INTERNET

Canva Rilis Model AI Sendiri Bernama Canva Craft untuk Desainer

Canva Rilis Model AI Sendiri Bernama Canva Craft untuk Desainer
Daftar Isi
  1. Pengembangan dan Keunggulan Canva Craft
  2. Hasil Pengujian dan Kemampuan Penyuntingan
  3. Kontroversi Penggunaan AI Kreatif

Platform desain Canva semakin memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dengan merilis model gambar AI proprietar pertamanya yang diberi nama Canva Craft. Model baru ini sudah tersedia secara global bagi seluruh pengguna Canva dan dirancang secara khusus untuk para perancang grafis.

Pengembangan dan Keunggulan Canva Craft

Meskipun Canva telah lama mengintegrasikan berbagai alat AI dan model pihak ketiga sejak kemunculan Magic Media pada tahun 2023, kehadiran Canva Craft didorong oleh akuisisi Leonardo.Ai serta peningkatan riset internal perusahaan. Kepala Riset AI Canva, Stefano Corazza, menjelaskan kepada CNET bahwa kepemilikan teknologi AI secara mandiri membantu perusahaan menekan biaya komputasi awan serta mempercepat waktu pemrosesan.

Model ini dirancang khusus untuk desainer melalui penerapan arsitektur dua tahap. Berdasarkan penjelasan perusahaan dalam blog resminya, sistem tersebut memungkinkan model bersama perangkat penulisan perintah untuk melakukan penalaran sebelum menghasilkan sebuah desain. Corazza menuturkan bahwa pelatihan model ini memanfaatkan pustaka Canva, basis data berlisensi dan publik, serta data dari pengguna yang memberikan izin. Hasil akhirnya adalah pembuatan desain yang jauh lebih kompleks dan komprehensif.

Corazza menambahkan bahwa kecerdasan buatan tersebut mampu menyusun rencana lengkap mengenai tampilan dan tata letak gambar secara menyeluruh. Menurutnya, cara kerja tersebut meniru proses yang biasa dilakukan oleh para desainer saat menyusun elemen demi menyampaikan sebuah cerita visual.

Hasil Pengujian dan Kemampuan Penyuntingan

Berdasarkan hasil pengujian awal di platform DesignArena, Canva Craft menempati peringkat keempat secara keseluruhan untuk kategori model gambar. Posisi tersebut berada di bawah model ChatGPT Images milik OpenAI, namun mengungguli sejumlah model besar seperti Nano Banana dari Google dan MAI-Image buatan Microsoft. Canva juga meraih peringkat tinggi untuk pembuatan potret serta citra berfokus produk, meski masih tertinggal dalam subkategori pemasaran.

Kemampuan untuk menyunting hasil keluaran AI menjadi prioritas utama bagi Canva guna mengatasi masalah ketidaksesuaian hasil pembuatan generator. Melalui fitur seperti Magic Layers yang memungkinkan pengguna memecah desain AI menjadi elemen-elemen dasar untuk disesuaikan, Canva Craft dibangun di atas fondasi tersebut agar hasil akhirnya dapat langsung disunting kembali oleh pengguna.

Kontroversi Penggunaan AI Kreatif

Kehadiran perangkat kecerdasan buatan di ranah kreatif terus memicu kontroversi di kalangan fotografer, ilustrator, dan seniman. Mereka kerap menyuarakan kekhawatiran terkait dugaan pelanggaran hak cipta dalam pelatihan model AI, potensi penyalahgunaan materi, hingga kekhawatiran penggantian peran seniman manusia oleh eksekutif perusahaan. Di sisi lain, perusahaan kreatif seperti Adobe dan Canva tetap mempertahankan pendirian bahwa AI hanyalah sebuah alat yang disediakan bagi para kreator.

Terkait perkembangan tersebut, CEO platform penyuntingan foto VSCO, Eric Wittman, menyampaikan tanggapan melalui unggahan LinkedIn CEO Canva Melanie Perkins. Ia berpendapat bahwa fotografer asli akan selalu berada di posisi teratas untuk kategori potret dibandingkan kecerdasan buatan. Perdebatan antar-eksekutif ini membuat para fotografer harus menghadapi berbagai tantangan di berbagai platform desain, termasuk kewajiban membuktikan keaslian karya mereka di tengah metode verifikasi digital yang masih belum merata.

Mungkin Anda Suka