UMUM

Ledakan Data Center Dorong Inovasi Jaringan Listrik AS

Ledakan Data Center Dorong Inovasi Jaringan Listrik AS

Ledakan teknologi kecerdasan buatan menyebabkan lonjakan permintaan energi yang sangat besar di Amerika Serikat. Sejumlah pihak mengkritik peningkatan sambungan ini karena memberikan tekanan berat pada infrastruktur jaringan listrik yang sudah tua, sehingga memicu kekhawatiran kenaikan tagihan listrik hingga potensi pemadaman.

Peluang Modernisasi Jaringan Listrik

Dalam acara TechCrunch Disrupt, para pelaku industri menyampaikan pandangan optimis bahwa gelombang sambungan energi baru ini justru membuka pintu bagi modernisasi jaringan listrik. Apoorv Bhargava selaku pendiri dan CEO WeaveGrid, Tim Heidel selaku CEO Veir, serta Kristin Eberhard selaku Wakil Presiden Kebijakan di Rewiring America, menyatakan bahwa di balik tantangan tersebut terdapat banyak peluang baru.

Menurut Apoorv Bhargava, utilitas saat ini sedang berjuang untuk mengelola dan mengatur berbagai variabel baru, termasuk energi terbarukan, kendaraan listrik, pusat data, dan pompa panas. Perusahaan milik Bhargava berupaya menyediakan perangkat lunak pengaturan beban untuk membantu utilitas memaksimalkan potensi sistem yang ada serta mengoptimalkan sambungan guna menekan tagihan pelanggan, seperti dilaporkan TechCrunch.

Inovasi Fisik dan Teknologi Baru

Di sisi lain, Tim Heidel memimpin perusahaan yang fokus memperluas infrastruktur fisik jaringan sekaligus meningkatkan efisiensinya. Perusahaan milik Heidel, Veir, menawarkan jalur daya superkonduktif yang mampu mentransfer energi dengan tingkat efisiensi jauh lebih tinggi dibandingkan kabel tradisional.

Kabel buatan Veir diklaim mampu mengalirkan daya hingga lima kali lebih jauh dibandingkan kabel konvensional dengan kebutuhan ruang yang dua puluh kali lebih kecil. Baru-baru ini, perusahaan rintisan tersebut berhasil menggalang dana sebesar 110 juta dolar Amerika Serikat dalam putaran pendanaan Seri C.

Besarnya investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan mendorong terciptanya inovasi dalam jumlah besar, ujar Tim Heidel kepada TechCrunch. Ia menilai berbagai teknologi baru mulai diterapkan dalam skala besar untuk memastikan pusat data dapat beroperasi sebagai tetangga masyarakat yang baik.

Sementara itu, Kristin Eberhard menyampaikan bahwa lonjakan permintaan energi dari pusat data telah menciptakan urgensi baru sekaligus lingkungan di mana berbagai industri siap mencoba hal-hal baru. Era pertumbuhan beban ini dinilai membawa semangat keterbukaan untuk membangun lebih banyak jalur transmisi, pembangkit listrik terpusat, serta memanfaatkan berbagai potensi yang sebelumnya terabaikan.

Mungkin Anda Suka