ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) mendorong pembentukan Konvensi Internasional tentang Upah Layak atau Living Wage melalui Organisasi Buruh Internasional (ILO). Inisiatif ini bertujuan memperjuangkan standar upah yang layak serta memperkuat perlindungan pekerja di seluruh wilayah Asia Tenggara.
KTT Regional ASEAN TUC di Jakarta
Presiden ASEAN TUC, Andi Gani Nena Wea, seperti dilaporkan Liputan6.com, menjelaskan bahwa para pemimpin serikat buruh dari sebelas negara berkumpul dalam KTT Regional ASEAN TUC selama tiga hari di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas kesejahteraan pekerja, kebijakan pengupahan, hingga jaminan perlindungan tenaga kerja.
Selain memperjuangkan upah layak, ASEAN TUC menyoroti ancaman perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomatisasi terhadap ketersediaan lapangan kerja. Teknologi tersebut dinilai berpotensi menggantikan peran manusia dan memicu pemutusan hubungan kerja secara masif.
Sekretaris Jenderal ASEAN TUC, Raymond Mendoza, menyatakan bahwa pihaknya akan mengajukan draf konvensi tersebut dalam Konferensi Ketenagakerjaan Internasional di Jenewa dengan sokongan penuh dari ILO.
Lima Prioritas Kerja dan Regulasi Ketenagakerjaan
Dalam forum tersebut, ASEAN TUC menyepakati lima prioritas kerja untuk periode 2026 hingga 2031. Kelima fokus utama itu meliputi kebebasan berserikat, kepastian kerja dan upah layak, pekerjaan layak di sektor digital serta informal, migrasi tenaga kerja yang adil dan beretika, serta penguatan kepemimpinan perempuan dan pemuda.
Organisasi buruh ini juga menyatakan dukungannya terhadap pemberlakuan aturan dan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan baru di Indonesia, khususnya terkait mekanisme formulasi pengupahan dan perlindungan hak-hak buruh. Menurut Andi Gani, regulasi tersebut menjadi dasar kuat dalam penyusunan kebijakan pengupahan terbaru, seraya menekankan agar pemerintah daerah mematuhi ketentuan undang-undang yang memiliki kedudukan hukum lebih tinggi dibanding peraturan pemerintah maupun peraturan menteri.
Di sela-sela acara, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyerahkan Certificate of Recognition kepada ASEAN TUC seiring berpindahnya kantor pusat organisasi tersebut dari Manila ke Jakarta. Rangkaian agenda KTT Regional ASEAN TUC berikutnya dijadwalkan berlangsung di Manila pada 4 hingga 6 November 2026 dan berlanjut di Hanoi, Vietnam, pada 8 hingga 10 Desember 2026.






