EKONOMI

Kemenhub Minta AirNav Siapkan Anggaran Navigasi Bandara

Kemenhub Minta AirNav Siapkan Anggaran Navigasi Bandara

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta AirNav Indonesia mengalokasikan anggaran guna memperkuat sistem navigasi penerbangan di sejumlah bandara yang rawan terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pengadaan Alat Navigasi Berdasarkan Tingkat Kerawanan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan bahwa pengadaan Instrument Landing System (ILS) akan diprioritaskan dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan suatu bandara serta ketersediaan anggaran yang ada.

“Ke depannya, salah satu antisipasi kita terhadap karhutla, sudah meminta kepada AirNav untuk sekiranya bisa mengalokasikan anggaran ILS,” ujar Lukman dalam diskusi di Jakarta, Senin (26/10/2026) malam.

Lukman menyampaikan bahwa pihaknya juga mendorong pemenuhan fasilitas navigasi di bandara-bandara yang sebenarnya sudah memiliki ILS, namun masih memiliki potensi tinggi terdampak oleh asap.

“Kami melihat bahwa mungkin ada beberapa bandara yang sering terjadi. Tidak semua bandara kita sesuaikan juga dengan anggaran,” katanya.

Lukman menegaskan bahwa tidak ada bandara yang ditutup total akibat kabut asap tersebut. Meski demikian, penurunan jarak pandang dapat menyebabkan perubahan pada jadwal penerbangan, seperti yang pernah terjadi di Pontianak.

“Yang tadinya siang bisa dimanfaatkan untuk penerbangan, akhirnya pindah pada saat tiba-tiba di malam hari,” ujarnya.

Target Penumpang Kereta Ekonomi Nataru

Sebelumnya, Kemenhub juga menetapkan target sekitar 1,43 juta penumpang kereta api ekonomi nonpenugasan dalam menghadapi periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), dengan rentang masa layanan pada 22 Desember 2026 sampai 4 Januari 2027.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono memaparkan target spesifik tersebut dalam sesi diskusi bersama media di Jakarta, seperti dikutip pada Selasa (27/10/2026).

“Targetnya 1.043.896 penumpang,” ujar Allan.

Allan menambahkan, durasi layanan Nataru pada tahun ini akan berakhir lebih cepat pada tanggal 4 Januari 2027, jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang berlangsung hingga tanggal 10 Januari.

“Tiket seluruh kereta api ekonomi nonpenugasan dari tanggal 22 Desember 2026 sampai dengan 4 Januari 2027,” kata Allan.

Mungkin Anda Suka