INTERNET

Google Chrome Tambah Fitur Baru untuk Deteksi Situs Palsu

Google Chrome Tambah Fitur Baru untuk Deteksi Situs Palsu
Daftar Isi
  1. Fitur Peringatan Situs Berdasarkan Kategori
  2. Perlindungan Berbasis AI Gemini
  3. Mitigasi Teknik Rekayasa Sosial ClickFix

Google mengembangkan sistem keamanan pada peramban Chrome untuk memperingatkan pengguna mengenai situs mencurigakan seiring dengan maraknya penipuan daring. Seperti dilaporkan CNN Indonesia, perusahaan terus meningkatkan sistem perlindungan untuk merespons taktik rekayasa sosial yang kian berkembang.

Fitur Peringatan Situs Berdasarkan Kategori

Google mengenalkan opsi Safe Browsing di Chrome yang membagi peringatan keamanan menjadi dua kategori ketika mode Enhanced Protection diaktifkan, yaitu situs mencurigakan dan situs berbahaya. Situs mencurigakan merujuk pada laman dengan indikasi pola penipuan namun tingkat keyakinan sistem yang lebih rendah, sementara situs berbahaya merupakan laman yang terdeteksi secara pasti dapat merugikan pengguna.

Situs berbahaya yang memiliki risiko tinggi akan memicu peringatan berwarna merah yang memenuhi layar peramban. Format, ikonografi, warna, dan teks pada peringatan tersebut dibedakan agar pengguna dapat memahami situasi dengan cepat dan mengambil keputusan yang tepat sesuai konteksnya.

Sebelumnya, Chrome telah meluncurkan Safe Browsing pada tahun 2020 untuk menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. Peramban tersebut kemudian memperkenalkannya bersama fitur Enhanced Protection guna melindungi pengguna dari ancaman phishing, rekayasa sosial, serta berbagai modus penipuan lainnya.

Perlindungan Berbasis AI Gemini

Google turut memperkuat kemampuan deteksi penipuan dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan Gemini ke dalam Chrome. Perlindungan ini kini diperluas kepada seluruh pengguna yang mengaktifkan Enhanced Protection dengan memanfaatkan model Gemini yang beroperasi di server.

Penerapan model tersebut memungkinkan peramban mendeteksi berbagai jenis penipuan baru, termasuk penggunaan antivirus palsu dan notifikasi pembaruan browser palsu. Gemini menganalisis konten halaman web untuk mengenali sejumlah indikator seperti merek, tujuan halaman, serta potensi penipuan, yang kemudian digabungkan dengan reputasi domain oleh Safe Browsing.

Google menegaskan bahwa Chrome membatasi pengiriman data ke server di mana analisis teks hanya berjalan ketika situs menunjukkan indikasi penipuan yang kuat. Konten halaman yang dikirim dari perangkat juga hanya diproses secara sementara tanpa dicatat dalam log, disimpan, ataupun digunakan untuk pelatihan model kecerdasan buatan.

Mitigasi Teknik Rekayasa Sosial ClickFix

Peramban ini juga memperketat perlindungan terhadap teknik rekayasa sosial bernama ClickFix yang menipu pengguna agar menyalin dan menjalankan perintah berbahaya di komputer. Teknik tersebut mengarahkan pengguna untuk menempelkan perintah melalui terminal sistem operasi seperti PowerShell atau cmd.exe guna menghindari sistem pengunduhan Chrome.

Guna mengatasi hal tersebut, Chrome kini mampu mendeteksi saat pengguna Enhanced Protection menyalin perintah yang mencurigakan ke clipboard. Data pada clipboard akan dibersihkan dari informasi identitas pribadi sebelum dikirim ke Safe Browsing untuk dianalisis lebih lanjut.

Apabila analisis membuktikan perintah tersebut berbahaya, Chrome langsung menerbitkan peringatan secara seketika kepada pengguna. Google menyarankan pengguna untuk mengaktifkan fitur Enhanced Protection pada Chrome dan Akun Google agar memperoleh perlindungan menyeluruh dari ancaman siber.

Mungkin Anda Suka