Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau dan memulai renovasi rumah seorang warga tidak mampu di kawasan Perumahan Permata, Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program tiga juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Peninjauan Rumah Warga
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar menyambangi kediaman Ester Yacoba Sumakul, seorang warga yang tinggal sendirian tanpa penghasilan tetap dan hanya mengandalkan bantuan dari kerabat serta tetangga. Saat meninjau lokasi, ia didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Maruarar mengungkapkan kondisi fisik rumah tersebut sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan penghuninya. “Tadi teman-teman sudah diundang datang, sudah melihat betapa hancurnya rumahnya dan berbahaya. Hancur apanya, saya lihat temboknya, atapnya, saya yakin sudah mau roboh,” ujarnya di lokasi.
Ia menambahkan bahwa pemilihan sasaran program ini didasarkan pada dua profil utama, yaitu kondisi fisik bangunan yang rusak parah serta keadaan ekonomi keluarga yang sangat tidak memungkinkan. Penerima bantuan kali ini diketahui masuk dalam kategori desil I atau kelompok masyarakat yang sangat tidak mampu.
Perbaikan hunian milik Ester ini memanfaatkan dana dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) senilai Rp 20 juta per unit rumah. Maruarar menegaskan bahwa langkah ini penting agar bantuan sosial dari negara dapat tepat sasaran dan tidak jatuh kepada pihak yang masih mampu atau memiliki rumah layak huni.
Realisasi dan Anggaran BSPS
Kementerian PKP mencatat realisasi program Bedah Rumah atau BSPS 2026 telah mencapai 46,72 persen hingga akhir September, dari total target sebanyak 400 ribu unit rumah yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini. Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, menjelaskan bahwa pelaksanaan program saat ini berjalan berdasarkan usulan yang sudah masuk dan tidak ada lagi usulan baru untuk tahun ini.
Untuk mengejar target 400 ribu unit rumah tersebut, Kementerian PKP telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,57 triliun. Fitrah menyatakan rasa optimisnya bahwa seluruh sasaran program BSPS ini dapat tercapai sepenuhnya hingga penghujung tahun.
Program BSPS sendiri bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal atau membangun rumah baru secara swadaya. Pelaksanaannya mengedepankan prinsip gotong royong agar masyarakat penerima turut berperan aktif dalam proses perbaikan hunian mereka.
Persiapan Program Tahun Depan
Selain merampungkan target tahun berjalan, Kementerian PKP juga mulai mempersiapkan pelaksanaan program Bedah Rumah untuk 2027 dengan sasaran sebanyak 315 ribu unit rumah. Fitrah menyampaikan bahwa persiapan dilakukan lebih awal agar pelaksanaan program dapat dimulai sejak awal tahun.
“Strategi tahun depan kita rencananya di Februari atau Maret sudah mulai. Jadi usulannya kita minta di Desember (2026) sudah masuk,” jelas Fitrah.
Sumber: Liputan6.com Ekonomi








