UMUM

Startup Warhound Rekayasa Genetika Anjing Militer AS

Startup Warhound Rekayasa Genetika Anjing Militer AS
Daftar Isi
  1. Rekayasa Sel dan Kloning Anjing
  2. Kolaborasi Teknologi Militer
  3. Peran Anduril dan Rencana Kelahiran

Sebuah startup baru bernama Warhound berhasil mengumpulkan dana sebesar USD200 juta atau sekitar Rp3,1 triliun untuk merekayasa genetika anjing militer bagi militer Amerika Serikat. Perusahaan rintisan ini merupakan proyek kolaborasi antara Ben Lamm dari Colossal Biosciences dan Palmer Luckey dari Anduril.

Rekayasa Sel dan Kloning Anjing

Ben Lamm menyampaikan kepada Wired bahwa Warhound sudah mulai melakukan penyuntingan gen pada sampel sel yang diambil dari kelompok pertama anjing donor mereka. Startup ini mengumpulkan sampel dari berbagai ras anjing militer, kepolisian, dan penyelamat papan atas di Amerika Serikat yang didominasi oleh ras Belgian Malinois, serta beberapa ekor labrador dan gembala Jerman.

Para ilmuwan nantinya akan berfokus pada upaya mengurangi kerentanan anjing terhadap berbagai kondisi kesehatan yang kerap menyerang ras mereka seperti displasia pinggul dan kanker tertentu. Lamm menuturkan kepada TechCrunch bahwa di masa depan para ilmuwan berencana memberikan modifikasi genetik lanjutan agar anjing-anjing tersebut bisa menjadi lebih cepat, lincah, serta memiliki penciuman yang semakin tajam.

Kolaborasi Teknologi Militer

Palmer Luckey dikenal sebagai pendiri Oculus VR yang merancang perangkat headset Oculus Rift, sementara perusahaannya yang bernama Anduril sebelumnya menggandeng OpenAI untuk mengembangkan kecerdasan buatan bagi Pentagon serta mengamankan kontrak sistem intelijen medan perang generasi baru dengan Angkatan Darat AS.

Di sisi lain, perusahaan bioteknologi milik Lamm, Colossal Biosciences, berada di balik berbagai inisiatif kepunahan balik seperti proyek yang mengeklaim telah membangkitkan kembali serigala purba serta upaya menghidupkan kembali mammoth berbulu.

Peran Anduril dan Rencana Kelahiran

Dalam proyek ini, Anduril tidak berencana menciptakan anjing sibernetik untuk saat ini, melainkan bertugas merancang peralatan pelindung beserta perangkat lunak pendukung seperti kacamata khusus, rompi, dan pelindung tubuh guna melindungi keselamatan anjing saat bertugas. Luckey bertindak sebagai mitra bisnis dalam perusahaan ini, sementara ekuitas perusahaan dipegang oleh Colossal Biosciences dengan Lamm duduk di jajaran dewan direksi dan David Spirk yang sebelumnya bekerja di Palantir menjabat sebagai CEO.

Warhound memperkirakan kelompok pertama anjing hasil rekayasa genetika tersebut akan lahir pada awal tahun 2027 mendatang untuk kemudian dilatih menjalankan berbagai tugas anjing pekerja seperti mendeteksi bom serta membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

Mungkin Anda Suka