Hijaz.id, Wawasan — Dalam dunia ilmu fisika dan kimia tentu tidak asing dengan salah satu jenis hukum percobaan yakni hukum hess. Ya, sebuah hukum kimiawi yang banyak digunakan oleh para ilmwan ini banyak digunakan untuk menghitung jumlah entalpi secara keseluruhan pada proses reaksi kimia walaupun menggunakan rute reaksi yang berbeda antar satu unsurnya.
Jadi, hukum ilmu fisika dan kimiawi ini memang khusus digunakan dalam penghitungan entalpi keseluruhan dari reaksi kimia. Nah, entalpi adalah sebuah fungsi keadaan dari sebuah suatu bahan kimawi yang tengah diuji.
Oleh sebab itu, beberapa entalpi yang mengalami proses reaksi tersebut kemudian dihitung menggunakan rumusan dari hukum hess.
Daftar Isi
Sejarah Penamaan Hukum Hess

Kata atau istilah dari salah satu hukum fisika dan kimia ini dicetuskan oleh salah satu kimiawan ternama yang berasal dari Rusia namun terlahir di Negara Swiss yakni Germain Hess pada tahun 1840 silam.
Maka dari itu nama rumusan hukum tersebut dberi nama Hukum Hess.
Ya, Germain Hess mengemukakan rumusan yang ia temukan guna menghitung perubahan entalpi yang terjadi pada suatu percobaan reaksi walaupun tidak dapat diukur secaralangsung dengan cara melakukan operasi aritmatika pada beberapa reaksi yang perubahannya telah diketahui.
Dalam hukum hess yang dicetuskan oleh Germain Hess ini menyatakan bahwa pada suatu reaksi perubahan telah diketahui dan kemudian muncul persamaan reaksi dikalikan maupun dibagi dengan suatu angka maka pada perubahan entalpi juga harus dikalikan atau dibagi dengan angka yang sama dengan penghitungan persamaan reaksi.
Peran Dari Istilah Hukum Hess
Peranan dari arti kata maupun istilah rumusan hukum yang dicetuskan oleh kimiawan ternama dunia asal Rusia yakni Germain Hess.
Rumusan hukum tersebut memiliki peran yakni dijadikan sebagai patokan dalam pengolahan data entalpi yang tengah diuji reaksi dalam dunia fisika maupun kimia sehinga dapat dikatakan bahwa rumus hukum tersebut berperan cukup vital dalam pencarian data pada sebuah pengujian beberapa entalpi.
Selain itu juga rumusan hukum tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat penggunaan rumus-rumus yang harus digunakan oleh para penguji yang tengah menguji reaksi entalpi.
Pengujian tersebut menggunakan rumus dari hukum hess sesuai dengan cara pengujian dan juga dengan rumus yang dianjurkan yakni ΔH=ΔHfP-ΔH fR dan ΔH=-ΔHcP+ΔHcR (untuk entalpi reaksi yan diramalkan dan entalpi reaksi pembakaran tanpa adanya reaktan dan produk).
Fungsi Dari Istilah Hukum Hess
Sebagai salah satu suku kata yang diadopsi dari bahasa asing yang tidak disertai dengan adanya perubahan ejaan namun terjadi perbedaan pelafalan sehingga dapat dikatakan bahwa kata tersebut merupakan kata yang diambil dari bahasa asing kemudian mengalami adaptasi bahasa sehingga dalam penulisan ejaan tidak ada perbedaan namun dalam pelafalannya berbeda.
Nah, sebagai salah suku kata yang telah sesuai dengan tatanan struktur Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan juga telah terdapat dalam Kamus Besar Bahasa indonesia (KBBI) ini tentunya memiliki fungsi dalam peranan percakapan sehari-hari Oleh sebab itu inilah beberapa fungsi dari pelafalan kata atau istilah yang diadopsi dari bahasa asing tersebut.
Diantaranya adalah sebagai berikut:
Sebagai Kata Kerja
Fungsi dari istilah hukum hess ini yang pertama adalah menjadi sebuah kata kerja.
Ya, suku kata tersebut merupakan sebuah kata kerja yang mana apabila seseorang mengucapkan kata tersebut maka sudah dapat dipastikan bahwa seseorang tersebut tengah melakukan atau menyuruh lawan bicara untuk melakukan tindakan tersebut.
Menunjukkan Sebuah Rumus Penghitungan Dalam Dunia Ilmiah
Fungsi yang kedua dari istilah yang dikemukakan oleh Germain Hess di tahun 1840 ini adalah menunjukkan sebuah rumus hitungan dalam dunia ilmiah terutama dalam dunia kimia.
Ya, kata tersebut mengacu pada sebuah rumus yang harus digunakan oleh para kimiawan yang tengah melakukan pengamatan atas pengujian reaksi pada jenis entalpi yang tengah diamati.
Jadi, dengan menggunakan rumus hukum tersebut peneliti dapat mengetahui data fakta, dan hasil pengujian sebuah entalpi yang dikenal sukar untuk dianalisis.
Kelebihan Menggunakan Hukum Hess Dalam Sebuah Pengujian dan Penelitian
Dalam dunia penelitian ilmiah khususnya dunia penelitian di bidang ilmu fisika dan juga kimia tentu saja tidak asing dengan salah satu rumusan hukum penghitungan reaksi kimia yakni hukum hess.
Ya, suatu hukum penghitungan penelitian reaksi kimia tersebut dapat digunakan oleh para kimiawan dalam meneliti reaksi entalpi keseluruhan proses reaksi kimiawi meskipun dengan menggunakan rute reaktor yang berbeda beda.
Oleh sebab itu hukum penghitungan reaksi kimia yang dipopulerkan oleh Germain Hess ini memiliki kelebihan dalam dunia penghitungan reaksi kimiawi dibandingkan dengan hukum rumusan lainnya.
Maka dari itu inilah beberapa kelebihan menggunakan hukum hess dalam sebuah pengujian dan penelitian dalam dunia ilmu fisika dan kimia. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :
Dapat Mengkombinasikan Reaksi Dari Beberapa Entalpi
Kelebihan pertama dari penggunaan rumus hukum fisika dan kimia ini adalah dapat mengkombinasikan beberapa entalpi sehingga peneliti dapat dengan mudah mengetaui hasil reaksi dari beberapa entalpi kombinasi tersebut.
Penghitungan entalpi dengan menggunakan rumus hukum hess ini sangat diperlukan karena banyak jenis entalpi ini justru sukar untuk diteliti dan dihitung oleh para kimiawan karena menggunakan rute reaksi yang berbeda sehingga sulit untuk diteliti dengan menggunakan alat-alat dari laboratorium.
Maka dengan menggunakan rumusan hukum dari Germain Hess ini maka Anda akan mendapatkan hasil reaksi entalpi dengan memasukkan rumus dan angka kemudian hitung hingga menghasilkan data yang akurat.
Mudah Dalam Proses Penghitungannya
Kelebihan yang kedua dari penggunaan rumus hukum fisika dan kimia ini adalah cukup mudah dalam proses penghitungannya.
Ya, dalam proses penghitungannya apabila terdapat salah satu reaksi ini dikalikan atau dibagikan, maka entalpi reaksi pun juga harus dikalikan atau dibagikan pula. Jadi kedua reaksi tersebut harus sama-sama dikalikan ataupun dibagi.
Hukum hess merupakan sebuah rumusan hukum dalam dunia fisika dan kimia. Dicetuskan oleh kimiawan asal Rusia kelahiran Swiss yakni Germain Hess.
Hukum tersebut berlaku untuk menghitung reaksi entalpi yang menggunaan rute reaksi yang berbeda.