UMUM

Sutradara Lee Chang Dong Bahas Etika Kamera di Film Barunya

Sutradara Lee Chang Dong Bahas Etika Kamera di Film Barunya

Sutradara asal Korea Selatan Lee Chang Dong kembali mengangkat isu sosial kelas, buruh, dan modernitas melalui film fitur ketujuhnya yang berjudul *Possible Love*. Terinspirasi dari kisah nyata pemecatan massal 2.600 karyawan oleh sebuah konglomerat pada tahun 2009, film ini menyoroti kehidupan para karakter di masa pascakejadian yang penuh kompleksitas.

Etika Kamera dan Hubungan Antarmanusia

Dalam wawancara dengan The Verge saat berkunjung ke New York, Lee menjelaskan bahwa film tersebut berfokus pada karakter-karakter yang saling mendambakan pekerjaan, pakaian, pasangan, hingga posisi orang lain. Cerita bermula dari pertemuan pasangan Mi-ok dan Ho-seok dengan seorang pembuat film dokumenter bernama Ye-ji beserta suaminya, Sang-woo, di pemakaman seorang rekan kerja yang bunuh diri.

Ketika ditanya mengenai pertanyaan seputar cara menggambarkan rasa sakit orang lain dan jarak yang harus dijaga, Lee menyamakan hal tersebut dengan kekhawatiran yang pernah dirasakan oleh sutradara Bong Joon Ho sebelum menggarap film *Mother*. Menurut Lee, pertanyaan-pertanyaan ini berkaitan erat dengan etika menggunakan kamera.

Berbicara mengenai dinamika antara pembuat film dan subjeknya, seperti karakter Ye-ji yang mengejar akses tingkat tinggi, Lee menyatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari sifat dasar kamera itu sendiri. Begitu seseorang memegang kamera, ia memiliki kekuasaan, dan kamera beroperasi berdasarkan kekuasaan tersebut. Sutradara dan pencerita berada di posisi tengah yang netral atau bahkan pengecut, namun mereka tetap dapat membawa sedikit perubahan lewat usaha mereka.

Latar Belakang Politik dan Kolaborasi

Mengenai latar belakang politiknya yang tumbuh di Daegu, yang dikenal sebagai pusat konservatisme di Korea Selatan, Lee menceritakan bahwa pengalaman berpartisipasi dalam demonstrasi mahasiswa melawan rezim Chun Doo-hwan pada musim semi 1980 memberinya kesadaran mendalam mengenai sentimen garis keras warga setempat. Pengalaman tersebut menumbuhkan ketegangan tersendiri dalam cara pandangnya terhadap dunia.

Terkait kolaborasinya dengan penulis skenario Oh Jung-mi, yang merupakan mantan mahasiswanya di Korea National University of Arts, Lee memuji kreativitas dan kemampuan Oh dalam mengambil sudut pandang yang bermakna. Meskipun ia kerap merombak proyek selama bekerja sama, Oh tetap mendampingi dan memberikan banyak bantuan.

Dalam film ini, setiap karakter memiliki keinginan yang berbeda terhadap penggunaan kamera. Ye-ji ingin mengabadikan kehidupan buruh yang hilang, Mi-ok ingin menyiarkan rasa sakit dan masalah suaminya, sementara Lee sendiri berupaya menyampaikan penderitaan buruh yang di-PHK kepada penonton film naratif.

Menanggapi pengalamannya bekerja sama dengan investor Amerika Serikat, Lee menyatakan bahwa Netflix tidak pernah melakukan intervensi atau memberikan catatan yang tidak diminta dari tahap praproduksi hingga pascaproduksi, serta memberikan kebebasan penuh kepadanya sebagai sutradara.

Film *Possible Love* telah dirilis di bioskop-bioskop pilihan Amerika Serikat pada tanggal 23 Oktober dan akan segera tersedia di platform Netflix secara global pada tanggal 6 November.

Sumber: The Verge

Mungkin Anda Suka