru ini, Nintendo memilih tidak merombak mekanisme dasar permainan dan tetap mempertahankan alur yang serupa dengan versi klasik N64. Produser Nintendo Hidemaro Fujibayashi menjelaskan bahwa ekspektasi pemain telah berkembang secara alami seiring kemajuan teknologi. Menurutnya, visual modern kini mampu menampilkan secara jelas hal-hal yang dahulu membutuhkan imajinasi pemain untuk mengisi keterbatasan grafis.

Kendati demikian, peningkatan detail grafis membawa tantangan tersendiri. Produser seri Zelda, Eiji Aonuma, mengungkapkan kepada BBC News bahwa pencahayaan dan grafis baru yang lebih intuitif sempat membuat area seram seperti Rumah Skulltula—lokasi tempat karakter manusia berubah menjadi hibrida laba-laba—menjadi terlalu menakutkan saat uji coba. Tim pengembang akhirnya melakukan penyesuaian agar tingkat kehororan area tersebut tetap seimbang seperti versi aslinya.

Respon Positif Kreator Konten

Sambutan hangat datang dari para kreator konten game di platform YouTube. Mike Channell, editor saluran Outside Xbox, menilai penggarapan ulang ini dilakukan dengan sangat teliti untuk memenuhi harapan para penggemar. Ia berpendapat bahwa versi baru ini menjadi cara terbaik untuk menikmati petualangan klasik tersebut karena didukung detail dunia yang kaya serta kontrol yang relevan dengan standar abad ke-21.

Kreator konten Ed King, yang dikenal melalui saluran Zeltik, memuji pengerjaan visual area Forest Temple yang berhasil mempertahankan nuansa misterius rumah tua berhantu di tengah hutan. Sementara itu, pembuat konten StrawHatMidas menganggap gim ini sebagai bentuk penghormatan yang sempurna karena mampu memperluas elemen atmosfer dan musik tanpa menghilangkan identitas aslinya.

Perubahan Mekanik Kuil Air dan Prospek Masa Depan

Nintendo melakukan sejumlah perubahan signifikan pada area Water Temple yang sebelumnya dikenal sangat rumit. Aonuma menyatakan area ini merupakan bagian yang paling ingin ia benahi. Pada versi remake, pemain diberikan kemudahan untuk mengganti perlengkapan sepatu berat (heavy boots) secara cepat serta kendali sudut pandang kamera yang lebih bebas menggunakan dua stik analog.

Meskipun kemudahan kontrol dan ingatan masa lalu memudahkan penyelesaian teka-teki bagi pemain lama, pengembang memastikan inti permainan tetap terjaga. Terkait kelanjutan waralaba ini, adaptasi layar lebar pertama Zelda dijadwalkan tayang pada tahun depan. Saat ditanya kemungkinan gim ini dibuat ulang kembali dalam tiga dekade mendatang dengan teknologi yang lebih maju, Aonuma berseloroh bahwa dirinya pasti sudah lama pensiun saat momen itu tiba.

Mungkin Anda Suka