Hijaz.id, Wawasan — Tumbuhan di muka bumi memiliki banyak sekali bentuk yang ditandai dengan ciri dan fungsi yang berbeda. Agar manusia dapat mengenali tiap jenis tumbuhan beserta manfaatnya, dibuatlah dua klasifikasi, yakni Angiospermae dan Gymnospermae.
Secara umum perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae dapat dilihat dari bentuk, proses, dan cirinya. Kedua klasifikasi jenis tanaman tersebut memiliki keunikan yang membuatnya tampak berbeda secara fisik sekaligus fungsinya.
Umumnya perbedaan klasifikasi tersebut diperlukan untuk mengetahui bahwa jenis-jenis tumbuhan mengalami proses adaptasi dan perkembangbiakan yang berbeda.
Daftar Isi
Pengertian Tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae

Gymnospermae merupakan tanaman dengan biji terbuka sedangkan Angiospermae adalah tanaman berbiji tertutup.
Keduanya memiliki klasifikasi yang tampak pada perbedaan proses pembuahan, bentuk biji, hingga tahap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Klasifikasi Angiospermae masih terbagi lagi menjadi dua bagian, yakni tanaman dikotil dan monokotil.
Gymnopermae mengalami proses penyerbukan langsung, yakni jatuhnya serbuk sari secara langsung pada bakal biji.
Pembuahan tersebut tidak terjadi pada putik, tetapi langsung jatuh pada biji tanpa buah. Hal itu membuatnya tergolong sebagai tanaman berbiji atau spermatophyta.
Umumnya tanaman jenis ini berupa pohon perdu yang berkayu, tetapi ada beberapa jenis lainnya berbentuk seperti liana.
Gymnospermae memiliki struktur reproduksi yang beragam sesuai dengan ciri tiap tanaman.
Berbeda dengan Angiospermae yang secara umum memiliki struktur reproduksi ganda hampir di seluruh jenis tanamannya.
Angiospermae hingga saat ini memiliki ragam jenis tanaman yang sangat banyak, kurang lebih sekitar 7500 dengan 300 suku.
Mulai dari golongan rerumputan, tanaman berbunga, dan tanaman berbuah. Terdiri dari 2 kelas dengan ciri yang berbeda, yakni dikotil (tanaman berkeping dua) dan monokotil (tanaman berkeping tunggal).
Ciri-Ciri Tumbuhan Angiospermae dan Gymnospermae
Ciri-ciri tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae dapat dilihat berdasarkan pembagian klasifikasi masing-masing tanaman di tiap divisi. Karena angiospermae masih memiliki 2 cabang kelas atau divisi dengan kriteria berbeda.
Ciri-Ciri Tanaman Berkeping Dua pada Angiospermae
- Memiliki batang yang secara umum berkambium.
- Batang memiliki cabang yang banyak.
- Tulang daun berbentuk menyirip.
- Mayoritas akar tumbuhan berbentuk tunggang.
- Terdiri dari 5 atau 5 bagian bunga, bisa juga dari kelipatannya.
- Terdapat 2 kotiledon embrio.
Ciri-Ciri Tanaman Berkeping Satu pada Angiospermae
- Tanaman memiliki akar serabut secara umum
- Terdapat 1 kotiledon embrio.
- Batang secara umum tidak memiliki kambium.
- Tulang daun berbentuk paralel dan daun melengkung.
- Memiliki 3 bagian bunga, bisa juga kelipatannya.
- Cabang pada batang hampir tidak ada, atau sedikit.
Ciri-Ciri Tanaman Berbiji atau Gymnospermae
- Memiliki batang yang secara umum berkambium.
- Secara umum akarnya berbentuk tunggang.
- Memiliki batang bercabang banyak.
- Bentuk daun kaku, menjari dan tebal.
- Tulang daun umumnya menjari dan tidak memiliki variasi.
- Mengalami proses pembuahan tunggal.
- Bakal biji tidak tertutup
- Batang, akar, dan daunnya sejati sedangkan tidak memiliki bunga dan mahkota bunga sejati.
- Tergolong sebagai heterospora yang menghasilkan 2 jenis spora.
Perbedaan Tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae
Dari ciri-ciri tiap divisi tanaman di atas, perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae sedikit terlihat. Antara lain dikategorikan sesuai poin-poin di bawah ini.
Proses Pembuahan
Perbedaan pertama yang perlu diamati berada pada proses pembuahan bakal biji. Pada Gymnospermae terjadi pembuahan tunggal antara sperma dan ovum yang berlangsung satu kali.
Jumlah sel sperma dan sel telur masing-masing satu yang nantinya dapat menghasilkan zigot atau bakal biji.
Angiospermae mengalami proses pembuahan ganda yang terjadi selama 2 kali antara spermatozoa dengan ovum.
2 sperma akan membuahi ovum yang nantinya menjadi zigot, serta membuahi sel kandung lembaga sekunder untuk menghasilkan 3n atau endospermae.
Proses pembuahan ganda tersebut terjadi karena terdapat peleburan 2 inti sperma.
Bentuk dan Struktur Alat Reproduksi
Gymnospermae memiliki alat reproduksi yang dinamakan strobilus. Terdiri dari sekumpulan sporofil kemudian membentuk sebuah struktur kerucut di ujung cabang yang bertunas.
Tanaman ini juga tidak memiliki ovarium, pada selnya hanya terdiri dari megaspora.
Alat reproduksi pada tanaman Angiospermae lengkap, terdiri dari putik dan benang sari. Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina, sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada benang sari.
Kedua alat reproduksi tersebut akan melakukan proses pembuahan di dalam ovarium pada sel bunga.
Bentuk Akar
Perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae selanjutnya bisa dilihat melalui bentuk akar masing-masing jenis tanaman.
Gymnospermae secara umum memiliki akar tunggang, sedangkan akar pada Angiospermae lebih bervariasi. Pada tanaman dikotil umumnya memiliki akar tunggang, sedangkan monokotil memiliki akar serabut.
Bentuk Batang
Tanaman Gymnospermae memiliki kambium yang terdiri dari struktur xylem dan floem yang banyak ditemukan pada batang berkayu.
Angiospermae memiliki bentuk batang yang bervariasi. Pada tanaman monokotil tidak berkambium sedangkan pada dikotil berkambium.
Bentuk Biji
Dilihat dari definisinya, kedua kategori tanaman ini memiliki perbedaan mendasar pada bentuk biji.
Gymnospermae memiliki biji terbuka dan tidak terlindungi oleh bakal buah karena tidak memilikinya. Biji tersebut dapat terlihat jelas di sekitar daun pada tanaman ini.
Angiospermae terdiri dari biji yang tertutup karena memiliki bunga sekaligus bakal buah.
Biji tersebut dilindungi dan ditutupi oleh bakal buah yang akan tumbuh dan berkembang pada pohonnya. Biji akan terlihat ketika buah atau bakal buah dibelah.
Bentuk Daun
Daun pada tanaman Gymnospermae memilki bentuk yang kaku, kecil, dan menjalar. Daun tersebut memiliki bentuk tulang tunggal atau sama pada semua jenis tumbuhan.
Sifat daunnya majemuk, contoh yang bisa dilihat seperti pohon pinus, pakis haji, palem, pohon cemara, dan sebagainya.
Sedangkan pada Angiospermae, bentuk daunnya memiliki susunan tulang yang bervariasi umumnya lebar dan pipih.
Bentuk daun pada tanaman monokotil yakni melengkung dan sejajar. Tanaman dikotil memiliki bentuk daun menjari atau menyirip.
Informasi tentang Perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae di atas sebenarnya bisa ditemui di berbagai sumber.
Untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan secara lengkap sebaiknya amati penjelasan yang telah tertulis di sini.
Agar Anda bisa melihat dan mengklasifikasikan perbedaan kedua jenis tanaman yang ada di muka bumi.
Sumber Referensi