Daftar Isi
Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dino Patti Djalal, mengingatkan pemerintah mengenai penurunan status pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International. Melalui akun media sosialnya, Dino menyatakan bahwa keputusan MSCI menurunkan status pasar modal Tanah Air ke level *standalone market* perlu disiasati dan bukan dilawan.
Indikasi Erosi Kepercayaan Pengusaha
Menurut Dino seperti dilaporkan CNN Indonesia, MSCI merupakan lembaga non-pemerintah yang netral dengan kepercayaan sebagai modal dasarnya. MSCI menerapkan tolak ukur serupa kepada semua negara tanpa kepentingan maupun konspirasi. Oleh karena itu, penurunan level pasar saham Indonesia mengindikasikan adanya erosi kepercayaan di kalangan pengusaha baik dalam maupun luar negeri.
Dino menuturkan bahwa erosi kepercayaan di dalam negeri sudah dirasakan oleh pengusaha dari level papan atas, menengah, hingga bawah. Ia menyarankan agar pemerintah segera mengobati masalah tersebut sejak dini sebelum memburuk, seraya menyebut bahwa investor global menjadikan MSCI sebagai acuan utama karena independensinya.
Belajar dari Pengalaman China
Dino mengingatkan bahwa Indonesia sebelumnya pernah diberikan indeks tinggi oleh MSCI sebesar 1,2 persen, namun kini jatuh ke klasifikasi terbawah dengan kriteria yang sama. Ia menegaskan bahwa situasi ini bukan pertandingan adu jotos atau permainan gagah-gagahan, sehingga pemerintah harus mendengarkan MSCI selayaknya nasihat wasit.
Lebih lanjut, ia mencontohkan langkah China yang sempat ditolak tiga tahun berturut-turut saat berusaha masuk ke level *emerging market* di MSCI. Negeri tirai bambu tersebut merespons secara terbuka dan menyesuaikan diri dengan standar MSCI tanpa sikap defensif hingga akhirnya berhasil naik kelas pada tahun 2018.
Tawaran Solusi untuk Pemerintah
Dino menawarkan sejumlah solusi bagi pemerintah, salah satunya dengan mengadakan diskusi intensif serta tertutup bersama MSCI guna menargetkan perbaikan skor pada Juni 2027 agar sejajar dengan Malaysia dan Thailand. Pemerintah diminta meyakinkan MSCI dengan kesungguhan serta menghindari sikap menyangkal, defensif, atau arogan.
Selain itu, ia menyarankan pembentukan Satgas Khusus penanganan isu MSCI yang berisikan Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, Bursa Efek Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan dengan kebijakan komunikasi satu pintu. Dino juga mengimbau penghentian pengerahan *buzzer* untuk menyerang MSCI karena tidak akan berpengaruh, serta meminta agar sentimen pasar dijaga demi memulihkan kepercayaan investor global.







