Istilah psikopat korporat di dunia kerja sering kali disalahartikan, meski fenomena individu yang menghalalkan segala cara demi ambisi karier bukan isapan jempol. Peneliti psikopatologi korporat Clive Boddy membongkar kisah nyata abad ke-17 mengenai Jeronimus Cornelisz, sosok yang layak disabet predikat bos terburuk sepanjang masa di konglomerat multinasional pertama di dunia, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).
Kudeta dan Pembantaian di Pulau Terpencil
Bencana bermula pada Juni 1629 ketika kapal megah VOC bernama Batavia karam di lepas pantai Australia Barat dan meninggalkan sekitar 300 penumpang selamat di pulau terpencil. Ketika perwira senior berlayar mencari bantuan ke Batavia, mereka menunjuk Jeronimus Cornelisz yang merupakan seorang asisten pedagang sebagai pemimpin sementara. Cornelisz ternyata telah merencanakan pembangkangan sejak awal untuk merebut kendali kapal beserta tumpukan emas dan perak demi mendirikan kerajaan sendiri.
Cornelisz mengonsolidasikan kekuasaannya dengan menyingkirkan jajaran dewan dan menggantinya dengan para loyalis yang dipaksa bersumpah setia. Ia menipu kelompok yang berseberangan di bawah pimpinan prajurit Wiebbe Hayes untuk mencari pasokan air di pulau lain agar mati kelaparan. Selama tiga bulan memimpin, Cornelisz memerintahkan gengnya untuk membantai lebih dari 100 pria, wanita, dan anak-anak sesama penyintas dengan dalih penghematan rasio makanan serta air.
Akhir Hayat Sang Bos Toksik
Cornelisz meremehkan kelompok yang ia buang karena Wiebbe Hayes dan pengikutnya justru berhasil menemukan sumber air tawar serta bertahan hidup. Bentrokan senjata antara kedua kelompok tidak terhindarkan sampai kapal penyelamat dari Batavia tiba pada Oktober 1629, di mana hanya sepertiga dari ratusan penumpang awal yang berhasil selamat.
Petinggi VOC menilai aksi Cornelisz telah melampaui batas dan menjatuhkan hukuman gantung kepada Cornelisz serta loyalis utamanya setelah kedua tangan mereka dipotong terlebih dahulu. Clive Boddy menegaskan bahwa tragedi kapal Batavia menjadi bukti nyata bagaimana struktur korporasi sejak bentuk perusahaan modern pertama kali diciptakan telah memberi panggung bagi perilaku psikopatik.








