Hijaz.id, Umum — Tes Wartegg merupakan salah satu jenis psikotes yang paling banyak dijumpai pada proses perekrutan mahasiswa maupun karyawan dalam suatu perusahaan maupun instansi pemerintahan.
Cabang dari psikotes ini pun terbilang merupakan salah satu bagian yang tersulit. Tidak jarang yang merasa paranoid dalam menghadapi tes satu ini.
Sebagian orang merasa terjebak dengan psikotes tersebut karena soal psikotes tersebut nampak tidak terduga bagaimana jawaban yang sesungguhnya. Lantas, benarkah cabang psikotes satu ini begitu sulit?
Daftar Isi
Pengertian Tes Wartegg

Jika Anda pernah mendaftar pada suatu perguruan tinggi melalui tes tertulis maupun sudah pernah melamar pekerjaan di suatu perusahaan, tentu saja Anda tidak akan merasa asing dengan cabang psikotes tersebut.
Tes Wartegg merupakan salah satu bahan psikotes/psikiometri yang mana Anda akan diminta untuk melengkapi gambar tertentu.
Psikotes ini dibuat guna mengetahui karakter seseorang dari sisi imajinasi, emosi, dinamisme, reality function serta kemampuan dalam hal mengontrol sesuatu.
Menurut sejarah, tes ini diciptakan dan digagas oleh dua ahli ilmu pengetahuan yakni Krugger dan Sander yang berasal dari Universitas Leipzig. Akan tetapi, psikotes ini dikembangkan lebih lanjut oleh Ehrig Wartegg dan Marian Kinget.
Pada mulanya cabang psikotes ini tercetus dari adanya aliran psikologi Gestalt yakni dari Universitas Leipzig yakni Krugger dan Sander.
Sander dan Krugger menciptakan teknik Phantasie Test dan kemudian menghasilkan sifat struktural khas dari suatu subyek pada materi Drawing Completion Test (DCT).
Berangkat dari keberhasilan Sander dan Krugger itulah, Dr. Ehrig Wartegg memutuskan untuk melanjutkan penelitian terdahulunya tersebut hingga akhirnya menemukan tes Wartegg DCT atau yang dalam bahasa Jerman dikenal sebagai Wartegg Zeichen Test atau WZT.
Dr. Ehrig Wartegg mengembangkan tes tersebut pada tahun 1930 dan dimuat dalam karyanya yang bernama Gestalltung und Character sebagai suatu outline untuk tipologi tes DCT tersebut.
Secara umum, ujian tersebut terbagi menjadi 8 kotak data berisikan gambar yang mengharuskan Anda untuk meneruskannya hingga membentuk karakter yang bisa dimaknai secara umum.
Psikotes ini mempunyai beberapa tujuan di antaranya sebagai berikut.
- Untuk mengeksplorasi struktur kepribadian dari fungsi dasar seseorang yaitu emosi, imajinasi, kontrol, dinamisme dan fungsi realita.
- Untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana masalah-masalah yang ada meluas dalam diri seorang individu.
- Untuk dapat melihat abnormalitas dari seorang individu.
Aspek Emosi yang Tergali dari Tes Wartegg
Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh ahli aliran Gestalt tersebut, dinyatakan bahwa melalui psikotes tersebut ternyata dapat menggali beragam aspek yang ada dalam diri seorang individu khususnya aspek-aspek emosi.
Adapun aspek emosi yang dimaksud yaitu outgoing and seclusive sesuai dengan ekstraversi dan introversi.
Aspek emosi outgoing
Yang termasuk ke dalam aspek emosi outgoing di antaranya ialah sebagai berikut.
- Animate nature yaitu suatu arahan atau petunjuk langsung dari integrasi dan penyesuaian diri suatu subjek.
- Physiognomy, yakni segala hal dalam gambar figure manusia yang dapat memberitahu pengamat atau penyimak mengenai apa dan siapa figure tersebut, jenis kelamin, pekerjaan, usia dan sifat.
- Expansion, yaitu menunjukkan kecenderungan terhadap gambar-gambar tertentu khususnya gambar pemandangan alam maupun kota serta inferior untuk melampaui batas-batas kotak.
- Curves, yakni untuk menyimak garis luwes yang berasal dari tonus otot yang santai.
- Casualness, yaitu menunjukkan bagaimana cara menggambar yang lepas, bebas, informatif, bergaya dan dapat menaikkan maupun memperindah bahkan merusak gambar yang Anda buat.
- Aspek emosi seclusive
Terlepas dari aspek emosi outgoing, aspek emosi seclusive juga memiliki beberapa unsur yakni sebagai berikut.
- Inanimate nature, yaitu segala hal yang mencakup berbagai benda dari daun, awan, air, bunga maupun gambar buah hingga ke gambar-gambar yang lebih rumit lainnya.
- Atmosphere, yakni suatu gambar yang berasal dari cara seseorang mempersentasikan dan melaksanakan sesuatu sehingga dapat memunculkan suatu kualitas perasaan maupun kualitas suasana dalam gambar tersebut.
- Soft lines, yakni suatu gradasi garis-garis lemah hingga yang hampir tidak nampak sekalipun.
- Symetric abstraction, yaitu pemberian nilai terhadap respon tersebut berdasarkan kerumitan dan nilai estetika dari suatu gambar.
- Asymetric abstraction, yaitu mencakup gambar-gambar yang menampilkan permainan garis-garis bebas serta cahaya yang membentuk suatu bayangan.
- Shading, yakni mencakup 3 aspek diagnostik yang signifikan yakni intensitas, fungsi dan tekstur.
- Parts, yaitu suatu karakteristik elemen dari suatu gambar representasional, yang mana memiliki makna sebagai pembeda di antara suatu keseluruhan seperti rumah, pemandangan alam, mobil dan lain sebagainya.
- Schematism, yaitu satu bentuk dari konten alam atau nature content dengan ciri-ciri berupa perlakuan geometris atau segi empat.
- Scribbles, yaitu coret-coretan atau garis acak, kacau dan segala bentuk gambar yang kabur.
Tips dan Trik Mengerjakan Tes Wartegg
Bagi Anda yang baru pertama kalinya hendak mengerjakan psikotes, maka ada baiknya Anda melakukan antisipasi guna menyambut tes Wartegg tersebut. Sebab, bisa dipastikan bahwa Anda akan diminta untuk mengerjakannya.
Adapun cara mengantisipasi serangan cabang psikotes tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.
- Jagalah kertas Anda agar tetap dalam kondisi yang bersih.
- Kerjakan tes tersebut dengan menggambar secara acak, akan tetapi tetap harus dinamis.
- Pengerjaan tes dimulai dari menggambar pilihan yang paling mudah dan tanpa berpikir lama.
- Berhati-hatilah dalam menggambar pilihan Anda, sebab gambar yang terhapus dapat memberikan isyarat bahwa Anda adalah pribadi yang kurang berhati-hati dan cenderung tidak tegas. Jika Anda menekan alat gambar Anda terlalu keras, juga dapat mengisyaratkan bahwa Anda merupakan pribadi yang keras kepala.
- Usahakan sarapan sebelum mengerjakan tes. Sebab, sarapan dapat membangkitkan semangat dan konsentrasi Anda.
- Kerjakan tes dengan konsentrasi penuh. Jangan mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar dan cobalah untuk tetap fokus pada apa yang Anda kerjakan.
- Berdoa dan pasrahkan seluruh hasil yang diterima kepada Yang Maha Berkehendak.
Berbagai informasi terkait tes Wartegg yang telah dikembangkan oleh psikolog Jerman tersebut, sekiranya dapat menambahkan wawasan dan ilmu pengetahuan Anda terutama bagi Anda yang hendak menjalani psikotes.
Jangan gegabah dalam mengerjakan tiap soal yang diberikan dan jangan terlalu pusing untuk menyelesaikannya. Semoga tes Anda berjalan dengan sukses. Tetap semangat!