UMUM

Aturan Baru Airbnb, Tamu Tak Wajib Lagi Cuci Piring

Aturan Baru Airbnb, Tamu Tak Wajib Lagi Cuci Piring
Daftar Isi
  1. Aturan Baru Terkait Tugas Rumah
  2. Tanggapan Pemilik Properti dan Perjalanan Kebijakan
  3. Pandangan Pemilik Properti Lain

Para tamu yang menginap di akomodasi sewaan melalui platform Airbnb segera tidak perlu lagi dipusingkan dengan tumpukan piring kotor atau tugas pembersihan lainnya sebelum meninggalkan lokasi. Perusahaan penyedia jasa penginapan tersebut baru saja memperbarui kebijakan terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh diminta oleh pemilik properti kepada tamu mereka.

Aturan Baru Terkait Tugas Rumah

Melalui laman aturan dan permintaan rumah yang wajar di situs web mereka, CNET melaporkan bahwa Airbnb menegaskan pemilik properti tidak boleh meminta tamu untuk merampungkan tugas-tugas yang memakan waktu atau tenaga besar, ataupun pekerjaan yang lazimnya dikerjakan oleh petugas kebersihan. Larangan tersebut mencakup melepas seprai kasur, membuang sampah ke luar lokasi, serta mencuci dan merapikan alat makan.

Meskipun demikian, Airbnb menyatakan bahwa pengecualian tertentu masih dimungkinkan karena setiap rumah memiliki keunikan masing-masing. Contoh pengecualian itu meliputi permintaan kepada tamu untuk membatasi pemakaian air akibat pembatasan kekeringan di wilayah setempat, atau menempatkan sampah ke dalam wadah tahan beruang di penginapan yang terletak di kawasan hutan.

Peraturan baru tersebut resmi diberlakukan untuk setiap pemesanan yang dilakukan pada atau setelah tanggal 20 November. Sebelum pembaruan ini, banyak pemilik properti yang mewajibkan tamu mereka untuk mencuci perkakas makan atau memasukkannya ke dalam mesin pencuci piring. Tamu juga kerap diminta membungkus sampah dan daur ulang, meletakkannya di wadah luar ruangan, serta melucuti seprai dan sarung bantal sebelum menumpuknya untuk petugas kebersihan.

Tanggapan Pemilik Properti dan Perjalanan Kebijakan

Sejumlah pemilik properti melayangkan kritik terhadap kebijakan anyar tersebut melalui forum komunitas aplikasi. Seorang pemilik properti di Berlin bernama René menuturkan kekhawatirannya di forum bahwa piring kotor sisa makanan selama sepekan dapat mengundang semut dan hama lain yang tidak akan pergi begitu saja setelah tamu check out. Pemilik properti lain di San Francisco bernama Adam menyatakan dirinya terpaksa menaikkan biaya kebersihan sebesar 30 hingga 50 persen, sementara Michelle asal Kitty Hawk, Carolina Utara, menilai beban biaya kini dialihkan kepada pemilik properti.

Kebijakan pembersihan terbaru ini merupakan kelanjutan dari berbagai keluhan menahun yang kerap diterima Airbnb mengenai biaya dan persyaratan kebersihan. Pada November 2022, Airbnb melakukan penyesuaian pada aplikasi dan situs web agar para tamu dapat melihat rincian biaya kebersihan dan layanan saat sedang mencari daftar penginapan. Fitur tombol total harga di bagian atas hasil pencarian dihadirkan untuk menampilkan harga yang sudah mencakup seluruh biaya di luar pajak.

Langkah tersebut diambil sebagai tanggapan atas protes bertahun-tahun karena daftar penginapan sebelumnya tidak mencantumkan biaya tersebut di awal, sehingga mengaburkan biaya riil penyewaan. Selanjutnya pada April 2025, Airbnb mewajibkan seluruh daftar penginapan di seluruh dunia untuk menampilkan harga total di muka yang mencakup seluruh biaya selain pajak, dengan alasan bahwa transparansi harga meningkatkan pengalaman pengguna bagi tamu maupun pemilik properti.

Airbnb yang didirikan pada tahun 2008 mencatat memiliki 5,5 juta pemilik properti secara global yang telah melayani 2,5 miliar kedatangan tamu di hampir seluruh negara untuk berbagai jenis akomodasi, mulai dari rumah besar, pondok, kabin, hingga karavan. Platform ini bersaing dengan sejumlah layanan lain seperti Vrbo, Booking.com, Expedia, dan HomeToGo.

Pandangan Pemilik Properti Lain

Sam Eitzen, selaku kepala eksekutif dan salah satu pendiri platform pemasaran pengalaman Snapbar yang mengelola sebuah rumah tamu di Washington di platform Airbnb, mengaku memahami kedua sisi dari permasalahan tersebut baik sebagai tuan rumah maupun sebagai tamu.

Eitzen menceritakan kepada CNET bahwa dirinya pernah mendatangkan pengalaman menginap dengan instruksi keluar yang terasa menakutkan dan mencemaskan kesalahan. Ia menegaskan pihaknya tidak pernah ingin menciptakan pengalaman semacam itu dan memperlakukan daftar tugas sebagai hal yang opsional serta membantu, tanpa membuat tamu merasa khawatir atau terancam dikenai biaya tambahan jika tidak melakukannya.

Eitzen berpendapat bahwa Airbnb sedang berjalan di atas tali dalam upaya memuaskan pemilik properti sekaligus tamu. Kendati demikian, ia menilai kebijakan baru ini berpotensi menimbulkan kebingungan di lapangan.

Orang-orang akan tetap memasang aturan, daftar, serta panduan manual di akomodasi Airbnb mereka yang kemungkinan besar akan bertentangan dengan aplikasi, dan hal tersebut dinilai berisiko membingungkan para tamu.

Mungkin Anda Suka