Mempererat Kerjasama Moneter Global dengan IMF

Hijaz.id, Umum — Kerjasama antar negara menjadi sebuah hal yang dibutuhkan untuk memperkuat hubungan dalam berbangsa dan bernegara. Salah satu bentuk hubungan negara tersebut adalah dibentuknya International Monetary Fund (IMF).

IMF adalah organisasi internasional yang memiliki tujuan salah satunya untuk mempererat kerjasama moneter global.

Keanggotaan negara yang ikut dalam organisasi ini sangat penting. Saat ini, telah terdapat sebanyak 189 negara yang tergabung di dalamnya. Organisasi tersebut memiliki nama lain dalam bahasa indonesia yaitu Dana Moneter Internasional (DMI).

International Monetary Fund adalah nama yang menggunakan bahasa inggris, sedangkan di indonesia anda bisa menyebutnya dengan nama DMI tersebut.

Sejarah IMF

Sejarah IMF
Sejarah IMF

Saat ini mungkin semua negara anggota DMI telah mendapatkan dampak positif dari organisasi tersebut.

Pada tahun 1944, DMI sebenarnya berdiri dengan tujuan sebagai bagian dari kesepakatan nilai tukar sistem Bretton Woods.

Pada masa Depresi Besar ini, berbagai negara melakukan perbaikan ekonomi dengan cara melakukan penghambatan perdagangan. Akibatnya, perdagangan dunia anjlok.

Tidak hanya perdagangan dunia yang anjlok, upaya tersebut juga memicu devaluasi mata uang nasional.

Tetapi, untuk melakukan kerjasama internasional, tentu membutuhkan pengawasan. Konferensi Bretton Woods akhirnya terselenggara dengan di hadiri oleh perwakilan sebanyak 45 negara.

Kerangka kerja sama internasional pasca perang dan pembangunan Eropa pasca perang akhirnya terbentuk.

DMI harus memiliki peran yang bisa diambil sebagai organisasi ekonomi global. Dalam hal ini, terdapat dua pandangan, yang pertama dari John Maynard Keynes, Ekonom Britania Raya.

Menurutnya, DMI bisa berperan seperti koperasi yang dana nya bisa diambil oleh negara anggota ketika terjadi krisis.

Pada masa krisis, tentu negara sangat membutuhkan untuk mempertahankan aktivitas ekonomi negara tersebut.

Di sisi lain, Harry Dexter White, Delegasi Amerika Serikat beranggapan bahwa DMI bisa berperan seperti bank yang mana nasabahnya harus mengembalikan uang secara tepat waktu.

Adapun mayoritas dari pandangan White tersebut banyak di cantumkan di peraturan terakhir yang juga di sepakati di Bretton Woods, tepatnya di Mount Washington Hotel, Amerika Serikat.

Tahun 1971, sebuah keputusan bernama Keputusan Nixon muncul, dimana Amerika Serikat menghentikan ketertukaran dolar A.S. dengan emas.

Pada tahun tersebut, juga menjadi tahun terakhir dimana sistem Bretton Woods dipertahankan.

Dari sejarah panjang di atas, DMI secara resmi berdiri pada tanggal 27 Desember 1945. Pasal Perjanjian DMI berhasil di ratifikasi oleh 29 negara anggota pertama.

Setelah satu tahun berdiri atau di akhir tahun 1946, jumlah keanggotaan DMF bertambah menjadi 39 negara anggota. Dan tanggal 1 Maret 1947, operasi keuangan DMI mulai dilakukan.

Perancis menjadi negara pertama yang meminjam dana DMI.

Fungsi IMF

Seperti yang disebutkan di atas, bahwa peran DMI menjadi penting ketika dilakukan untuk mendorong perkembangan serta kestabilan ekonomi global.

Berbagai hal yang dilakukan untuk mengoptimalkan peran tersebut adalah dengan mengeluarkan kebijakan, saran serta dana kepada anggota.

DMI juga melakukan kerja sama dengan negara berkembang untuk membantu mencapai kestabilan ekonomi negara tersebut.

Berikut adalah tiga fungsi utama DMI di awal berdirinya organisasi.

  1. Memiliki fungsi untuk melakukan pengawasan pada kesepakatan nilai tukar tetap antar negara.
  2. Memiliki fungsi untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengelolaan nilai tukar.
  3. Memiliki fungsi untuk menyediakan modal jangka pendek sehingga bisa membantu neraca pembayaran.

Dengan bantuan dari DMI untuk pemerintah, diharapkan pertumbuhan ekonomi negara dapat dilakukan.

Adapun bantuan berupa modal jangka pendek ini bertujuan untuk mencegah penyebaran krisis ekonomi internasional.

Dan salah satu tujuan dari DMI ini adalah juga untuk membantu memulihkan ekonomi internasional setelah Perang Dunia II dan Depresi Besar.

Setelah tahun 1971, dimana saat itu terjadi penerapan nilai tukar mengambang, peran DMI pun akhirnya mengalami perubahan secara keseluruhan.

Analisa terhadap kebijakan ekonomi di negara-negara peminjam menjadi hal yang dilakukan untuk mengetahui penyebab kelangkaan modal, karena kelangkaan modal bisa saja disebabkan oleh salah satu dari kebijakan ekonomi atau fluktuasi ekonomi.

Kebijakan ekonomi yang mampu memulihkan ekonomi juga menjadi salah satu perhatian DMI.

Tentu saja DMI mencoba untuk melakukan promosi dan penerapan kebijakan ekonomi yang bisa mengurangi frekuensi krisis.

Kebijakan tersebut tentu sangat berguna untuk diterapkan di negara berkembang yang mana terdapat negara dengan pendapatan menengah.

Perubahan yang terjadi pada fungsi DMI menjadikan organisasi tersebut tidak hanya menjadi pengawas nilai tukar saja.

Tetapi, DMI memiliki peran yang lebih besar yaitu mengawasi kinerja ekonomi makro dari negara anggota.

Selain melakukan pengawasan pada nilai tukar dan kebijakan ekonomi tersebut, DMI juga telah menetapkan kebijakan kondisionalitas pada tahun 1950-an dan berisi syarat pinjaman.

Manfaat Syarat Pinjaman IMF

Memberlakukan syarat pinjaman DMI memiliki manfaat bagi kedua belah pihak, baik untuk negara peminjam maupun untuk DMI sendiri.

Syarat pinjaman bisa menjadi jaminan bagi DMI agar suatu negara yang meminjam akan melunasi utangnya.

Negara peminjam dapat dicegah agar tidak melakukan tindakan ceroboh yang bisa mengacaukan ekonomi internasional.

Bagi negara peminjam, syarat peminjam juga tidak membebani negara tersebut karena negara pemberi pinjaman menerima bunga yang disesuaikan dengan kuota sumbangannya.

Apalagi dana sumbangannya tersebut juga dipinjamkan oleh DMI. Negara peminjam bisa melakukan pembayaran utangnya tersebut melalui pinjaman reguler DMIdengan bunga penuh hingga jatuh tempo.

Keuntungan Negara Anggota IMF

Sebagai organisasi ekonomi dengan skala internasional, tentu saja DMI memberikan keuntungan yang besar bagi negara-negara anggota.

Salah satu keuntungan yang didapatkan adalah negara anggota tersebut dapat mengetahui kebijakan ekonomi dari seluruh negara anggota DMI.

Selain bisa mendapatkan akses informasi tentang kebijakan ekonomi, negara anggota DMI juga diuntungkan karena memiliki kesempatan untuk memengaruhi kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh negara anggota lain.

Banyak pengaruh yang bisa dilakukan mulai dari bantuan teknis dalam perbankan, fiskal, serta nilai tukar, hingga kesempatan perdagangan dan investasi.

Sejak awal, tujuan dari didirikannya IMF adalah mengembangkan dan menstabilkan ekonomi internasional.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, terjadi peralihan fungsi DMI sehingga mampu berkembang dan memiliki fungsi atau peran yang lebih besar.

Walaupun dengan peralihan fungsi, DMI tetap mampu memberikan dampak di ekonomi internasional, salah satunya untuk membantu negara berkembang.