UMUM

Elon Musk Ancam Partai Demokrat AS Lewat Unggahan di X

Elon Musk Ancam Partai Demokrat AS Lewat Unggahan di X
Daftar Isi
  1. Ancaman Lewat Platform X
  2. Peran di Pemerintahan dan Proyek DOGE
  3. Potensi Penyelidikan oleh Demokrat

Elon Musk, sekutu Presiden Donald Trump, melontarkan ancaman keras kepada kubu Demokrat yang berniat menyelidiki dugaan korupsi serta perannya di pemerintahan Amerika Serikat jika mereka berhasil menguasai Kongres bulan depan.

Ancaman Lewat Platform X

Pernyataan tersebut disampaikan Musk melalui akun pribadinya di platform media sosial X, menanggapi sebuah artikel berita Politico mengenai rencana Demokrat untuk menyelidiki aktivitasnya jika memenangkan pemilihan sela pada bulan November.

“Siapa yang hidup dengan pedang, akan mati oleh pedang,” tulis Musk di X, seperti dilaporkan detikINET.

Musk juga menegaskan bahwa pihak yang mencari masalah dengannya harus memahami konsekuensinya. Ia menyatakan akan mencari tahu pihak yang menjadi dalang sebenarnya dan memburu mereka, bukan sekadar para bonekanya.

Peran di Pemerintahan dan Proyek DOGE

Sebagai triliuner pertama Amerika Serikat, Musk merupakan penyumbang dana utama bagi Partai Republik pimpinan Trump. Ia kerap bertindak sebagai penasihat presiden serta penerima besar kontrak pemerintah melalui perusahaan SpaceX miliknya, di samping mengendalikan produsen mobil listrik Tesla.

Setelah mendanai kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan pada pemilu 2024, Musk memimpin proyek kontroversial di Department of Government Efficiency (DOGE). Misi dari lembaga tersebut adalah memangkas pengeluaran pemerintah AS yang berujung pada hilangnya pekerjaan bagi hampir 300.000 pegawai.

Potensi Penyelidikan oleh Demokrat

Partai Republik saat ini menguasai Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, Partai Demokrat diprediksi akan memenangkan setidaknya majelis rendah (DPR) pada pemilihan yang berlangsung tanggal 3 November mendatang.

Kemenangan tersebut akan menempatkan kubu Demokrat di kursi pimpinan komite-komite investigasi yang berkuasa. Mereka akan memiliki wewenang untuk memaksa pemberian kesaksian dan menjadikan Musk sebagai target utama penyelidikan.

“Banyaknya konflik kepentingan (di sini) benar-benar mencengangkan,” ujar politikus Demokrat berpengaruh, Zoe Lofgren, seperti dikutip dalam laporan Politico.

Mungkin Anda Suka