INTERNET

Pelanggan Internet Rakyat Belum Sentuh 1 Juta dalam Setahun

Pelanggan Internet Rakyat Belum Sentuh 1 Juta dalam Setahun
Daftar Isi
  1. Perkembangan dan Pra-Pendaftaran
  2. Perluasan Infrastruktur
  3. Persaingan Pasar Internet Tetap

Layanan Internet Rakyat dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) belum menembus 1 juta pelanggan meski hampir setahun sejak perusahaan membuka pra-pendaftaran layanan internet murah tersebut. Berdasarkan laporan kepada Tech – Berita AI, Gadget, Teknologi dan Sains – CNBC Indonesia (cnbcindonesia.com), jumlah pelanggan Internet Rakyat baru mencapai 900.000 hingga September 2026.

Perkembangan dan Pra-Pendaftaran

President Director PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Shannedy Ong, mengatakan kepada Tech – Berita AI, Gadget, Teknologi dan Sains – CNBC Indonesia (cnbcindonesia.com) pada Jumat (30/10/2026) bahwa layanan IRA atau Internet Rakyat FWA mencatatkan 900.000 pelanggan sampai dengan periode September 2026. Meskipun jumlah tersebut belum menyentuh angka satu juta, Shannedy menyebut capaian ini sebagai perkembangan positif serta menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet berkualitas dengan harga terjangkau.

Surge mulai membuka pra-pendaftaran Internet Rakyat sejak November 2025 melalui dua situs resmi yang disediakan perusahaan. Layanan ini menawarkan akses internet murah menggunakan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) pada frekuensi 1,4 GHz. Peluncuran layanan tersebut menyusul kerja sama komersial berskala penuh antara Surge dan OREX SAI Inc. yang diteken pada 12 November 2025 untuk menghadirkan layanan internet 5G FWA berbasis Open RAN pertama di dunia.

Dalam penawarannya, Surge menyediakan layanan 5G FWA dengan tarif flat sekitar Rp100.000 per bulan. Layanan ini memiliki kecepatan hingga 100 Mbps tanpa batas kuota data serta pemasangan secara gratis bagi para pelanggan.

Perluasan Infrastruktur

Meski jumlah pelanggan belum menembus 1 juta, Surge terus memperluas infrastruktur untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Hingga September 2026, jaringan Internet Rakyat yang dioperasikan anak usaha perseroan, PT Telemedia Komunikasi Pratama, telah memiliki lebih dari 3.100 site yang terintegrasi dan beroperasi.

Infrastruktur tersebut setara dengan lebih dari 9.000 unit radio yang terpasang dan beroperasi. Jaringan Internet Rakyat kini disebut sudah menjangkau sekitar 3,1 juta rumah tangga di 94 kota dan kabupaten, termasuk 51 wilayah yang semua berlokasi di Pulau Jawa. Selain mengembangkan layanan internet berbasis FWA, Surge juga memperkuat bisnis jaringan fiber optik atau Fiber to the Home (FTTH) di mana infrastruktur perseroan telah mencapai 3,2 juta home passed dan 2 juta home connect.

Persaingan Pasar Internet Tetap

Sebagai gambaran persaingan di pasar internet tetap atau fixed broadband, pemain besar seperti IndiHome dan MyRepublic telah memiliki basis pelanggan yang lebih besar. Telkomsel, melalui layanan IndiHome, tercatat melayani sekitar 9,5 juta pelanggan fixed broadband hingga akhir Juni 2026, yang turun dari 10,1 juta pelanggan pada semester pertama tahun sebelumnya.

Sementara itu, PT Ekamas Mora Republik Tbk selaku induk MyRepublic mencatatkan jumlah homepass gabungan Perseroan meningkat menjadi lebih dari 12,7 juta homepass. Pelanggan ritel gabungan menjadi lebih dari 2,6 juta pelanggan, serta pelanggan enterprise menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan. Disamping itu, pada sisi pengembangan Fixed Wireless Access (FWA), tercatat telah terdapat lebih dari 200 on-air site FWA yang tersebar di 90 kota/kabupaten di Indonesia.

Mungkin Anda Suka