Hijaz.id, Wawasan — Di dalam dunia seni tentunya Anda tidak asing dengan kata resonansi bukan ? Sebagai seorang musisi tentu paham tentang istilah kata tersebut karena mengndung nada dan irama sebuah instrumen musik sehingga menghasilkan sebuah irama yang enak untuk di dengar.
Maka dari itu sebagai seorang musisi wajib mengerti tentang tangga nada untuk menghasilkan irama yang merdu.
Resonansi sendiri memiliki arti yakni sebuah proses pergetaran suatu benda karena adanya sentuhan, petikan, hingga bergetarnya benda lain yang kemudian menimbulkan bunyi tertentu. Kemudian hasil dari getaran benda tersebut memunculkan frekuensi nada berupa tinggi dan turunnya nada yang dihasilkan dari bergetarnya benda.
Daftar Isi
Asal Usul Kata atau Istilah Resonansi

Asal usul dari suku kata resonansi ini berasal dari suku kata dari bahasa asing yakni bahasa Inggris yakni “resonance” yang memiliki arti bunyi atau gema nada.
Suku kata tersebut mengalami perubahan ejaan dan juga pelafalan sehingga masuk dalam kategori perubahan kata yakni adaptasi.
Perubahan kata berupa adaptasi bahasa tersebut mengalami perubahan adaptasi yang mana terdapat perubahan ejaan dan pelafalan guna mengikuti tatanan bahasa dan pengucapan masyarakat Indonesia.
Oleh sebab itu, kata yang telah sesuai dengan struktur tatanan bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan juga terdapat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maka kata tersebut menjadi salah satu suku kata baku dan biasa diucapkan dalam percakapan sehari-hari.
Peran dan Fungsi dari Kata atau Istilah Resonansi
Sebagai struktur tatanan dalam berbahasa Indonesia yang telah sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), maka kata atau istilah resonansi tentu memiliki peran dan juga fungsi tersendiri dalam percakapan sehari-hari.
Maka dari itu, inilah beberapa peran dan juga fungsi dari kata atau istilah yang kerap diartikan sebagai nada atau bunyi. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :
Sebagai Kata kerja
Peran dan fungsi pertama dari kata atau istilah yang diadopsi dari bahasa Inggris yakni menunjukkan bahwa suku kata tersebut termasuk dalam jenis kata kerja yang berarti menunjukkan sebuah pekerjaan yakni menggetarkan sebuah benda guna mendapatkan sebuah nada atau irama.
Menunjukkan Sebuah Kegiatan
Peran dan fungsi kedua dari kata atau istilah yang diadopsi dari bahasa asing yakni menunjukkan sebuah kegiatan.
Ya, kata tersebut menunjukkan sebuah kegiatan yang mana untuk menghasilkan suatu nada dan irama tersebut harus melakukan sebuah gerakan atau getaran sehingga memunculkan bunyi-bunyian yang kemudian dipadukan dengan tinggi rendahnya nada sehingga menghasilkan irama yang enak di dengar
Perbedaan Antara Resonansi dengan Frekuensi
Kedua kata atau istilah tersebut memang saling berkaitan karena sama-sama memiliki arti yakni tentang nada atau bunyi.
Akan tetapi terdapat perbedaan antara makna dari kedua istilah yang sama sama diserap dari bahasa asing.
Oleh sebab itu, inilah beberapa perbedaan antara resonansi dengan frekuensi. Diantaranya adalah sebagai berikut :
Resonansi: Resonansi memiliki arti yakni sebuah gelombang bunyi yang ditimbulkan atas adanya getaran dari benda lain disekitar sehingga dari getaran getaran tersebut timbul sebuah nada atau irama yang saling berkaitan.
Frekuensi: kata frekuensi ini memiliki arti yakni jumlah atau banyaknya getaran bunyi yang terdengar dalam satu detik.
Jadi, frekuensi ini sangat bersinggungan dengan resonance karena frekuensi adalah jumlah banyaknya bunyi yang dihasilkan dari sebuah getaran yang membentuk nada atau irama.
Nah, jadi itulah letak perbedaan dari resonance dengan frekuensi. Meskipun memiliki makna yang saling bersinggungan, namun dari segi arti tentu saja dua kata atau istilah tersebut sangatlah berbeda.
Manfaat dari Adanya Resonansi Bunyi
Sebagai kata atau istilah dalam dunia seni musik tentu saja resonansi bunyi ini memiliki manfaat dalam dunia seni musik.
Oleh sebab itu inilah beberapa manfaat dari adanya resonance. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :
Mudah Didengarkan Meskipun Volume Suara Cukup Kecil
Manfaat akan adanya getaran yang menghasilkan suara atau bunyi yang pertama adalah sangat mudah untuk di dengarkan meskipun volume suara cukup kecil.
Sebab di dalam telinga manusia terdapat sebuah gendang telinga yang mana mampu mendengarkan suara atau bunyi meskipun volume suara tersebut cukup kecil.
Menghasilkan Suara Yang Merdu
Dalam dunia seni musik akustik tentu saja keselarasan nada dan bunyi adalah “senjata” untuk membius dan memukau penonton.
Namun apa jadinya bila seni musik akustik tidak menggunakan resonasi ?
Tentu saja dengan adanya resonance antar alat musik akustik maka akan memukau penonton karena selarasnya suara alunan gitar, drum, dan bass akustik di setiap petikannya sehingga menghasilkan nada dan irama yang tidak begitu kecang ditambah dengan suara vokal yang juga tidak kalah merdu.
Memperkeras Suara Alat Musik
Tahukah Anda mengapa pada jenis gitar akustik terdapat lubang di bagian tengah?
Bagi Anda yang tidak tahu mengapa terdapat beberapa alat musik seperti gitar akustik, biola, dan jenis alat musik lainnya yang terdapat lubang di beberapa bagian, maka tujuan daripada diberi lubang tersebut sebagai perambatan resonansi nada.
Ya, adanya lubang tersebut memang bertujuan agar perambatan nada akan memiliki volume suara yang lebih kencang karena tingginya getaran antar benda seperti kayu dengan senar gitar yang dipetik sehingga menghasilkan volume suara yang lebih keras daripada jenis alat musik tanp diberi lubang.
Itulah beberapa manfaat dari adanya resonance pada jenis alat musik terutama musik akustik atau musik tradisional yang membutuhkan sebuah getaran guna menghasilkan sebuah nada.
Namun, dengan adanya resonance tersebut juga dapat menghadirkan kerugian bagi Anda seperti contoh adanya getaran yang terlalu kencang seperti getaran mobil truk yang justru dapat merusak kaca rumah Anda.
Sebab kaca rumah tidak tahan terhadap getaran yang kuat sehingga kaca rumah Anda dapat mengalami pecah akibat terlalu kencangnya getaran yang dihasilkan dari sebuah mobil truk.
Resonance adalah sebuah getara dari suatu benda yang kemudian menghasilkan sebuah bunyi yang membentuk struktur nada atau irama yang kemudian disatukan menjadi sebuah lagu.
Maka tak heran bila banyak musisi yang pastinya paham akan sebuah resonansi.