Interaksi Unik dalam Simbiosis Mutualisme. Kamu Harus Tahu!

Hijaz.id, Wawasan — Istilah simbiosis mutualisme pasti sudah sangat familiar bagi Anda yang memperlajari biologi atau ilmu alam. Secara sederhana, dalam konteks biologi, istilah ini merujuk pada hubungan timbal balik atara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan. Istilah ini kemudia mengalami pergeseran makna.

Pergeseran makna terjadi karena istilah ini tidak hanya digunakan dalam ranah biologi namun juga dalam relasi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Misalnya saja dalam dunia bisnis, simbiosis mutualisme sering dipakai untuk menjelaskan kerja sama antara dua perusahaan atau lebih yang sifatnya saling menguntungkan.

Pengertian Simbiosis Mutualisme

Pengertian Simbiosis Mutualisme
Pengertian Simbiosis Mutualisme

Simbiosis sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah hidup bersama. Secara definitif simbiosis berarti segala bentuk hubungan secara biologis antara dua organisme yang berbeda dalam jangka panjang maupun pendek.

Simbiosis mutualisme adalah salah satu bentuk interaksi di samping komensialisme dan parasitisme.

Maka jika ditarik pengertian dari penjelasan di atas, simbiosis mutualisme berarti interaksi antara dua organisme biologis yang berbeda dengan sifat saling menguntungkan.

Definisi tentang simbiosis dikuatkan oleh Heinrich Bary yang menjelaskannya sebagai organisme berbeda yang hidup secara bersama.

Masing-masing organisme yang melakukan simbiosis disebut sebagai simbion. Dalam sebuah interaksi simbion bisa bergantung secara penuh terhadap simbiosis.

Artinya keberlangsungan hidupnya ditentukan oleh interaksi yang terjadi. Selain itu ada interaksi yang bersifat opsional. Ini berarti tanpa simbiosis ini, keberlangsungan hidup masih tetap bisa terjaga.

Dalam konteks simbiosis, dikenal simbiosis konjungtif dan simbiosis disjungtif. Pengkategorian ini didasarkan pada keterikatan secara fisik.

Jika interaksi ini menuntut penyatuan tubuh maka disebut simbiosis konjungtif. Sebaliknya, jika tidak bersatu, simbiosis ini disebut simbiosis disjungtif.

Simbiosis Mutualisme Tumbuhan dan Hewan

Simbiosis bisa terjadi antara tumbuhan dan hewan. Di antara keduanya terjadi interaksi yang hasilnya menguntungkan kedua belah pihak.

Berikut ini adalah contoh simbiosis mutualisme yang terjadi pada tumbuhan dan hewan :

1. Bunga dan Kupu-Kupu

Antara bunga dan kupu-kupu terdapat simbiosis mutualisme yang sudah dikenal secara luas. Kupu-kupu akan terbang dan mendatangi bunga untuk mencari madu dan nektar yang terdapat pada sari kelopak bunga.

Madu dan nektar ini menjadi makanan bagi kupu-kupu. Kupu-kupu akan berpindah dari satu bunga ke bunga yang lain.

Proses perpindahan inilah yang memberi keuntungan kepada bunga. Pasalnya, kupu-kupu akan membawa serbuk sari dari bunga satu untuk dibawa ke bunga yang lain.

Proses penyerbukan bunga terjadi di sini. Dengan demikian baik bunga maupun kupu-kupu masing-masing mendapatkan keuntungan.

2. Bunga dan Lebah

Hampir sama seperti relasi antara bunga dan kupu-kupu, relasi antara bunga dan lebah saling menguntungkan kedua belah pihak.

Dari bunga, lebah akan mendapatkan makanan. Dari lebah, bunga akan mendapatkan bantuan untuk melakukan proses penyerbukan. Simbiosis mutualisme yang sama juga terjadi antara bunga dan kumbang.

3. Bunga Raflesia dan Lalat

Hubungan unik terjadi antara bunga Raflesia dan lalat. Mengapa unik? Semua orang tahu bahwa bunga raflesia memiliki bau yang tidak sedap.

Bahkan karenanya, ia dijuluki oleh bunga bangkai. Ini membuat serangga enggan untuk hinggap pada bunga ini. Untunglah ada lalat yang suka dengan aroma yang dikeluarkan oleh bunga bangkai.

Dari bunga bangkai lalat akan mendapatkan makanan. Sementara karena lalat terus berpindah setelah mendapat makanan dari satu bunga, ia akan membawa serbuk sari yang membatu proses penyerbukan bunga ini.

Maka kedua organisme ini saling mendapat keuntungan dalam interaksi yang terjadi di anatara mereka.

Simbiosis Mutualisme Antar Hewan

1. Kerbau dan Burung Jalak

Anda pasti sudah sangat familiar dengan hubungan antara kerbau dan burung jalak. Keduanya menjalin interaksi yang saling menguntungkan.

Burung jalak sering terlihat hinggap di punggung kerbau. Yang mereka lakukan adalah mencari kutu di punggung kerbau untuk dijadikan makanan.

Maka terjadi simbiosis mutualisme di antara keduanya. Burung jalak mendapat kutu dari punggung kerbau sebagai makanan.

Sementara kerbau akan terbebas dari rasa gatal yang diakibatkan oleh kutu yang ada di punggungnya. Tanpa bantuan jalak, kerbau akan kesulitan membersihkan punggungnya dari kutu.

2. Buaya dengan Burung Plover

Seperti Anda ketahui, buaya memiliki rahang yang sangat lebar. Dia adalah pemakan daging. Dengan rahang yang lebar tentu banyak sisa makanan tertinggal di dalam mulutnya.

Beruntunglah ada burung plover yang akan hinggap di rahang buaya ketika mulutnya menganga. Ini akan membatu buaya membersihkan mulutnya. Di sisi lain, burung plover mendapatkan makanan.

3. Zebra dan burung oxpecker

Relasi unik antara dua hewan terjadi pula antara zebra dengan burung oxpecker. Keduanya memiliki interaksi yang saling menguntungkan.

Ada dua hal penting dalam simbiosis mereka. Pertama, burung oxpecker mendapat makanan dari parasit yang ada pada tubuh zebra. Sementara itu, Zebra akan terbebas dari parasit yang akan mengganggu tubunya.

Hal kedua yang menarik, burung oxpecker akan memberi tanda pada zebra ketika ada pemangsa datang.

Biasanya dia akan segera pergi dari tubuh zebra dan menjerit ketika melihat pemangsa. Ini memberi sinyal bagi zebra untuk segera pergi menghindar.

Perbandingan Simbiosis

Simbiosis mutualisme memang yang paling menarik untuk dicermati karena kedua belah pihak saling mendapat keuntungan. Lain hanya seperti simbiosis parasitisme.

Simbiosis ini memungkinkan satu pihak mendapat keuntungan sementara yang lain mendapat kerugian. Misalnya hal ini terjadi pada tubuh manusia yang memiliki cacing perut dan cacing tambang sebagai parasit.

Selain itu, masih terdapat pula simbiosis komensalisme. Beberapa orang menganggap simbiosis ini mirip dengan simbiosis mutualisme.

Namun, konsepnya sebenarnya berbeda. Interaksi komensialisme memungkinkan satu pihak mendapatkan keuntungan, namun pihak lain tidak diuntungkan juga tidak dirugikan. Contohnya adalah bunga anggrek dan tanaman tempat dia hidup.

Dalam simbiosis ini bunga anggrek adalah organisme yang mendapatkan keuntungan. Keuntungannya adalah dia mendapat tempat untuk hidup.

Sementara itu, untuk tanaman tempat dia menumpang hidup, tidak ada keuntungan maupun kerugian yang didapat.

Ini berbeda dengan konsep mutualisme yang masing-masing organisme harus mendapatkan keuntungan.

Penjelasan tentang simbiosis mutualisme dan perbandingannya dengan jenis simbiosis yang lain membuat kita mengerti bahwa ada beberapa macam simbiosis yang terjadi di antara makhluk hidup dengan sifat yang berbeda-beda.