Hijaz.id, Wawasan — Seni memang sulit didefinisikan. Dari masa ke masa, pengertiannya terus berdinamika. Beberapa orang berpendapat bahwa ini memang sulit didefinisikan karena definisi menuntut logika, sementara kesenian tidak berkutat pada seputar logika, melainkan rasa.
Meski demikian usaha untuk terus mengkaji kesenian tetap dilakukan terutama oleh perguruan tinggi yang memiliki jurusan kesenian.
Daftar Isi
Pengertian Seni
Meskipun terus dinamis dan berkembang, seni bisa diartikan segala hasil karya yang bernilai tinggi.
Definisi ini tentu saja problematis karena bernilai tinggi tentu relatif dan sangat subjektif. Namun nyatanya sebuah karya terus diuji oleh waktu dan penikmatnya untuk bisa masuk kategori bernilai tinggi.
Melihat definisi di atas, pada akhirnya perdebatan bukan lagi antara seni atau bukan. Akan tetapi, diskusi seputar karya bergeser menjadi apakah sebuah karya bisa tahan menghadapi berbagai macam ujian dari penikmatnya sendiri.
Karya yang taha uji dan semakin digemari penikmat akan dengan sendirinya bernilai tinggi dan tak lekang oleh waktu.
Jenis-Jenis Seni

Kesenian adalah konsep yang sangat abstrak dan luas. Dari konsep yang abstrak ini kemudian muncul wujud yang lebih konkret dan bisa dinikmati.
Di bawah ini merupakan jenis-jenis kesenian yang berkembang dalam budaya masyarakat:
1. Sastra
Sastra adalah salah satu karya yang populer dan terus mengikuti perkembangan jaman. Yang termasuk dalam jenis ini adalah prosa, puisi dan drama.
Prosa meliputi cerita pendek atau cerpen dan novel dalam bentuk cerita panjang. Penulis cerita ini butuh pengalaman dan bakat alam yang mumpuni.
Puisi adalah jenis karya sastra yang biasaya menggunakan metafora. Bahasanya indah dan pilihan katanya pun harmonis.
Karya ini banyak yang ditampilkan dalam bentuk pembacaan atau deklamasi maupun dalam bentuk musikalisasi. Kemudian yang terakhir adalah drama. Drama yang dimaksud adalah yang berbentuk naskah.
2. Seni Rupa
Jika sastra memakai bentuk tulisan, maka seni rupa mengambil media gambar. Perupa atau peluki biasanya memiliki aliran masing-masing.
Para penggemarnya biasanya menikmatinya dengan mendatangi pameran lukisan atau pun membeli lukisan yang sesuai dengan selera.
Pelukis biasanya memang memiliki bakat untuk menerjemahkan ide dan imajinasinya dalam bentuk gambar.
Dalam ranah akademis, kesenian jenis ini mendapat terus dikaji dari segi konsep dan aliran dari zaman ke zaman.
Setiap periode dan rentang waktu memiliki aliran dan gayanya sendiri. Karya pelukis yang dianggap memiliki nilai tinggi akan sangat mahal jika dijual.
Bahkan satu lukisan ada yang dihargai ratusan juta bahkan milyaran rupiah.
3. Tarian
Tarian adalah jenis kesenian yang menggunakan media gerak. Tidak hanya gerak, kesenian ini memadukannya dengan musik.
Di setiap daerah dan negara terdapat tarian khas yang bisa mencerminkan identitas dan kebudayaannya. Perkembangan tarian pun sangat dinamis mengikuti perkembangan zaman.
Terdapat tarian tradisional yang biasa dibawakan dalam upacara atau ritual adat. Terdapat juga tarian modern yang bertujuan untuk menghibur dan menghidupkan suasana pesta.
Selain keduanya, berkembang pula tarian kontemporer yang merupakan penggabungan antara kesenian tradisional dengan yang modern.
Selain tari konvensional, terdapat juga seni sendratari. Perbedaannya adalah sendratari memilii cerita dan alur yang ingin disampaikan kepada penontonnya.
Di Yogyakarta misalnya, sendratari yang populer adalah sendratari Ramayana yang dipertunjukkan di kompleks Candi Prambanan.
4. Teater
Dalam membahas teater kita perlu membedakannya dengan naskah drama. Naskah drama adalah teks drama berbentuk tulisan, sementara teater adalah pementasannya.
Ada bayak hal yang dipertimbangakan dalam pertunjukkan teater mulai dari dialog, tokoh, setting, tata lampu, tata rias dan masih banyak yang lainnya.
Dalam sebuah pertunjukkan teater terdapat dua peran penting. Yang pertama adalah tim artistik, sementara yang kedua adalah tim produksi.
Tim artistik berfokus untuk mengurusi hal-hal yang berkaitan langsung dengan isi teater yaitu naskah yang dipilih, tata rias, tata lampu, pemilihan tokoh dan seterusnya.
Sementara tim produksi akan mengurusi hal-hal tekhnis yang berkaitan dengan pementasan.
Hal-hal tekhnis yang dimaksud meliputi penyiapan proposal untuk mencari dana, sewa gedung, penyediaan tiket dan juga publikasi.
Dua tim ini harus ada dalam sebuah pertunjukkan teater agar pementasan berjalan dengan lebih lancar dan pekerjaan menjadi lebih efektif.
Aliran-Aliran Seni
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sebuah karya dibuat untuk tujuan tertentu. Dan pada setiap zaman terdapat aliran seni menyesuaikan situasi dan kondisinya.
Misalnya pada abad pencerahan karya-karya lebih banyak berfokus pada humanisme karena pada saat itu ideologi tentang manusia sebagai pusat sedang berkembang pesat.
Berikut ini beberapa aliran karya yang bisa dijadikan referensi:
1. Realisme sosialis
Aliran realisme sosial secara sederhana bisa dipahami sebagai aliran yang ingin menggambarkan realita sosial.
Sebuah kesenian dan karya dengan aliran ini akan menampilkan kondisi nyata yang terjadi dalam masyarakat.
Biasanya karya dengan aliran ini ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat atas situasi dunianya.
2. Realisme magis
Realisme magis adalah aliran yang mencoba membuat sesuatu yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata menjadi mungkin.
Misalnya karya yang menampilkan tokoh atau orang yang berusia 500 tahun. Atau perjalanan kembali ke masa lalu. Meski nampak aneh, karya aliran ini mendapat sambutan baik dari penikmat.
3. Absurdisme
Aliran yang satu ini berkembang sekitar abad ke-20 setelah Perang Dunia II. Kemanusiaan menjadi tidak penting untuk diperjuangkan pada masa itu karena perang yang terjadi.
Para seniman kemudian membuat karya-karya absurd yang tidak berkaitan langsung dengan dunia di sekitarnya. Banyak kritikus yang menilai aliran ini tidak peduli dengan masalah sosial.
Alasan di Balik Seni
Hal terakhir yang patut dibicarakan saat mendiskusikan kesenian adalah motivasi. Apa alasan utama dibuatnya sebuah karya. Paling tidak ada dua alasan mendasar.
Pertama, “seni untuk seni” sementara yang kedua, “seni untuk pasar” Penganut alasan pertama akan membuat karya tanpa berpikir pasar akan menyukainya atau tidak.
Penganut alasan pertama tidak mau ambil pusing apakah penikmat akan menyukai karyanya atau tidak. Yang terpenting buatnya adalah membuat karya sesuai yang dia mau.
Untuk penganut alasan kedua, mereka akan lebih berfokus untuk membuat karya yang bisa disukai oleh lebih banyak orang. Mereka lebih fleksibel untuk berkarya mengikuti apa yang diinginkan oleh pasar.