Daftar Isi
General Motors baru-baru ini menggelar acara di New York City untuk memamerkan peta jalan teknologi baru yang berfokus pada pengembangan kendaraan berbasis kecerdasan buatan (AI), teknologi baterai canggih, komputer mobil bertenaga tinggi, dan penggerak otonom. Dalam wawancara dengan The Verge, Kepala Produk GM Sterling Anderson membahas berbagai tantangan, inovasi perangkat lunak, serta pandangan perusahaan mengenai otomatisasi pabrik dan kendaraan otonom.
Fokus pada Kecepatan Lewat Pengujian Virtual
Anderson menjelaskan bahwa kendaraan saat ini bertransformasi menjadi pendamping yang cerdas melalui berbagai cara. Ia menyoroti pentingnya proses pengembangan yang lebih cepat dan efisien. Menurutnya, peningkatan kecepatan pengembangan tidak mengorbankan keselamatan, melainkan dicapai melalui pengujian virtual.
Ia menyatakan bahwa alih-alih mengirim sejumlah prototipe fisik untuk uji tabrak yang memakan waktu hingga enam bulan, perusahaan dapat menjalankan ribuan pengujian di dunia virtual untuk mendapatkan umpan balik yang jauh lebih cepat. “I kick off thousands of tests in the virtual world that give me feedback much quicker,” ujar Anderson kepada The Verge. Pendekatan ini diklaim memberikan kecepatan sekaligus cakupan dan pemahaman keselamatan yang lebih baik.
Integrasi AI dan Perangkat Lunak
Terkait model AI yang digunakan, Anderson menuturkan bahwa GM memanfaatkan data internal dari dekade desain dan analisis untuk melatih model fondasi berbasis transformer. Untuk fungsionalitas yang krusial bagi keselamatan, inferensi dijalankan langsung di dalam kendaraan (onboard) guna menghindari latensi atau gangguan koneksi. Sementara itu, fitur non-keamanan seperti interaksi OnStar AI dapat diproses melalui awan (cloud) karena tidak membutuhkan respons seketika.
Anderson menambahkan bahwa penggunaan sistem kelistrikan yang umum dan komputasi tersentralisasi di seluruh portofolio kendaraan sangat penting untuk memangkas kompleksitas perangkat lunak. Hal ini memungkinkan para insinyur perangkat lunak bekerja secara efisien seolah-olah mereka hanya mengelola sedikit model produksi.
Pendekatan Otonomi Kendaraan dan Penolakan terhadap Robot Humanoid
Mengenai kendaraan otonom, Anderson menyatakan filosofi perusahaan adalah merancang sistem otonom yang bekerja berdasarkan jenis jalan tertentu dan meluas secara bertahap, alih-alih mengandalkan pendekatan robotaksis yang dibatasi wilayah. GM juga memastikan bahwa privasi pengguna dilindungi melalui enkripsi ujung ke ujung, di mana data hanya tersedia dalam tingkat agregat dan anonim.
Dalam kesempatan yang sama, Anderson mengkritik tren industri yang mengandalkan robot humanoid untuk lini produksi pabrik. Ia menilai bahwa bentuk humanoid mengutamakan estetika di atas fungsi dan tidak lahir dari prinsip dasar teknik yang efisien. Lingkungan produksi tidak dirancang untuk bentuk tubuh manusia, sehingga GM lebih memilih bentuk robot fungsional seperti lengan robot khusus untuk tugas-tugas tertentu di pabrik.
Perusahaan otomotif tersebut juga berupaya menghadirkan kendaraan yang lebih terjangkau melalui penggunaan kimia baterai litium mangan kaya (LMR) dan penyederhanaan arsitektur kelistrikan yang mengurangi bobot kendaraan. Terkait fitur kecerdasan masa depan, perwakilan GM Chaiti Sen menegaskan bahwa fitur dasar seperti OnStar AI akan dimasukkan ke dalam paket dasar tanpa memungut biaya tambahan untuk pengalaman inti kendaraan.







