Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan alasan di balik rencana Presiden Prabowo Subianto menyalurkan dana hingga Rp400 triliun pada tahun depan. Dana tersebut ditujukan khusus bagi petani, nelayan, serta masyarakat di kawasan pedesaan dan daerah tertinggal.
Tujuan Peningkatan Belanja dan Literasi Keuangan
Menurut penjelasan Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Jumat (23/10), kebijakan tersebut bertujuan untuk mengerek kemampuan belanja masyarakat sekaligus memperbaiki literasi keuangan mereka seperti dilaporkan CNN Indonesia. Presiden Prabowo disebut menginginkan agar masyarakat tidak hanya memiliki uang untuk membelanjakannya, tetapi juga mempunyai tabungan di perbankan.
Meskipun demikian, bentuk pasti dari kucuran dana tersebut apakah berupa dana bantuan atau skema kredit belum dijelaskan secara rinci oleh Prabowo. Airlangga menambahkan bahwa rencana penyaluran dana besar ini disiapkan untuk melengkapi berbagai program pembiayaan yang sudah berjalan, termasuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Integrasi dengan Program Pembiayaan
Data Kemenko Perekonomian mencatat realisasi penyaluran KUR hingga 20 Oktober telah menyentuh angka Rp257,84 triliun atau setara dengan 87 persen dari total alokasi yang disiapkan dengan total jangkauan mencapai 4 juta debitur. Airlangga mengisyaratkan bahwa alokasi dana Rp400 triliun tersebut berpeluang disalurkan lewat skema pembiayaan baru atau diintegrasikan ke dalam program eksisting seperti KUR.
Sebelumnya, rencana penyaluran dana Rp400 triliun ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo ketika menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10). Prabowo menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan kelanjutan dari capaian positif program akses keuangan daerah yang selama ini telah dirasakan masyarakat.
Prabowo menegaskan bahwa peningkatan volume pembiayaan yang masif pada tahun mendatang sengaja diarahkan untuk menyasar sektor produktif di lapisan masyarakat paling bawah. Ia menyebutkan bahwa penyaluran kredit untuk rakyat sebelumnya telah mencapai sekitar Rp53 triliun dengan jumlah penerima manfaat menyentuh angka 2 juta warga.







