Ponsel kelas atas buatan Oppo selalu dikenal memiliki harga yang tinggi, namun generasi terbarunya dinilai terlalu mahal untuk meraih popularitas yang semestinya. Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilaporkan oleh GSMArena.com, lonjakan harga komponen memori yang mencapai ratusan persen dalam beberapa bulan terakhir membuat situasi ini tidak terhindarkan bagi lini Oppo Find X.
Hasil Jajak Pendukung Oppo Find X10 Pro Max
Oppo Find X10 Pro Max keluar sebagai model yang paling diminati di antara keduanya, sebuah hasil yang lumrah dalam perbandingan ponsel unggulan berharga fantastis. Sebagian pemilih langsung menolak karena faktor harga, sementara kelompok pembeli tanpa batas anggaran tetap mengincar perangkat terbaik. Perangkat ini bahkan berpotensi menjadi ponsel unggulan terbaik tahun 2026, meskipun sekitar 10 persen pemilih lebih memilih menunggu versi Ultra yang dijadwalkan akan segera hadir, dan dua kali lipat pemilih lainnya melirik merek lain.
Meskipun memiliki banyak penggemar, hanya sekitar seperempat dari mereka yang menyatakan siap membelinya pada harga peluncuran. Angka pembeli berpotensi bertambah apabila Oppo nantinya menurunkan harga jual perangkat tersebut di pasaran.
Minat Terhadap Oppo Find X10 Standar
Model standar Oppo Find X10 mencatatkan hasil yang kurang memuaskan karena dinilai belum cukup murah untuk menarik minat konsumen. Minat terhadap ponsel unggulan dari merek lain maupun terhadap versi Pro Max terlihat jauh lebih dominan dalam jajak pendapat ini.
Hanya sekitar satu dari lima penggemar yang menyatakan bersedia membayar harga terkini untuk model X10. Kondisi tersebut diperparah karena konsumen bisa mendapatkan Oppo Find X9 Ultra dengan harga yang setara atau mendekati, yang membawa spesifikasi chipset lebih unggul seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 dibandingkan chip kelas 9500 pada Find X10.
Kendati demikian, pemotongan harga yang signifikan tampaknya sulit terjadi dalam waktu dekat. SK hynix selaku produsen DRAM terbesar ketiga di dunia telah memperingatkan bahwa kelangkaan memori diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2030, sehingga diskon harga di masa mendatang kemungkinan tidak sebesar biasanya.








