Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran pembiayaan rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 197.048 unit senilai Rp24,55 triliun hingga 2 November 2026 pukul 14.30 WIB. Angka tersebut mencakup 56,3 persen dari total target 350.000 unit yang dipatok sepanjang tahun 2026.
Tren Penyaluran dan Kinerja Perbankan
Realisasi penyaluran tersebut bertambah sebanyak 2.688 unit dalam beberapa hari dibandingkan posisi akhir bulan lalu pada 31 Oktober 2026 yang tercatat sebanyak 194.360 unit. Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, menyatakan bahwa penyaluran FLPP memperlihatkan tren pemulihan yang positif sejak triwulan III hingga Oktober 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menurut Sid, penyaluran FLPP pada Oktober 2026 saja mampu menembus 29.352 unit atau mengalami lonjakan sebesar 22 persen dibandingkan Oktober 2025. Percepatan ini didorong melalui sosialisasi intensif, kampanye media sosial, pembukaan stan layanan perumahan, serta pembaruan komunikasi bersama asosiasi pengembang, seperti dilaporkan Liputan6.com.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat kolaborasi bersama sektor perbankan untuk memperluas jangkauan calon debitur. Berdasarkan kinerja perbankan hingga 2 November 2026, Bank Tabungan Negara (BTN) memimpin penyaluran terbesar dengan 85.341 unit, diikuti Bank Syariah Nasional (BSN) sebanyak 48.286 unit, dan BRI sebesar 26.182 unit.
Secara geografis, Provinsi Jawa Barat mencatatkan penyaluran tertinggi secara nasional sebanyak 44.295 unit. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah sebesar 17.906 unit dan Sulawesi Selatan sebanyak 16.538 unit.
Agenda Akad Massal Rumah Subsidi
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan instruksi kepada seluruh pemangku kepentingan agar mematangkan koordinasi teknis demi menyambut pelaksanaan akad massal rumah subsidi pada Desember 2026. Menteri yang akrab disapa Ara ini menekankan bahwa kesiapan fisik bangunan, kelengkapan administrasi calon penerima manfaat, serta kelancaran pencairan dana di perbankan merupakan kunci keberhasilan agenda tersebut.
Pemerintah menjadwalkan dua agenda besar akad massal FLPP pada Desember 2026 dengan total 101.000 unit rumah. Tahap pertama akan menyelenggarakan 71.000 unit pada 17 Desember, kemudian dilanjutkan tahap kedua sebanyak 30.000 unit pada 21 Desember 2026.







