TEKNOLOGI

Gen Z Tinggalkan WhatsApp dan Pindah ke Aplikasi Lambat

Gen Z Tinggalkan WhatsApp dan Pindah ke Aplikasi Lambat

Gen Z mulai meninggalkan aplikasi pesan instan konvensional seperti WhatsApp dan Telegram demi beralih ke platform perpesanan yang sengaja memperlambat pengiriman pesan. Fenomena unik ini dilaporkan oleh Yahoo Tech pada Senin (2/11/2026), di mana anak muda ramai-ramai menggunakan aplikasi seperti Carrier Pidge dan Roost yang membawa risiko pesan hilang di jalan.

Cara Kerja Aplikasi Merpati Pos

Pengiriman pesan digital pada platform tersebut disimulasikan mirip dengan pengantaran oleh merpati pos virtual yang melintasi angkasa dengan kecepatan rata-rata 177 kilometer per jam. Untuk jarak dekat, pesan bisa tiba dalam hitungan detik, tetapi penerima harus menunggu hingga berjam-jam apabila pesan dikirimkan antarbenua.

Selain lambat, pengalaman berkirim pesan ini juga memiliki peluang sebesar 0,2 persen bagi sang merpati untuk tersesat di jalan sehingga pesan tersebut raib dan tidak pernah sampai sama sekali. Aplikasi buatan pengembang Noah Iarrobino ini dibuat dalam waktu sekitar tiga minggu, dan sang pencipta bahkan melabeli karyanya sebagai aplikasi yang tidak berguna serta benar-benar tidak praktis pada deskripsi toko aplikasi.

Sensasi Menunggu dan Perubahan Psikologis

Aspek absurd tersebut justru memikat hati Gen Z untuk bernostalgia dan merasakan kembali sensasi menunggu pesan dengan penuh rasa penasaran. Saat tombol kirim ditekan, pengguna dapat melihat peta interaktif yang menampilkan pergerakan merpati melintasi jarak menuju penerima, sebuah sensasi yang tidak dapat ditemukan di WhatsApp maupun Telegram.

Sistem merpati virtual ini mengubah proses menunggu menjadi bagian utama dari komunikasi, berbeda dengan pesan instan konvensional yang langsung kehilangan maknanya begitu dibaca sekadarnya. Fenomena ini terbukti diminati banyak orang, di mana aplikasi serupa bernama Roost sukses meraup 300.000 pengguna hanya dalam hitungan minggu setelah diluncurkan.

Pergeseran tren ini mencerminkan perubahan psikologis masyarakat yang selama ini terbebani oleh prinsip komunikasi serbacepat. Dengan sengaja memperlambat laju informasi, beban psikologis untuk merespons pesan secara instan menjadi hilang, sehingga pengirim merangkai kata lebih matang dan penerima memiliki ruang untuk mencerna pesan sebelum menjawab.

Mungkin Anda Suka