INTERNET

Jutaan Serangan Siber Hantam Website Global dalam Waktu Singkat

Jutaan Serangan Siber Hantam Website Global dalam Waktu Singkat
Daftar Isi
  1. Lonjakan Serangan Eksploitasi PHP
  2. Ancaman Celah Keamanan Serius
  3. Dampak dan Langkah Perbaikan

Website di seluruh penjuru dunia mendadak diserbu jutaan serangan siber yang menargetkan celah keamanan PHP. Berdasarkan catatan jaringan Cloudflare, lonjakan upaya peretasan tersebut terjadi secara masif dalam waktu singkat.

Lonjakan Serangan Eksploitasi PHP

CEO Cloudflare, Matthew Prince mengungkapkan bahwa pihaknya mendeteksi ribuan upaya eksploitasi dalam rentang waktu 10 jam sebelum informasi tersebut diumumkan ke publik. Angka tersebut kemudian melonjak drastis menjadi puluhan ribu percobaan hanya dalam waktu 45 menit usai pengumuman resmi.

Intensitas serangan terus meningkat secara eksponensial hingga mencapai ratusan ribu dalam kurun waktu dua jam, sebelum akhirnya menembus angka jutaan serangan siber, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.

Ancaman Celah Keamanan Serius

Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) mengidentifikasi dua celah keamanan dengan nomor identifikasi CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Kerentanan ini dinilai sebagai salah satu yang paling serius karena memungkinkan pihak luar untuk menjalankan perintah langsung pada server berbasis PHP tanpa memerlukan akses masuk.

Lebih lanjut, lembaga tersebut menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan siber mampu membebani memori PHP secara berlebihan. Kerusakan yang ditimbulkan dari tindakan ini kemudian dimanfaatkan untuk mengambil alih kendali server sepenuhnya.

Dampak dan Langkah Perbaikan

Salah satu korban yang terdampak oleh kerentanan ini adalah Wikipedia. Wikimedia Foundation selaku organisasi pengelola situs tersebut mengonfirmasi terjadinya gangguan akibat celah keamanan PHP.

Organisasi tersebut menyatakan bahwa permasalahan ini memengaruhi seluruh versi PHP yang telah diketahui dan tidak bersifat spesifik pada infrastruktur Wikimedia Foundation semata.

Menanggapi situasi darurat ini, PHP Foundation selaku pengembang bahasa pemrograman terkait telah meluncurkan pembaruan keamanan darurat. Sejumlah pihak termasuk NCSC, Perdana Menteri Jepang, serta Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat secara tegas mendesak berbagai organisasi di seluruh dunia agar segera menerapkan pembaruan tersebut.

Mungkin Anda Suka