Momentum Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan untuk menghadirkan inovasi teknologi kecerdasan artifisial lokal di tanah air. Di bawah naungan Prominence Group, platform Pemuda.ai meluncurkan layanan utamanya bernama Asmuni atau Asisten Pemuda Terkini sebagai bagian dari ekosistem digital hub nasional.
Empat Pilar Layanan Pemuda.ai
Pemuda.ai hadir dengan membawa empat pilar layanan utama untuk mendukung kebutuhan teknologi di Indonesia. Layanan tersebut meliputi Asmuni sebagai asisten AI untuk perorangan dan organisasi, Pemuda Token untuk akses model AI bagi pengembang serta korporasi, Pemuda Studio yang menyediakan produksi video berbasis AI bagi tim kreatif, dan Pemuda Satria sebagai layanan keamanan siber terkelola untuk bisnis. Pada tahap awal kehadirannya, Asmuni diprioritaskan untuk menyasar pelaku industri seni serta ekonomi kreatif nasional.
President Director Prominence Group, Edi Sugianto, menyatakan bahwa peluncuran ini bertepatan dengan Sumpah Pemuda untuk mengobarkan semangat kemandirian karya anak bangsa. Menurutnya, jika dahulu perjuangan dilakukan menggunakan bambu runcing, kini semangat tersebut diteruskan melalui teknologi kecerdasan artifisial. Ia menegaskan kehadiran Asmuni merupakan bukti keberanian talenta lokal dalam merancang teknologi sesuai kebutuhan nasional, seperti dilaporkan Liputan6.com.
Langkah strategis dari Pemuda.ai ini turut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bersama Onno Center. Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi serta pengembangan teknologi di Indonesia.
Rekan Kerja Virtual untuk Berbagai Sektor
CEO & Co-Founder Pemuda.ai, Djoko Setyanto, menjelaskan bahwa Asmuni dirancang sebagai rekan kerja virtual yang inklusif. Asisten digital ini dapat memfasilitasi berbagai keperluan seperti kolaborasi, tukar pikiran, hingga pembuatan video bagi para kreator, sutradara, serta pengembang perangkat lunak.
Ke depannya, jangkauan penggunaan Asmuni akan diperluas merambah sektor riil. Platform tersebut disiapkan untuk mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam merancang strategi pemasaran, membantu tenaga pendidik menyusun materi pengajaran interaktif, serta mempermudah petani dan pedagang kecil dalam mengoptimalkan usaha sehari-hari. Seluruh pengembangan ini didasari prinsip bahwa teknologi kecerdasan artifisial harus mudah dijangkau dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.







