INTERNET

Hugging Face Rilis Model AI Baru untuk Chat dengan DNA

Hugging Face Rilis Model AI Baru untuk Chat dengan DNA
Daftar Isi
  1. Fitur Interaktif dan Analisis Genetik
  2. Keamanan Data dan Perangkat Lokal
  3. Model Terbuka untuk Komunitas Ilmiah

Perusahaan kecerdasan buatan Hugging Face meluncurkan model AI terbaru bernama Carbon-X pada Kamis, yang dirancang untuk menghubungkan DNA dengan bahasa manusia. Model ini memungkinkan para ilmuwan dan peneliti untuk berinteraksi langsung dengan kode genetik menggunakan bahasa sehari-hari.

Fitur Interaktif dan Analisis Genetik

Menurut peneliti Hugging Face Lewis Tunstall kepada CNET melalui surel, Carbon-X memungkinkan para peneliti untuk mengobrol dengan DNA untuk pertama kalinya dengan memberikan suatu urutan dan mengajukan pertanyaan terkait. Fitur obrolan ini berfungsi sebagai antarmuka percakapan di mana pengguna dapat menempelkan urutan DNA, melontarkan pertanyaan dalam bahasa Inggris biasa, lalu mendapatkan interpretasi, prediksi, atau penjelasan layaknya sebuah chatbot.

Tunstall menjelaskan bahwa keunggulan utama Carbon-X terletak pada kemampuannya memprediksi efek mutasi dan melengkapi urutan DNA. Model ini sangat kuat dalam membantu peneliti menyelidiki variasi genetik, seperti memperkirakan apakah suatu perubahan dalam urutan DNA berpotensi berbahaya. Selain itu, model tersebut juga dapat memberikan akses kepada model AI lain untuk berinteraksi dengan spesialis DNA saat membutuhkan ekstraksi informasi.

Keamanan Data dan Perangkat Lokal

Tidak seperti model komersial berbasis awan seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude yang memproses data di server jarak jauh, Carbon-X dapat dijalankan secara mandiri pada perangkat keras milik peneliti sendiri. Tunstall menyatakan bahwa para periset memerlukan model yang bisa mereka pelajari, adaptasi, dan jalankan sendiri ketika menangani data penelitian yang bersifat rahasia atau belum dipublikasikan agar tidak perlu membagikannya kepada perusahaan AI.

Kendati demikian, blog resmi perusahaan mencatat bahwa Carbon-X tetap memiliki keterbatasan. Model ini dapat melakukan kesalahan operasi pengurutan akibat salah hitung dan mengalami halusinasi atau mengarang informasi. Hugging Face menyebutkan bahwa model tersebut berisiko menciptakan identitas atau fungsi urutan secara keliru apabila pengguna tidak memberikan informasi yang cukup dalam perintah teks.

Model Terbuka untuk Komunitas Ilmiah

Kualitas keluaran dari Carbon-X juga dilaporkan mengalami penurunan ketika pengguna meminta model tersebut memproduksi urutan DNA yang sangat panjang. Peluncuran Carbon-X hadir menyusul pengumuman Nvidia yang berencana mengakuisisi Hugging Face senilai hampir 13 miliar dolar AS pada September lalu, di mana CEO Nvidia Jensen Huang memuji perusahaan tersebut sebagai rumah bagi komunitas pengembang model terbuka.

Berbeda dengan model tertutup milik OpenAI yang sempat menuai kritik karena menyelesaikan masalah matematika tanpa membeberkan proses kerjanya, Carbon-X dirilis secara terbuka. Tunstall menegaskan bahwa para peneliti memerlukan alternatif terbuka agar kemampuan, keterbatasan, dan risiko dari model tersebut dapat diperiksa secara independen oleh komunitas ilmiah yang lebih luas guna membantu pengembangannya ke depan.

Mungkin Anda Suka