Jajak pendapat terbaru dari GSMArena menunjukkan bahwa layar sentuh pada laptop memang memiliki fungsi yang tepat pada perangkat tertentu. Fitur tersebut dinilai paling sesuai untuk laptop yang dilengkapi engsel 360 derajat atau layar yang bisa dilepas dari papan ketik sehingga dapat digunakan sebagai tablet.
Manfaat dan Pendapat Pengguna
Sejumlah pemberi komentar menyatakan bahwa layar sentuh mempermudah navigasi secara cepat dan praktis, terutama bagi pengguna yang kurang menyukai bantalan sentuh atau touchpad. Selain itu, fitur tersebut mempunyai kegunaan nyata bagi para seniman, perancang, serta pengembang perangkat lunak. Sementara itu, kelompok pemilih terbesar kedua merasa tidak membutuhkan layar sentuh pada laptop dengan alasan utama agar tidak perlu membayar biaya tambahan untuk fitur yang tidak akan mereka gunakan.
Di sisi lain, terdapat pengguna yang benar-benar memanfaatkan layar sentuh pada laptop yang tidak bisa diubah menjadi tablet dengan jumlah mencapai hampir seperempat dari total pemilih. Meskipun demikian, sebagian besar dari mereka mengaku hanya menggunakan fungsi sentuh tersebut sesekali saja. Kelompok yang menggunakan fungsi sentuh secara terus-menerus tercatat sebagai yang paling kecil dengan perolehan suara sedikit di atas sembilan persen.
Ekosistem Perangkat dan Sistem Operasi
Perusahaan Apple dinilai tepat dalam menghadirkan perangkat dengan layar sentuh, tetapi keliru dalam memilih faktor bentuknya. Sistem operasi macOS dapat menjalankan aplikasi iPadOS secara natif, sehingga MacBook dengan engsel 360 derajat akan memiliki banyak pilihan aplikasi. Kendati demikian, menggunakan aplikasi iPad dengan cara menjangkau layar melintasi meja kerja dinilai bukan merupakan kasus penggunaan yang diminati banyak orang.
Sementara itu, bagi produsen selain Apple, Google baru-baru ini meluncurkan proyek Googlebook yang berbasis sistem operasi Android untuk laptop. Sistem operasi Android dirancang khusus untuk sentuhan, namun sejauh ini dinilai belum menjadi sistem operasi laptop yang optimal, berdampingan dengan ChromeOS yang juga dimiliki Google.
Microsoft juga telah berupaya merancang antarmuka pengguna Windows agar bisa digunakan pada tablet sejak peluncuran Windows 8 pada tahun 2012, namun sistem tersebut masih dinilai kurang tertata. Kondisi ini membuat laptop dengan layar sentuh diperkirakan akan tetap menjadi produk penunjang yang bersifat khusus.








