Pemerintah Indonesia berencana membangun fasilitas penyimpanan atau storage minyak mentah di dalam negeri agar proses impor bisa langsung masuk tanpa harus singgah ke negara lain terlebih dahulu. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut akan dikerjakan oleh Badan Layanan Umum bersama sejumlah mitra korporasi.
Pembangunan Storage dan Skema Pengadaan Energi
Menurut Bahlil kepada detikcom, langkah ini diambil agar pengiriman minyak impor dapat langsung menuju wilayah Indonesia tanpa harus mampir ke negara-negara lain di jalur pelayaran. Pembangunan fasilitas penyimpanan ini berkaitan erat dengan perubahan skema pengadaan energi yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2026. Melalui regulasi tersebut, pengadaan minyak mentah, bahan bakar minyak, dan gas minyak cair dijalankan oleh BLU melalui metode kerja sama antar pemerintah serta kerja sama pemerintah dengan badan usaha.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto agar jajaran kabinet menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan terburuk. Hal ini diperlukan guna memastikan pasokan energi bagi Indonesia tetap aman di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu. Saat ini, kegiatan impor minyak mentah nasional sudah tidak lagi berasal dari kawasan Timur Tengah.
Kunjungan Luar Negeri dan Jaminan Harga BBM
Guna mengamankan pasokan energi nasional, Bahlil yang juga memegang jabatan sebagai Menteri ESDM dijadwalkan melakukan kunjungan ke beberapa negara, seperti China dan India. Selain menjajaki kepastian pasokan, ia juga membawa mandat khusus dari kepala negara untuk mendapatkan kontrak kerja sama pengadaan dalam jangka panjang.
Bahlil meminta masyarakat Indonesia agar tetap tenang menghadapi dinamika sektor energi saat ini. Ia menjamin ketersediaan cadangan bahan bakar minyak nasional tetap berada dalam standar minimum serta memastikan harga untuk kategori subsidi tidak akan mengalami kenaikan.








