Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) menerbitkan peringatan penting mengenai modus penipuan baru yang mencatut nama lembaga tersebut untuk menakut-nakuti masyarakat. Dalam aksinya, para penipu menghubungi korban melalui sambungan telepon dan mengklaim bahwa nomor ponsel korban sedang dipakai untuk melakukan kejahatan di luar negeri.
Modus Operandi Penipuan Mengatasnamakan FTC
Berdasarkan peringatan yang dirilis pada hari Kamis seperti dilaporkan CNET, para pelaku penipuan berupaya meyakinkan korban bahwa nomor telepon mereka terancam dinonaktifkan apabila tidak segera memberikan respons. Agar terlihat meyakinkan, penelepon akan menyambungkan korban kepada seseorang yang mengaku sebagai petugas kepolisian palsu.
Selanjutnya, korban akan diberikan sebuah kueri pencarian untuk menemukan nomor telepon palsu guna mengajukan laporan. Ketika nomor tersebut dihubungi, komplotan penipu lainnya akan mengangkat panggilan tersebut. Setelah korban menyerahkan berbagai data pribadi, pelaku akan meminta korban bepergian ke negara terkait untuk menyelesaikan masalah atau menyerahkan sejumlah uang sebagai deposit keamanan.
Bahaya Mengangkat Panggilan Telepon Asing
Menjawab panggilan dari nomor asing yang tidak dikenal memberikan informasi berharga bagi para penipu bahwa nomor tersebut aktif dan berpotensi mudah menjadi korban tahap penipuan berikutnya. Tindakan mengangkat telepon secara otomatis meningkatkan nilai data pribadi yang dimiliki pelaku.
Modus operandi semacam ini bekerja dengan memanfaatkan respons emosional korban yang memicu adrenalin, mulai dari dering telepon, tampilan identitas penelepon yang mengecoh seolah dari instansi pemerintah, hingga rentetan ancaman yang menakutkan. Mengabaikan panggilan tak diundang dari orang asing memberikan waktu bagi masyarakat untuk berpikir secara rasional, terlebih jika penelepon tidak meninggalkan pesan suara yang memperjelas maksud mereka.
Langkah pencegahan yang paling utama adalah menyadari bahwa pihak FTC tidak akan pernah menghubungi individu secara langsung untuk urusan semacam itu, terutama tanpa adanya pengumuman resmi ke publik terlebih dahulu.
Sumber: News – CNET






