INTERNET

Elon Musk Batasi Akses Starlink Militer Ukraina

Elon Musk Batasi Akses Starlink Militer Ukraina
Daftar Isi
  1. Alasan Pembatasan Akses Starlink
  2. Pemulihan Layanan Kecepatan Tinggi
  3. Simpang Siur Kebijakan dan Desakan Penyelidikan

CEO SpaceX Elon Musk mengungkapkan alasan perusahaannya membatasi akses Ukraina terhadap jaringan internet satelit Starlink. Langkah tersebut diambil karena militer Ukraina dinilai telah melanggar persyaratan layanan yang ditetapkan oleh perusahaan.

Musk menjelaskan melalui unggahan di platform X bahwa militer Ukraina memanfaatkan jaringan tersebut untuk menunjang aksi penyerangan. “Militer Ukraina melanggar persyaratan layanan Starlink dan menggunakannya untuk serangan drone ofensif guna membunuh orang. Celah tersebut telah ditutup pekan lalu,” sebutnya.

Ia turut mengklaim bahwa kontribusi perusahaannya sangat besar bagi Ukraina. “SpaceX JAUH LEBIH BANYAK berbuat untuk membela Ukraina dibandingkan perusahaan swasta mana pun di Bumi,” demikian tambahnya.

Starlink sendiri merupakan jaringan internet satelit komersial milik SpaceX. Sementara itu, Starshield adalah layanan khusus operasi pemerintah dan militer yang dikembangkan menggunakan basis teknologi Starlink.

Pemulihan Layanan Kecepatan Tinggi

Pemerintah Ukraina mengonfirmasi bahwa kecepatan layanan komunikasi satelit Starlink dan Starshield yang sebelumnya sempat melambat kini telah pulih kembali. Sistem pemantauan Kementerian Pertahanan Ukraina mencatat bahwa koneksi telah kembali stabil meski peralatan bergerak pada kecepatan melebihi 400 km/jam.

Sejak 14 Oktober lalu, para pejabat Ukraina sempat menuding SpaceX memperlemah pertahanan negara tersebut karena menerapkan pembatasan kecepatan pada Starshield. Seperti dilaporkan detikINET dari CNBC, Menteri Pertahanan Ukraina Yevgeny Khmara menekankan pentingnya normalisasi jaringan tersebut bagi operasi di lapangan. “Hasil (pemulihan) ini merupakan hal yang paling penting bagi garis depan kita, untuk kebutuhan militer, pengerahan drone, logistik, serta komunikasi,” tegas Khmara.

Simpang Siur Kebijakan dan Desakan Penyelidikan

Sebelum adanya pernyataan resmi dari Musk, sempat terjadi kebingungan mengenai pihak yang menginstruksikan pembatasan akses internet tersebut. Musk awal mulanya mengklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas keputusan itu, sedangkan Presiden Donald Trump mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut.

Namun, Trump kemudian membenarkan laporan dari Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa ia telah meminta Musk mencabut pembatasan kecepatan Starlink. “Saya telah berbicara dengan Elon Musk,” katanya.

Buntut dari perubahan aturan layanan secara mendadak dan sepihak di Ukraina ini membuat anggota parlemen AS dari kedua partai mendesak dibentuknya penyelidikan resmi terhadap Musk dan SpaceX.

Mungkin Anda Suka