KOMPUTER

Perjalanan 20 Tahun MacBook: Pengaruh Apple pada Komputer

Perjalanan 20 Tahun MacBook: Pengaruh Apple pada Komputer
Daftar Isi
  1. Transisi ke Intel dan Era Desain Unibody
  2. Layar Retina dan Redesain Kontroversial
  3. Era Apple Silicon dan Chipset Berbasis Arm

Impian mengenai komputer Mac yang benar-benar portabel telah ada sejak lama, dimulai dari Macintosh Portable berbobot 16 pon pada 1989 hingga peluncuran PowerBook 100 di 1991. Apple akhirnya berhasil memikat konsumen luas melalui iBook G3 berwarna-warni pada 1999, sebelum menghadirkan PowerBook G4 dan lini MacBook Pro pertama pada 2006 yang mengubah standar komputasi dunia.

Transisi ke Intel dan Era Desain Unibody

Salah satu cerita besar yang diliput Engadget pada 2005 adalah langkah peralihan Apple dari cip PowerPC ke cip Intel, yang membuat lini MacBook Pro, MacBook, serta iMac terbaru meluncur pada 2006. Sistem baru ini menandai persaingan langsung Apple dengan PC menggunakan cip Intel Core Duo yang sama. MacBook Pro hadir dengan balutan casing aluminium yang lebih ramping dari PowerBook G4, sementara MacBook menggunakan bingkai plastik, di tengah dominasi produsen PC yang saat itu masih berfokus pada desain utilitas yang kurang menarik.

Pada 2008, Apple memperkenalkan MacBook Pro dan MacBook Air dengan bodi unibody yang dipahat dari satu blok aluminium tunggal. Menurut Engadget, inovasi tersebut membuat casing laptop jauh lebih kuat, ringan, dan menarik dibandingkan komputer jinjing arus utama lainnya pada masa itu. Produsen PC sempat kesulitan meniru desain tersebut karena penguasaan rantai pasok logam Apple, sebelum Razer meluncurkan laptop gaming Blade pada 2011 dan Intel mendorong tren Ultrabook.

Layar Retina dan Redesain Kontroversial

Apple membawa konsep layar Retina dari iPhone 4 ke dalam MacBook Pro pada 2012 dengan resolusi tinggi yang membuat mata tidak bisa membedakan piksel individu. Langkah ini memicu tren layar beresolusi tinggi di kalangan produsen PC. Di sisi lain, desain ulang besar-besaran pada 2016 menghadirkan Touch Bar serta penghapusan seluruh port lama demi empat port USB-C dan satu colokan headphone. Sentuhan minimalis dari perancang Jony Ive ini membuat MacBook Pro menjadi lebih tipis dan ringan, namun menuai kritik dari para profesional karena hilangnya pembaca kartu SD, port USB Type-A, koneksi HDMI, serta port daya MagSafe.

Kehadiran Touch Bar sempat memecah opini publik, sementara keputusan Apple memangkas port menginspirasi produsen PC seperti Dell, HP, dan Microsoft untuk mengikuti langkah serupa pada sistem premium mereka. Meski demikian, para produsen lain pada akhirnya kembali menyematkan port lama sebagai bentuk diferensiasi dan respons atas kritik konsumen.

Era Apple Silicon dan Chipset Berbasis Arm

Apple melakukan perubahan radikal pada 2020 dengan mengandalkan cip M1 buatan sendiri, sebuah sistem berbasis Arm yang menawarkan performa bertenaga sekaligus efisiensi tinggi. Cip M1 menggabungkan inti CPU, inti GPU, RAM, NPU kecerdasan buatan, dan koneksi I/O ke dalam satu cip tunggal yang diaplikasikan pada MacBook Air serta MacBook Pro. Kesuksesan tersebut mendorong Microsoft menggandeng Qualcomm untuk mengembangkan laptop Copilot+ berbasis Arm guna menyaingi performa perangkat keras Apple.

Apple kemudian merilis model MacBook Pro M1 Pro dan M1 Max pada 2021 yang mengembalikan pembaca kartu SD dan port HDMI, disusul kehadiran MacBook Air M2 pada 2022. Perkembangan ini terus berlanjut hingga kemunculan sistem penggerak berbasis kecerdasan buatan kelas atas seperti platform RTX Spark dari NVIDIA pada perangkat Surface Laptop Ultra dan ASUS ProArt P16.

Mungkin Anda Suka