Daftar Isi
Raut penuh harapan menyelimuti Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, pada 22–23 Oktober 2026. Di tengah ribuan pencari kerja yang memadati ajang Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026, dinding sekat batasan usia, latar belakang pendidikan, hingga keterbatasan fisik seolah runtuh seketika.
Peluang Tanpa Batas dari Teleperformance Indonesia
Langkah nyata dalam merawat kesetaraan ini ditunjukkan oleh penyedia layanan bisnis digital, Teleperformance (TP) Indonesia. Perusahaan yang sebagian besar karyawannya bergerak di bidang customer service ini membuktikan bahwa pintu kesempatan selalu terbuka lebar bagi siapa saja.
HR Partnership TP Indonesia, Fauzi Ramadan, menyampaikan bahwa pihaknya menerima seluruh berkas pelamar tanpa batasan kuota maupun kriteria disabilitas. Selama TKM Expo 2026 berlangsung, sekitar lima pelamar penyandang tunawicara dan tunanetra telah melayangkan lamaran mereka.
“Kami tidak membatasi kriteria disabilitasnya, tetap kami terima. Nanti CV yang masuk kita sesuaikan dengan sektornya,” tutur Fauzi kepada Liputan6.com, ditulis Sabtu (24/10/2026).
Penyesuaian posisi dilakukan secara cermat agar tiap kandidat bisa mengoptimalkan kemampuannya. Pelamar tunawicara, misalnya, disesuaikan untuk posisi layanan pelanggan non-suara seperti respons email atau live chat.
TP Indonesia tidak memberikan pendampingan khusus saat bekerja karena karyawan disabilitas yang lolos seleksi akan mengikuti tahapan onboarding dan pembekalan produk bersama rekan-rekan lainnya. Pendekatan ini diterapkan agar mereka dapat beradaptasi dan belajar secara alami di lingkungan kerja yang setara.
Saat ini, TP Indonesia telah mempekerjakan karyawan disabilitas. Meski jumlahnya masih di bawah sepuluh orang karena menyesuaikan dengan penyaringan kompetensi posisi, pintu rekrutmen tetap terbuka luas bagi pelamar umum maupun berkebutuhan khusus.
Antusiasme Tinggi di Stan PT Prakarsa Foods Nusantara
Kehangatan bursa kerja yang memanusiakan semua orang kian terasa di stan PT Prakarsa Foods Nusantara dengan antrean pelamar yang mengular panjang dari pagi hingga sore hari. Perusahaan yang tengah berekspansi ini membuka 28 formasi kerja dari jenjang magang hingga manajer dengan kualifikasi lentur mulai dari lulusan SMP untuk posisi perbantuan logistik, lulusan S2 dan S3, fresh graduate, hingga usia 55 tahun.
Stan ini menyiapkan ruang yang hangat bagi pelamar berkebutuhan khusus dengan melayani sebanyak delapan pelamar penyandang tunarungu dan low vision. Sebanyak enam berkas diterima di hari pertama dan dua berkas di hari kedua.
Head of People and Culture PT Prakarsa Foods Nusantara, Madeline Kamili, menegaskan bahwa ketulusan untuk belajar adalah nilai utama yang mereka cari dari setiap kandidat.
“Keterbatasan fisik sama sekali bukan penghalang buat kami. Semangat belajar dan kemauan keras mereka untuk memberikan yang terbaik justru hal yang sangat kami apresiasi. Semua posisi dan tingkatan kami perlakukan merata tanpa diskriminasi,” ungkap Madeline.
Ketulusan tersebut membuahkan antusiasme luar biasa di mana stan Prakarsa Foods dibanjiri 949 pelamar di hari pertama dan menembus lebih dari 1.000 pelamar di hari kedua, di luar 341 berkas pendaftaran daring.
Dukungan Pemprov DKI Jakarta Lewat Belasan Ribu Lowongan
Keterbukaan lapangan kerja ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi). Mengusung semangat Jakarta Bekerja, Pemprov DKI memfasilitasi 12 ribu lowongan pekerjaan yang melibatkan 65 perusahaan dalam negeri dan 10 perusahaan luar negeri.
Kepala Dinas Nakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin, menegaskan bahwa ajang ini memang dirancang inklusif untuk menyerap seluruh lapisan masyarakat.
Bagi masyarakat yang belum sempat hadir secara tatap muka, peluang menjemput impian masih terbuka secara daring melalui laman karir.jakarta.go.id hingga 29 Oktober 2026.
Sumber: Liputan6.com Ekonomi






