Naturalisme, Salah Satu Aliran Seni yang Wajib Kamu Ketahui!

Hijaz.id, Umum — Salah satu aliran seni yang paling mengutamakan keakuratan dan kemiripan suatu objek untuk digambarkan melalui suatu lukisan, tujuannya agar tampak natural dan realistis adalah sebagian kecil pengertian dari apa yang dimaksud dengan naturalisme. Lalu, bagaimana dengan penjabaran luas dari hal tersebut?

Merupakan suatu bentuk apresiasi terdapat sebuah seniman pada keindahan alam, biasanya seorang seniman akan salah satu tema keindahan pemandangan sekitar, hal ini sering terjadi pada pergerakan mooi indie di Indonesia atau Hindia Belanda tepatnya.

Pengertian Naturalisme

Pengertian Naturalisme
Pengertian Naturalisme

Merupakan salah satu aliran seni yang paling mengutamakan kesesuaian dan kemiripan terhadap objek yang tengah dilukis, agar terlihat natural dan realistis, biasanya menggunakan referensi alam.

Seni yang satu ini bahkan menjadi yang paling sering dipakai atau dianut oleh para seniman, tak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia.

Para seniman kadang memilih pengaturan cahaya yang lebih dramatis, seperti misalnya pada saat belum terbit dan tenggelamnya matahari, hal ini dilakukan agar mendapat pencahayaan golden hours.

Ini juga merupakan salah satu ciri romantisisme yang diberontak oleh aliran naturalisme.

Hal ini juga disebut sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan dari seorang seniman terhadan keindahan alam.

Aliran ini juga merupakan salah satu contoh bagaimana aliran bisa didefinisikan berabad-abad setelah pergerakan awal kemunculannya. Namun, hal ini juga tak terlepas dari ketidak sengajaan.

Pergerakan aliran ini adalah wujud pengembangan dari realisme serta cara melawan romantisisme, kerangka yang dimiliki aliran ini sudah ada dari abad ke 17-an, di tahun 1820-an bentuk awalnya sudah merupakan tren dominan dalam lukisan pemandangan.

Selama periode tersebut, kelompok hingga sekolah seniman bagi masyarakat sudah didirikan di berbagai lokasi, bahkan juga telah tersebar di seluruh dunia.

Beberapa diantaranya seperti, Akademi Norwich di Inggris Timur, Akademi Hudson River di New York State dan Akademi Barbizon di Perancis tengah, ketiga akademi inilah yang memengaruhi Eropa.

Pengertian naturalisme kerap terturak dengan realisme, meskipun sebetulnya cukup mudah dalam membedakannya.

Realisme mengangkat tema yang realistis, seperti gambar pada sebuah lukisan tidak harus selalu mirip dengan referesinya. Sebaliknya, aliran inilah yang mengutamakan kemiripan gambar.

Tidak sampai disitu, aliran tersebut hahkan menuntut para seniman untuk harus sesuai dengan referensi alam yang digunakan itu,

meskipun tak menutup kemungkinan bahwa realisme juga dapat memanfaatkan kemiripan tersebut dalam membuat gagasan dan tema yang lebih realistis.

Sastra Naturalisme

Di dunia sastra, naturalisme memiliki arti sebagai prosa fiksi yang lebih radikal dari cerita yang diusung realisme.

Yang artinya, sastra dalam aliran ini mampu menceritakan secara jelas dan gamblang mengenai kenyataan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari tanpa memotong hal yang kontroversial.

Pada seni rupa, aliran ini menjadi istilah untuk menyatakan kemiripan dengan alam, gambar yang sangat mirip dengan apa yang dijadikan referensi disebut natural, meski diluar konteks aliran ini.

Sementara, di dunia sastra biasanya ditulis menggunakan huruf N besar untuk menegaskan hal ini merupakan istilah spesifik.

Selain itu, terdapat beberapa hal yang dijadikan sebagai ciri-ciri dari aliran ini, dengan adanya beberapa petunjuk ini diharapkan seseorang yang tengah mempelajarinya tidak akan keliru dalam membedakan naturalisme dengan realisme atau istilah lainnya yang sama.

  • Mengutamakan kemiripan dalam dunia melukis, persis seperti referensi yang dipilih.
  • Teknik dan keahlian para seniman merupakan senjata utama.
  • Memilih tema lukisan yang indah berdasarkan kemurnian.
  • Merupakan sebuah bentuk apresiasi seniman terhadap keindahan alam sekitar.
  • Tema keindahan alam dan pemandangan yang selalu diangkat para seniman.
  • Melukis keindahan manusia, baik wanita dan laki-laki tanpa melebih-lebihkan.

Tokoh Penting

John Constable

Merupakan seorang seniman asal Inggris yang dianggap sebagai tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan aliran naturalisme di dunia.

Orang ini menolak gaya lukisan pemandangan pada masanya, ia menyatakan bahwa Kebiasaan pelukis hari ini adalah bravura, upaya untuk menggambarkan sesuatu yang melampaui kebenaran.

Constable memilih menciptakan dengan caranya sendiri berdasarkan apa yang ia lihat dengan sejujur mungkin, selain itu seniman ini juga lebih memilih melukis apa yang ada disekitar objek terlebih dahulu, salah satu yang menarik perhatiannya adalah pergantian cahaya dan awan di alam.

Meski demikian, teknik yang diterapkan John Constable belum sepenuhnya tercapai, salah satu karyanya menunjukkan sebuah latar belakang politik dan perang di negaranya yang sedang kisruh.

Namun, lukisan tersebut telah menunjukkan komitmen sang seniman terhadap alam yang sangat akurat dan jujur.

Thomas Cole

Seniman yang satu ini lahir di industri Inggris, ia kemudian pindah ke Amerika Serikat dan sejak kepindahannya itu, Thomas selalu berusaha untuk menangkap segala keindahan dari eksotiknya gurun-gurun yang terdapat di benua Amerika.

Karyanya turut menjadi monumen atau tanda bagi harapan dan kecemasan bangsa Amerika yang baru tumbuh di pertengahab abad ke-19.

Thomas Cole juga dianggap sebagai seniman pertama yang membawa mata penikmat lukisan dari sebuah pemandangan Eropa ke kawasan Amerika Serikat,

disamping sosoknya yang juga tetap mengekspresikan berbagai pemandangan unik di benua Amerika.

Lake with Dead Trees merupakan salah satu karya Thomas Cole yang menggambarkan pemandangan Pegunungan Catskill di tenggara New York,

tepatnya di tepi danau yang sunyi dengan dikelilingi pohon-pohon mati serta dua ekor rusa yang tengah bergerak tak jelas arahnya.

Meskipun karya tersebut adalah lukisan naturalis yang berfokus pada teknis dan keakuratan menggambar, terdapat interpretasi yang dapat diambil dari gambar tersebut, yakni diartikan sebagai kontemplasi dan dialog antara hidup dan mati, hanya waktu yang menjadi saksi dari pemandangan tersebut.

William Bliss Baker

Pria yang satu ini merupakan seniman asli Amerika Serikat, mengawali pendidikan seni di National Academy of Design di tahun 1876.

William Bliss Baker salah satu seniman berbakat yang menggelar banyak pameran, bahkan ketika ia masih menjalani pendidikan.

Bahkan, Baker sudah mahir melukis sebelum ia memutuskan memulai pendidikan formal, ia juga sudah banyak menyabet penghargaan seperti Ellior dan Hallgarten yang merupakan beberapa penghargaan berkelas pada masanya di zaman dahulu kala.

Penjabaran singkat diatas merupakan sedikit penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan naturalisme, terlebih di bidang seni.

Diharapkan dengan pengertian diatas banyak para pembaca yang tidak bingung lagi dengan ilmu tersebut.