Chief Executive Officer Amazon Andy Jassy meyakini bahwa unit komputasi awan mereka, AWS, memiliki potensi untuk berkembang menjadi bisnis dengan pendapatan tahunan mencapai USD1 triliun. Keyakinan tersebut disampaikan Jassy dalam konferensi pers laporan keuangan kuartalan perusahaan pada Kamis, meskipun Amazon harus menggelontorkan belanja modal yang sangat besar terlebih dahulu.
Rencana Belanja Modal dan Lonjakan Infrastruktur AI
Sebelum mencapai target pendapatan tersebut, Amazon harus meningkatkan pengeluaran modal guna membangun infrastruktur pendukung yang diperlukan untuk bisnis yang tengah berkembang pesat ini. Menurut laporan TechCrunch, Jassy mengungkapkan bahwa perusahaan memperkirakan belanja modal kas pada tahun 2026 mencapai sekitar USD220 miliar dengan porsi terbesar dialokasikan untuk AWS. Angka pengeluaran tersebut bahkan akan meningkat secara signifikan pada tahun 2027.
Besarnya pengeluaran Amazon untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan sempat memicu kekhawatiran di kalangan investor sepanjang tahun ini. Para analis Wall Street berulang kali meminta penjelasan mengenai alasan di balik anggaran jumbo tersebut, sinyal pertumbuhan yang akan datang, serta proyeksi margin keuntungan.
Peluang Besar dari Permintaan Global
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Jassy menyatakan bahwa dana yang dikeluarkan merupakan investasi yang tepat karena perusahaan e-commerce raksasa itu berencana memanfaatkan momentum bersejarah dalam permintaan awan global yang didorong oleh kecerdasan buatan. Pendapatan AWS tercatat melonjak sebesar 39 persen dari kuartal yang sama pada tahun sebelumnya, yang menandai tren pertumbuhan stabil selama enam kuartal berturut-turut.
CEO tersebut memproyeksikan bahwa pertumbuhan pendapatan akan meningkat hingga 40 persen tidak hanya pada tahun berikutnya, tetapi juga pada tahun 2028. Jassy menilai peluang di sektor ini masih sangat luar biasa dengan laju inovasi yang terus berjalan, fungsi inti dan kecerdasan buatan yang baru, serta kapasitas yang terus ditambah setiap tahun.
Saat ditanya mengenai alasan di balik besarnya investasi untuk mengembangkan AWS, Jassy mendeskripsikan ledakan kecerdasan buatan ini sebagai peluang sekali seumur hidup yang menuntut komitmen finansial besar saat ini. Saham Amazon sendiri dilaporkan mengalami penurunan sekitar 6 persen pada perdagangan setelah penutupan pasar di hari Kamis akibat kekhawatiran investor tersebut.







