Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka peluang baru dalam proses produksi visual. Kendati mampu mempercepat pekerjaan, manusia diingatkan untuk tidak menyerahkan seluruh keputusan kreatif kepada mesin, seperti dilaporkan Liputan6.com.
Pentingnya Peran Kreator
Partner & Executive Creative Director of Found, Clayton Welham, berpandangan bahwa selera serta pengalaman manusia masih memegang peran penting dalam melahirkan karya yang berkarakter. Tanpa keterlibatan kreator, hasil buatan mesin rentan terlihat seragam.
“Jika kita tidak bisa memasukkan selera kreatif sendiri ke dalam proyek, mesinlah yang akhirnya menghasilkan karya. Risikonya, semua hasil akan terlihat sama,” ucap Welham dalam sesi Beyond the Prompt pada acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Menurut Welham, keterampilan teknis, art direction, dan pengalaman membantu kreator dalam menetapkan arah serta menjaga kualitas akhir dari sebuah karya. Berbagai unsur tersebut turut memengaruhi cara suatu gagasan diwujudkan ke dalam bentuk visual.
“Teknologi bukan sekadar alat untuk mengambil alih pekerjaan manusia. AI dan perangkat efek visual bisa mempercepat pengerjaan sekaligus membuka lebih banyak kemungkinan dalam pengembangan ide,” lanjut Welham.
Meski demikian, teknologi mesti diterapkan pada bagian yang tepat. Kreator harus tetap menyusun konsep, tampilan visual, serta aspek yang perlu disempurnakan sebelum hasil akhirnya diserahkan kepada klien.
Pemanfaatan AI untuk Eksplorasi
Welham memberikan contoh penggunaan perangkat lunak Houdini guna membangun sistem yang mampu menciptakan dua belas variasi dari satu konsep animasi. Timnya menyusun animasi lebih dulu dan menetapkan parameter, lalu memakai sistem itu demi mengeksplorasi pilihan visual.
Pendekatan tersebut memberikan banyak opsi kepada tim tanpa harus membangun ulang seluruh proses di tiap percobaan. Dengan demikian, eksplorasi berjalan lebih cepat sementara arah visual tetap berada di tangan kreator.
Dalam proyek Guinness Smooth untuk pasar Afrika, tim Welham menyiapkan dua puluh variasi visual yang menggambarkan dua tetesan cairan bertabrakan dan membentuk pola. Berbagai pilihan itu diserahkan kepada klien agar mereka dapat memilih visual yang paling tepat sebelum tahap penyelesaian.
Timnya juga merancang serangkaian pengujian visual untuk produk L’Oréal Metal Detox guna mencegah rambut patah. Animasi tersebut dibuat untuk menjelaskan kerusakan rambut secara menarik dan informatif, di mana hasil pengembangan visualnya dipakai berulang kali.
Welham juga menyoroti penggabungan berbagai disiplin dalam produksi kreatif, seperti memadukan karakter buatan AI dengan lingkungan animasi tiga dimensi. Pemanfaatan AI di industri kreatif bukan sekadar mengejar kecepatan produksi, melainkan memperluas opsi eksplorasi dengan gagasan dan keputusan akhir yang tetap dipegang oleh manusia.
Sumber: Liputan6.com Internet







