RiauOnline.id, Amalan — Berhias memang salah satu kodrat atau naluri dari seorang wanita. Namun, tahukah Anda bahwa bercermin memerlukan adab dan beberapa hal yang harus diperhatikan.
Salah satunya ialah membiasakan diri untuk mengamalkan doa bercermin guna menambah rasa syukur terhadap pemberian Allah Subhanallahu wa ta’ala.
Lantas apa saja ya yang melatar belakngi anjuran berdoa sebelum bercermin ini? Kemudian bagaimana lafal doa tersebut? Tentu pertanya-pertanyaan inilah yang sering timbul di benak Anda, bukan?
Tenang, di bawah ini dipaparkan beberapa hal mulai dari hadis dan ayat apa yang memperkuat anjuran doa ini, hingga keutamaan dan adab-adab yang perlu diperhatikan.
Daftar Isi
Lafal Doa Bercermin
Hadis Riwayat Baihaqi dan Ibnu Hibban
Terdapat anjuran mengenai doa bercermin yang di dasarkan pada hadis riwayat Baihaqi dan Ibnu Hibban yang telah dinilai shahih menurut Al Albani, berikut ini merupakan doa yang dapat Anda amalkan sebelum bercermin:
الَّلهُمَّ حَسَّنْتَ خَلّقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي
Allahumma hassinta khalqii fahassin khuluqii
Artinya:
Ya Allah, (sebagaimana) Engkau membaguskan rupaku, baguskanlah pula akhlakku.
Ayat Al Qur’an tentang Doa Bercermin
Memang ada cukup banyak hadis dan firman Allah yang menyebutkan ataupun menjelaskan mengenai bercermin maupun adab yang perlu Anda lakukan ketika bercermin,
agar Anda tidak memiliki sifat kufur atas segala nikmat yang telah diberi oleh Allah Subhanallahu wa ta’ala kepada Anda. Salah satu ayatnya terdapat dalam Surat At-Tin ayat 4:
لِقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْشَانَ فِى اَحْسَنِ تَقْوِيْمِ
Laqad kholaqnaal insaana fii ahsani taqwiimi
Artinya:
Dan sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.
Adab Ketika Bercermin
Seperti yang sudah disebutkan di awal, bahwa bercermin memiliki adab sendiri. Sebab jika tak ada adab yang mengatur kegiatan yang satu ini,
di khawatirkan dapat mengurangi rasa syukur kita terhadap karunia Allah Subhanahu wa ta’ala.
Berikut ini adalah adab-adab bercermin.
- Membaca doa bercermin ketika Anda bercermin,
- Senantiasa mengingat Allah Subhanallahu wa ta’ala saat bercermin, sebagai wujud syukur atas segala apa yang telah diciptakannya dalam diri kita semua, baik itu atas nikmat fisik, kecantikan, keindahan, kesehatan, dan kesempurnaan anggota tubuh anda.
- Menanamkan rasa syukur pada diri atas segala hal yang telah diberikan Allah pada kita, bahwa segala sesuatu yang telah diberikan pada kita semua ialah sesuatu yang terbaik dari Allah untuk kita dan tentu telah sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Tidak lebih maupun tidak kurang.
- Mengharapkan bimbingan dan akhlak yang baik yang bersumber dari Allah Subhanallahu wa ta’ala sehingga keindahan fisik pun dapat dibarengi dengan keindahan akhlak.
- Jangan ujub ata menyombongkan diri sendiri maupun menghinakan diri sendiri.
- Jangan pula berbicara ataupun tertawa terhadap bayangan Anda di cermin.
Adab Berhias
- Ketika Anda berhias, jangan membiasakan diri untuk berlama-lama di depan cermin,
- Anda pun tak di sarankan untuk menggunakan perhiasan berlebihan. Mengenakan perhiasan memang tak dilarang, tetapi gunakan dengan sewajarnya dan sesederhana mungkin. Sehingga nantinya tidak menarik perhatian orang-orang diseitar Anda.
Dengan memakai perhiasan yang terlalu berlebihan, tak hanya menimbulkan tumbuhnya sifat sombong, tetapi dapat pula mampu menarik perhatian penjahat.
- Selain itu, perempuan yang tengah dalam kondisi berkabung maupun sedang di tinggal oleh anggota keluarganya, maka tak diperkenankan untuk menggunakan perhiasan. Hal ini bertujuan untuk menampilkan rasa prihatin terhadap musibah yang sudah terjadi.
- Perhiasan tak hanya yang memiliki wujud atau cenderung dapat dilihat, tetapi juga sesuatu yang tak tampak seperti wewangian. Wewangian pun memang bukanlah sesuatu yang dilarang, akan tetapi Anda juga harus tetap memperhatikan kadar wewangian yang Anda pakai, serta jangan terlalu berlebihan. Usahakan jangan menggunakan wewangian yang mengandung alkohol.
- Untuk laki-laki, tidak diperkenankan mengenakan perhiasan yang terbuat dari emas maupun pakaian yang berbahan sutera.
- Perhatikan pula kebersihan tubuh Anda dengan rajin memotong kuku, memangkas kumis, menyisir rambut dan dan merapikan jenggot.
- Jangan sampai Anda membuat tato atau merubah bagian tubuh yang sudah dikaruniai oleh Allah untuk Anda, kecuali dalam keadaan genting atau membahayakan kehidupan Anda. mencukur kumis hingga habis pun tidak disarankan, apalagidengan tindakan merenggangkan gigi.
- Pakailah pakaian yang melindungi tubuh Anda, namun jangan sampai menjulurkan pakaian Anda sehingga membahayakan diri Anda ketika Anda bergerak atau melakukan aktivitas.
- Selain merubah bentuk tubuh secara permanen, Anda juga jangan sampai menghias diri Anda dengan mengubah wujud asli yang sudah menjadi ketentuan Allah Subhanallahu wa ta’ala. Seperti halnya mengkriting rambut, meluruskan rambut maupun mencukur alis mata Anda secara permanen.
Keutamaan Membaca Doa Bercermin
- Berdoa dapat meningkatkan ketaqwaan seseorang hamba terhadap Allah Subhanallahu wa ta’ala,
- Memupuk rasa syukur Anda terhadap apa yang sudah diberikan oleh Allah, berkenaan dengan dengan karunia kesempurnaan dan juga kesehatan jasmani, keindahan fisik, kesehatan dan kecantikan wajah.
- Menambah rasa puas diri terhadap apa yang telah dikaruniaka Allah, sehingga Anda dapat terus merasa percaya diri dan tidak merasa terbebani maupun putus asa jika ada yang tak lengkap pada fisik Anda.
- Menurunkan rasa ego dan kesombongan yang bersumber dari dalam diri Anda. Sebab kita sadar, bahwa apa yang kita miliki saat ini, entah itu berupa keindahan bentuk fisik dan sebagainya merupakan pemberian dari Allah Subhanallahu wa ta’ala.
- Menjadikan kita pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan menjadikan diri lebih dekat dengan Allah Subhanallahu wa ta’ala.
- Menjadikan doa bercermin sebagai pahala yang dapat Anda gunakan sebagai bekal untuk dunia akherat nantinya.
- Menambah kecantikan dan ketampanan Anda karena adanya rasa syukur yang banyak.
- Meningkatkan kesadaran diri kita untuk merawat apa yang sudah diberikan oleh Allah subhanallahu wa ta’ala. Kita tentu saja tak ingin, apa yang sudah di berikan oleh Allah menjadi sesuatu yang sia-sia. Maka merawat diri sendiri adalah salah satu solusinya.
Bercermin memang salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk introspeksi diri.
Bagi mereka yang tak mampu bersyukur dan memahami kebesaran Allah dari apa yang mereka lihat di cermin, maka merekalah yang akan menjadi seseorang sombong dan kufur terhadap nikmat dari Allah.
Namun jika mereka mampu bersyukur, maka mereka akan menjadi seseorang yang paling beruntung.