GAMES

Mengapa Remake Game Populer Sangat Diminati Industri

Mengapa Remake Game Populer Sangat Diminati Industri

Kacey Doran langsung meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada adiknya begitu melihat cuplikan video dari versi remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time. Hampir 30 tahun lalu, saat berusia 10 tahun, Doran menghabiskan waktu bersama adiknya menyelesaikan game Nintendo 64 tersebut di depan televisi keluarga.

Kekuatan Emosional Nostalgia

Game pertama yang pernah diselesaikannya itu meninggalkan kesan mendalam melalui cerita fantasi dan musik yang indah. Kini, kenangan tersebut kembali menyeruak saat ia menyaksikan versi desain ulang yang dijadwalkan rilis untuk konsol Switch 2 akhir tahun ini. Menurut Doran yang kini mengajar kursus esports di Rowan University, New Jersey, game asli keluaran 1998 itu memiliki kualitas magis yang ingin ia rasakan kembali sekaligus dibagikan kepada anak-anak adiknya.

Fenomena ini menunjukkan kekuatan nostalgia dalam industri video game yang telah lama mengandalkan versi remake maupun remaster, mulai dari Mario Kart hingga Final Fantasy. Menurut Tim Wulf dari Centre for Advanced Internet Studies di Bochum, Jerman, nostalgia merupakan emosi campuran yang menghadirkan kebahagiaan sekaligus kesadaran bahwa masa lalu telah berlalu. Wulf menjelaskan bahwa nostalgia bersifat sosial karena memori tersebut terhubung dengan orang lain, dan video game sangat efektif memicu emosi ini karena pemain dapat masuk kembali ke lingkungan yang sama layaknya mesin waktu.

Strategi Bisnis dan Tantangan

Bagi industri game, merilis ulang judul klasik terbukti menjadi strategi yang sangat sukses. Piers Harding-Rolls selaku kepala riset game di Ampere Analysis menyatakan bahwa terhubung dengan penonton yang sudah mapan dan membangun konten yang ada merupakan jalur yang cukup aman bagi banyak perusahaan. Selain itu, memperbarui game yang sudah ada sering kali lebih hemat biaya dibandingkan menciptakan judul baru dari awal.

Kendati demikian, langkah ini tidak bebas dari risiko karena para penggemar kerap sangat melindungi game favorit mereka. Stephanie Ijoma selaku pendiri dan kepala eksekutif agensi kreatif NNESAGA menyebutkan bahwa pengembang harus menemukan keseimbangan yang tepat antara memuaskan penggemar dan berkreativitas dengan materi yang ada tanpa rasa takut.

Remake juga mempermudah pemain menikmati game klasik tanpa harus berurusan dengan perangkat keras lama yang sulit dioperasikan saat ini. Niklas Hallin selaku pengembang game indie mencatat bahwa versi remake membuat game lawas dapat berjalan mulus di perangkat modern, memberikan kemudahan akses bagi pemain baru yang tidak mengalami masa kecil dengan konsol jadul.

Melihat perkembangan teknologi di masa depan, Harding-Rolls memprediksi perusahaan game akan terus berupaya menghubungkan audiens baru dengan judul-judul klasik melalui pembaruan. Fokusnya mungkin akan bergeser dari peningkatan grafis semata menjadi penyesuaian editorial, interpretasi ulang, atau penambahan konten baru.

Mungkin Anda Suka