Perlombaan penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat perusahaan teknologi menggelontorkan anggaran raksasa melalui berbagai cara. Induk usaha Facebook, Meta Platforms, melakukan penggalangan dana ekuitas sebesar US$97,5 miliar atau setara Rp1.770 triliun guna membiayai proyek infrastruktur AI.
Penawaran Saham dan Incaran Modal Raksasa Chip
Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan milik Mark Zuckerberg, Meta meningkatkan target penawaran saham biasa menjadi US$25 miliar dari sebelumnya US$22,5 miliar. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar US$625 per lembar saham, seperti dilaporkan Reuters pada Selasa (27/10/2026).
Secara keseluruhan, Meta menerbitkan penawaran umum senilai US$35 miliar yang terdiri dari saham biasa dan saham preferen. Perusahaan juga menyiapkan program penjualan saham di pasar yang menargetkan perolehan dana segar hingga US$60 miliar.
Pelaksanaan program penjualan saham skala besar tersebut dijadwalkan berlangsung setelah saham Kelas C non-voting mulai diperdagangkan pada kuartal I-2027. Aksi pencarian modal ini langsung menarik minat para produsen chip global seperti Nvidia, Advanced Micro Devices (AMD), serta Broadcom yang bersiap menyuntikkan dana hingga US$5 miliar untuk membeli saham Kelas A Meta.
Pihak Nvidia secara terpisah menyatakan kesiapan menyetor US$3 miliar dalam penawaran ekuitas tersebut. Masuknya modal dari para penyedia chip ini memperlihatkan fenomena perputaran modal melingkar di industri AI, ketika pemasok komponen ikut membiayai ekspansi pembeli utamanya untuk pembangunan pusat data demi bersaing dengan OpenAI dan Anthropic.
Tim analis William Blair menilai dalam riset terbarunya, para investor kemungkinan masih akan mempertanyakan skema pendanaan serta potensi penarikan modal lanjutan. Meski demikian, pendanaan ini menunjukkan keyakinan Meta terhadap imbal hasil jangka panjang dari pengembangan AI serta membuktikan bahwa industri tersebut membutuhkan modal yang sangat besar.
Tekanan Arus Kas dan Proyeksi Belanja Modal
Ekspansi besar-besaran pada infrastruktur AI dan komputasi awan berdampak langsung pada penurunan arus kas bebas Meta. Pada kuartal III-2026, perusahaan mencatatkan pembakaran kas mencapai US$2,12 miliar yang menjadi arus kas bebas negatif pertama dalam satu dekade terakhir, berbanding terbalik dari posisi kas positif sebesar US$10,63 miliar pada tahun sebelumnya.
Manajemen perusahaan tetap optimis bahwa investasi besar ini akan memberikan hasil seiring meningkatnya popularitas agen AI Muse dan peluncuran model AI terbaru. Meta juga menyesuaikan batas bawah proyeksi belanja modal tahunan menjadi kisaran US$135 miliar hingga US$145 miliar.
Posisi kas, setara kas, dan surat berharga Meta tercatat di angka US$82,45 miliar dengan total utang jangka panjang mencapai US$80,92 miliar per 30 September. Sebagai langkah retensi talenta dan pembiayaan akuisisi, Meta berencana melakukan pemecahan saham dua banding satu lewat penerbitan saham Kelas C pada Januari 2027 yang sekaligus menjaga kendali perusahaan tetap di tangan Mark Zuckerberg.







