Berikut Ciri-Ciri Hipotesis yang Baik. Kamu Wajib Tahu!

Hijaz.id, Umum — Dalam kehidupan sehari-hari, tentu anda tidak lepas dari upaya melakukan prediksi terhadap suatu kejadian. Misalnya, memprediksi skor pertandingan timnas di televisi. Dalam bahasa ilmu pengetahuan, terdapat istilah yang dekat dengan upaya mempredisi, yaitu hipotesis yang dalam bahasa inggris disebut dengan nama hypothesis.

Istilah lain yang digunakan untuk menyebutkan perilaku tersebut adalah hipotesa. Secara sederhana, pengertian dari hipotesa adalah dugaan yang bersifat sementara. Adapun menurut sejarah, kata tersebut berawal dari “hypo” yang berarti di bawah, dan “thesis” yang berarti pendirian.

Keduanya merupakan bahasa Yunani. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan tentang hipotesa.

Pengertian Hipotesis

Pengertian Hipotesis
Pengertian Hipotesis

Pengertian hipotesa adalah suatu pernyataan bersifat sementara yang digunakan sebagai jawaban atas suatu permasalahan.

Hipotesa dapat di uji secara empiris, sehingga di ungkapkan dalam bentuk variabel.

Agar bisa mendapatkan hipotesa, maka harus dilakukan suatu percobaan terlebih dahulu. Setelah mendapatkan hipotesa, hasil yang diharapkan adalah prediksi.

Salah satu contoh hipotesa dapat anda kenali pada perkiraan cuaca yang muncul di berbagai media seperti televisi, radio maupun internet.

Ahli metmeteorology terlebih dahulu melakukan observasi dengan menggunakan pengetahuan yang mereka miliki.

Baru kemudian dapat memperdiksikan cuaca yang akan terjadi di suatu daerah yang bersangkutan berdasarkan hipotesa dengan ilmu yang mereka miliki.

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli

Selain pengertian hipotesa di atas, terdapat beberapa pengertian hipotesa yang didapatkan menurut para ahli. Berikut adalah beberapa pengertian tersebut.

  1. Menurut Zikmund, hipotesa merupakan suatu dugaan yang bersifat sementara, yang belum bisa menjelaskan fakta atau kemungkinan jawaban, dari penelitian yang dilakukan
  2. Menurut Prof. Dr. S. Nasution, hipotesa adalah suatu perkiraan tentang suatu hal yang dilakukan pengamatan terhadapnya, sebagai upaya untuk memahami suatu hal tersebut.
  3. Menurut Mundilarso, hipotesa merupakan suatu pernyataan dengan tingkat kebenaran yang masih lemah, dan diperlukan pengujian lagi menggunakan teknik tertentu.
  4. Menurut Erwan Ag dan Diah Ratih Sulistyastuti, hipotesa adalah suatu dugaan yang bersifat semantara terhadap suatu masalah pada penelitian, dan perlu pengujian secara empiris untuk menguji kebenarannya.
  5. Menurut Kerlinger, hipotesa merupakan suatu dugaan atau pernyataan mengenai hubungan antara dua variabel atau lebih.

Pengertian hipotesa yang bersumber dari para ahli tentu dapat menjadi acuan bagi seseorang untuk menganalisa sebuah hipotesa.

Seperti yang diketahui, hipotesa banyak digunakan untuk istilah dalam sebuah penelitian.

Hipotesa dapat dilakukan pengujian, di mana setelah mendapatkan hasil pengujian tertentu, sebuah hipotesa dapat berubah menjadi sebuah teori.

Fungsi Hipotesis

Setelah mengetahui apa saja pengertian hipotesa yang di gagas oleh para ahli, tentu anda akan semakin paham.

Selanjutnya, perlu anda ketahui tentang fungsi hipotesa. Beberapa fungsi hipotesa di bawah ini adalah berasal dari seorang ahli yang bernama Ary Donald.

Berikut penjelasannya:

  1. Hipotesa berfungsi untuk mempermudah adanya perluasan pada suatu bidang di dalam ilmu pengetahuan.
  2. Hipotesa bisa menjadi sebuah konsep pada suatu penelitian yang bisa dilakukan pengujian secara langsung.
  3. Pada suatu penelitian, hipotesa juga bisa memberikan suatu arah.
  4. Hipotesa juga bisa menjadi sebuah kesimpulan pada suatu penelitian.

Hipotesa memang lebih familiar digunakan pada penelitian. Tetapi, seiring berjalannya waktu, fungsi lain dari hipotesa tentu saja adalah sebagai salah satu ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari.

Pelajaran mengenai hipotesa pun sudah masuk di kurikulum pendidikan di Indonesia. Para pelajar Sekolah Menengah telah memiliki kesempatan untuk mempelajari ilmu tersebut di sekolah.

Macam-Macam Hipotesis

Penggunaan hioptesa dapat anda temui dalam sebuah penelitian. Untuk mengenali suatu hipotesa, terdapat beberapa macam hipotesa yang perlu anda ketahui.

1. Hipotesa Deskriptif

Hipotesa deskriptif dapat dikatakan sebagai dugaan sementara atau jawaban sementara terhadap suatu masalah deskriptif yang memiliki hubungan terhadap variable tunggal atau mandiri.

2. Hipotesa Komparatif

Pengertian hipotesa komparatif adalah suatu dugaan sementara atau jawaban sementara untuk suatu rumusan masalah yang bersifat menanyakan komparasi antara dua variabel penelitian.

Seperti namanya, komparasi dapat diartikan sebagai perbandingan.

3. Hipotesa Asosiatif

Hipotesa asosiatif merupakan dugaan bersifat semantara atau jawaban sementara terhadap suatu rumusan masalah yang bersifat menanyakan asosiasi antara dua variabel penelitian.

Seperti namanya, asosiasi dapat diartikan sebagai hubungan.

Ciri-Ciri Hipotesis yang Baik

Dalam sebuah penelitian, tentu anda akan dipertemukan dengan istilah hipotesa tersebut. Ternyata, tidak semua hipotesa yang dibuat dapat dikatakan sebagai hipotesa yang baik.

Untuk mengetahui mana hipotesa yang baik, ketahui beberapa ciri-cirinya berikut ini.

  1. Harus bisa di uji. Jelas, bahwa hipotesa yang baik harus bisa dilakukan pengujian.
  2. Harus sesuai dengan fakta. Melakukan hipotesa tentu akan diragukan apabila bertolak belakang dengan fakta. Adapun sebelum membuat hipotesa, para peneliti harus melakukan observasi terlebih dahulu.
  3. Ciri-ciri hipotesa yang baik yang ketiga adalah harus bisa menerangkan fakta.
  4. Ciri-ciri yang keempat adalah harus sederhana.
  5. Harus terdapat pernyataan suatu hubungan.
  6. Harus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Hipotesa yang baik juga harus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan ketika hipotesa itu dibuat.

Hipotesa tidak bisa dibuat dengan sembarangan. Bahkan hipotesa lebih terkenal digunakan di dunia penelitian yang identik dengan para ahli di bidang penelitian.

Sebenarnya, anda pun juga bisa melakukan hipotesa terhadap penelitian sederhana yang anda lakukan.

Setiap hipotesa yang anda buat tentu harus di dasarkan pada ilmu pengetahuan saat ini. Pastikan hipotesa yang anda buat bisa dilakukan pengujian.

Cara Perumusan Hipotesis

Untuk membuat hipotesa, seseorang harus berdasar pada dua hal berikut ini.

1. Teori ilmiah

Pertama-tama penjabaran teori dilakukan untuk memunculkan pendapat atau porsulat. Setelah itu, pendapat tersebut bisa menjadi anggapan sehingga bisa menjadi dasar lahirnya hipotesa.

Setelah lahir hipotesa, langkah selanjutnya bisa melakukan pengujian dengan data yang ada sebelum bisa ditarik kesimpulan.

2. Fakta ilmiah

Dasar perumusan hipotesa yang kedua adalah fakta ilmiah. Definisi fakta disini adalah sebuah kebenaran yang memiliki kesesuaian dengan kenyataan yang ada serta dapat di terima oleh nalar manusia.

Hipotesis memang menjadi salah satu bahasa yang familiar digunakan pada penelitian. Dalam bahasa sehari-hari bahasa yang paling dekat dengan hipotesa adalah prediksi, kira-kira, dan dugaan.

Untuk menggunakan istilah yang benar, maka pengertian hingga cara perumusan hipotesa di atas bisa menjadi salah satu acuan.