EKONOMI

Airlangga Jelaskan Prabowo Sebut Ekonomi RI Peringkat 7

Airlangga Jelaskan Prabowo Sebut Ekonomi RI Peringkat 7

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia berada di peringkat ketujuh terbesar di dunia. Berdasarkan keterangan Airlangga, posisi tersebut dihitung menggunakan indikator paritas daya beli atau *Purchasing Power Parity* (PPP) dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Perbedaan Tolok Ukur Ekonomi

Airlangga menguraikan bahwa indikator tersebut berbeda dengan penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal yang berbasis dolar Amerika Serikat. Dalam perhitungan PDB nominal G20, posisi Indonesia saat ini berada di urutan ke-16 atau ke-17.

Menurut Airlangga kepada CNN Indonesia, data tersebut sudah disesuaikan dengan kemampuan belanja serta daya beli masyarakat Indonesia, sehingga ia menepis anggapan bahwa data tersebut tidak menggambarkan kondisi ekonomi riil saat ini.

Pernyataan Presiden Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia menempati urutan ketujuh dunia berdasarkan daftar ekonomi terbesar dari sisi PPP yang dirilis oleh IMF. Hal tersebut disampaikannya ketika berpidato dalam acara Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (22/10).

Prabowo menilai pencapaian tersebut menunjukkan kekuatan potensi ekonomi nasional serta inovasi yang dihasilkan oleh para pelaku usaha tingkat akar rumput. Ia memberikan apresiasi kepada para petani serta pelaku usaha UMKM yang menjadi penopang utama kekuatan ekonomi negara.

Meskipun demikian, Prabowo tetap memberikan catatan bahwa tantangan terbesar pemerintah ke depan adalah menjamin agar pertumbuhan dan kekayaan ekonomi tersebut dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat di lapisan bawah.

Mungkin Anda Suka