Herbivore: Pengertian, Ciri-Ciri, Bentuk Adaptasi, Rantai Makanan, dan Contoh

Hijaz.id, Wawasan — Di dunia ini ada banyak sekali kelompok hewan yang hanya bisa memakan tumbuhan. Sebagian besarnya merupakan mamalia.

Hewan-hewan ini yang dalam dunia zoologi lebih dikenal dengan istilah herbivore bahkan banyak diternakkan dan dimanfaatkan oleh manusia.

Keberadaan hewan ini juga merupakan salah satu sumber makanan untuk karnivora.

Pengertian Herbivore

Pengertian Herbivora
Pengertian Herbivora

Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa latin herba dan vora. Herba berarti tumbuhan dan vora artinya dimakan atau dilahap.

Herbivore merupakan bentuk organisme yang memakan organisme autrotof yaitu kelompok organisme yang bisa membuat makanannya sendiri dengan cara mengubah bahan anorganik menjadi organik dengan bantuan sinar matahari dan proses kimia.

Beberapa contoh organisme autrotof adalah tumbuhan, bakteri, dan juga alga yang bisa berfotosintesis.

Organisme yang memakan organisme autrotof disebut juga dengan “konsumen utama” dalam rantai makanan. Sebagian besar kelompok pemakan tumbuhan ini hidup di darat.

Herbivore biasanya digunakan untuk menyebut hewan yang mengkonsumsi tanaman, bakteri, jamur, protista (penyakit tanaman).

Sedangkan mikroba yang memakan tanaman mati lebih condong disebut sebagai organisme pengurai (Sapotroph).

Tanaman berbunga yang memperoleh sumber makanan/nutrisinya dari tanaman lain disebut degan parasit dan bukan merupakan golongan ini.

Ciri-Ciri Hewan Herbivore

Untuk membedakan antara hewan pemakan daging dan pemakan tumbuhan, berikut ini ciri-ciri hewan pemakan tumbuhan antara lain:

  1. Umumnya merupakan hewan mamalia atau kelompok hewan yang melahirkan dan menyusui anaknya.
  2. Termasuk dalam hewan berdarah panas.
  3. Hewan pemakan tumbuhan umumnya berkaki 4.
  4. Mayoritas hewan pemakan tumbuhan hidup di daratan.
  5. Hewan ini punya gigi geraham yang lebar.
Baca Juga:   4 Cara Menghitung Kebutuhan Besi Dengan Excel Paling Gampang

Bentuk Adaptasi Herbivore

Agar bisa bertahan hidup dalam lingkungannya, hewan pemakan tumbuhan memiliki bentuk adaptasi yang unik sebagai berikut:

1. Bentuk Gigi

Hewan pemakan tumbuhan memiliki bentuk gigi seri dan geraham saja, tanpa gigi taring. Gigi seri berguna untuk memotong tumbuhan yang dimakannya. Sedangkan gigi geraham berguna untuk mengunyah dan menghaluskan makanannya.

2. Punya Banyak Lambung

Hewan pemamah biak atau ruminansia seperti kambing, sapi, dan lain sebagainya ternyata memiliki 4 lambung untuk memaksimalkan dan mencerna makanan.

Lambung pertama yang disebut rumen dan kedua yang disebut retikuum merupakan tempat yang dipenuhi oleh protozoa selulolitik. Di dalam 2 lambung ini rumput akan dicerna secara enzimatis.

Makanan yang telah dicerna oleh rmen dan retikuum kemudian akan kembali ke dalam mulut.

Hewan pemamah biak kemudian mengunyah kembali makanan tersebut, ditelan, dan langsung menuju ke lambung ke-3 dan ke4.

3. Dilengkapi dengan Caecum Panjang

Selain kelompok pemamah biak, hewan pemakan tumbuhan lain memiliki caecum yang panjang. Caecum adalah usus persimpangan antara usus besar dan usus halus.

Pada manusia dan kelompok hewan lainnya, caecum ini sangat pendek dan disebut dengan appendix (usus buntu).

Namun pada hewan pemakan tumbuhan, caecumnya cukup panjang dan berfungsi sebagai tempat pencernaan selulosa secara enzimatis (mencerna makanan dengan bantuan enzim selulosa) yanag dihasilkan oleh mikroorganisme lain.

Baca Juga:   3 Cara Menghitung Akar Pangkat 2 Paling Mudah di Kerjakan, Pohon Faktor?

4. Berhubungan Simbiosis dengan Mikroorganisme

Tubuh manusia bisa menghasilkan enzim selulosa sendiri untuk menghancurkan dan mencerna makanan.

Namun pada hewan pemakan tumbuhan, mereka tidak bisa menghasilkan enzim pencernaan tersebut.

Padahal sumber utama makanan mereka adalah tumbuhan atau organisme autrotof yang kaku karena dilapisi oleh selulosa.

Karena itulah hewan pemakan tumbuhan kemudian melakukan hubungan simbiosis mutualisme dengan mikroorganisme untuk bisa mencerna makanan/tumbuhan.

Mikroorganisme tersebut bersarang di lambung hingga usus hewan. Contoh mikroorganismenya adalah jenis selulolitik non patogen seperti protozoa hingga bakteri.

Posisi Herbivore dalam Rantai Makanan

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hewan pemakan tumbuhan juga dikenal dengan istilah “konsumen pertama” dalam rantai makanan.

Pengertian rantai makanan adalah perpindahan energi dalam suatu organisme yang terdapat pada suatu tingkat tropik ke tingkat tropik berikutnya.

Perpindahan energi ini disertai dengan proses memakan-dimakan dengan urutan tertentu.

Pada bagian rantai makanan terendah ditempati oleh organisme yang menjadi produsen (tidak memakan organisme lainnya).

Produsen ini bisa menghasilkan makanannya sendiri dengan proses fotosintesis, contohnya adalah tumbuhan/tanaman hijau.

Pada rantai berikutnya ditempati oleh konsumen yang membutuhkan organisme lain untuk dijadikan makanannya.

Mayoritas konsumen terendah (tingkat 1) pada rantai makanan adalah kelompok hewan herbivore. Kelompok organisme ini memakan tumbuhan untuk menunjang proses kehidupannya.

Di atas konsumen tingkat 1 ditempati oleh hewan-hewan pemakan daging atau karnivora. Hewan ini dalam rantai makanan juga disebut dengan predator atau pemangsa.

Predator atau pemangsa ini tidak mungkin dimangsa oleh hewan lainnya, kecuali oleh predator yang lebih besar dan menempati urutan rantai makanan di atasnya.

Baca Juga:   Anjuran Membaca Doa Keluar WC Berdasarkan Hadist Nabi!

Kompleksitas sebuah rantai makanan tergantung pada kondisi kompleksitas ekosistem dimana hewan-hewan tersebut hidup.

Sedangkan panjangnya rantai pemakan herbivora bisa berubah menyesuaikan panjang tidaknya rantai makanan.

Jadi bisa disimpulkan rantai makanan hewan pemakan tumbuhan sebagai berikut:

Terendah à Tertinggi

Tanaman/Mikroorganisme – hewan pemakan tumbuhan (konsumen tingkat 1) – hewan pemakan daging/karnivora (konsumen sekunder/karnivora primer) – predator (konsumen tersier).

Contoh-Contoh Herbivore

Ada banyak sekali hewan yang termasuk dalam kelompok pemakan tumbuhan, misalnya seperti:

1. Kambing

Kambing merupakan hewan pemakan tumbuhan dan tergolong pemamah biak. Kambing pada kehidupan modern dijadikan sebagai hewan ternak untuk memenuhi salah satu kebutuhan protein manusia.

Kambing memiliki gigi seri yang tipis dan panjang, kemudian gigi gerahamnya besar dan digunakan untuk mengunyah rumput.

2. Sapi

Sapi adalah salah satu pemamah biak yang memakan tumbuhan. Ada berbagai jenis sapi di dunia seperti Brahman dari Amerika, Limousin dari Perancis, Simetal dari Australia, dan lain sebagainya.

Sapi dimanfaatkan oleh manusia untuk diambil daging, susu, dan juga tenaganya.

3. Rusa

Rusa merupakan salah satu contoh hewan pemakan tumbuhan dengan tanduknya yang panjang dan bercabang.

Rusa memiliki badan yang ramping dan kaki kecil untuk memudahkannya berlari dari predator seperti singa atau harimau.

Rusa termasuk dalam jenis hewan cerviade dimana makanan utamanya adalah rumput dan gulma.

4. Gajah

Gajah adalah mamalia pemakan rumput dengan badannya yang besar, bermata sipit, telinga lebar, dan belalai yang panjang.

Fungsi utama belalai adalah untuk mengambil rumput atau minuman yang akan dikonsumsi. Gajah banyak hidup di habitat sabana, gurun, hutan, dan bahkan rawa-rawa.