EKONOMI

Harga BBM Malaysia Turun, RON 95 Subsidi Rp8 Ribuan

Harga BBM Malaysia Turun, RON 95 Subsidi Rp8 Ribuan

Kementerian Keuangan Malaysia resmi mengumumkan kebijakan penurunan harga sejumlah produk bahan bakar minyak untuk periode 5 hingga 11 November. Penyesuaian tarif ini mencakup bensin RON 97, RON 95 nonsubsidi, serta solar nonsubsidi yang mengalami koreksi harga di pasaran.

Rincian Penurunan Harga BBM Nonsubsidi

Berdasarkan pengumuman tersebut, bensin RON 97 mengalami penurunan sebesar 20 sen sehingga menjadi 4,70 ringgit atau setara dengan Rp29.955 per liter dengan asumsi kurs Rp4.458 per ringgit. Sementara itu, bensin RON 95 nonsubsidi dan solar nonsubsidi sama-sama dipangkas 15 sen. Hal ini membuat harga RON 95 nonsubsidi turun menjadi 4,27 ringgit atau Rp19.038 per liter dan solar nonsubsidi menjadi 5,12 ringgit atau Rp22.828 per liter.

Sebagai catatan perbandingan pada pekan sebelumnya, bensin RON 97 masih dijual seharga 4,90 ringgit, RON 95 nonsubsidi di angka 4,42 ringgit, serta solar nonsubsidi bertengger pada 5,27 ringgit per liter. Seperti dilansir dari The Star, Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan bahwa seluruh penyesuaian harga ini dihitung secara berkala menggunakan mekanisme rumus Automatic Pricing Mechanism (APM).

Pihak kementerian menjelaskan bahwa tren penurunan ini dipicu oleh melemahnya pasar minyak kawasan regional. Kondisi tersebut terjadi akibat surplus stok bensin dan solar di Singapura yang menjadi salah satu acuan utama harga energi di Malaysia, ditambah dengan tren pelemahan harga minyak mentah Brent di penghujung periode perhitungan APM. Kendati demikian, pemerintah setempat tetap mewaspadai potensi ketidakpastian dan gejolak di kawasan Timur Tengah yang sewaktu-waktu dapat mempengaruhi stabilitas harga minyak global.

Tarif BBM Bersubsidi Tetap Stabil

Di tengah penurunan harga nonsubsidi, pemerintah memastikan bahwa produk BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan tarif sama sekali. Melalui skema program Budi95, bensin RON 95 bersubsidi dipertahankan pada level 1,99 ringgit atau setara dengan Rp8.872 per liter. Dalam skema ini, pemerintah menanggung beban subsidi sebesar 2,28 ringgit per liter atau sekitar 53 persen dari harga keekonomian aslinya.

Kebijakan serupa juga berlaku untuk produk solar Budi Diesel yang harganya dipatok tetap pada 2,10 ringgit per liter. Pemerintah memberikan kucuran subsidi untuk solar sebesar 3,02 ringgit per liter atau mencakup 59 persen dari harga nonsubsidi. Untuk jalur distribusi khusus, bensin di bawah Sistem Kontrol Bensin Bersubsidi (SKPS) serta solar melalui Sistem Kontrol Diesel Bersubsidi (SKDS) masing-masing tetap dipertahankan pada tarif 2,05 ringgit dan 2,15 ringgit per liter.

Warga negara Malaysia yang memenuhi kriteria tetap bisa memanfaatkan fasilitas BBM bersubsidi ini dengan melakukan transaksi menggunakan kartu identitas MyKad sesuai dengan batasan kuota bulanan yang telah ditetapkan. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus berhati-hati dalam menjaga daya beli masyarakat dari hantaman fluktuasi harga energi dunia tanpa harus mengorbankan aspek keamanan pasokan energi di dalam negeri.

Mungkin Anda Suka