Hijaz.id, Wawasan — Makhluk hidup pasti mengalami pembuahan untuk mempertahankan keturunanya. Termasuk juga pada manusia. Proses pembuahan yang berhasil dapat membuat kesempatan yang lebih besar untuk mempunyai bayi atau keturunan. Dalam proses tersebut dikenal dengan fertilisasi yang terjadi di dalam tubuh perempuan sebelum melahirkan seorang bayi yang mungil.
Daftar Isi
Pengertian Fertilisasi

Fertilisasi merupakan proses penyatuan kedua sel yaitu sel telur dan sel sperma. Sel telur berasal dari seorang perempuan dan sel sperma berasal dari seorang laki-laki.
Proses tersebut sering di sebut juga dengan proses pembuahan. Pembuahan menghasilkan sebuah sel tunggal yang disebut juga dengan zigot.
Fungsi Fertilisasi
Pembuahan yang terjadi mempunyai fungsi pada semua makhluk hidup yang melakukanya termasuk manusia.
Pembuahan mempunyai beberapa fungsi dan fungsi utama pembuahan adalah untuk menghasilkan keturunan. Fungsi lainnya dari proses pembuahan ini adalah:
a. Mengaktifkan Sel Telur
Proses pembuahan berfungsi untuk mengaktifkan sel telur untuk memulai proses perkembangan, sehingga sel telur siap untuk dibuahi oleh sel sperma.
b. Menurunkan Materi Genertik
c. Membuat Jumlah Kromosom dari Haploid Menjadi Diploid
Fungsi fertilisasi juga dapat membuat jumlah kromosom dari haploid menjadi dploid lagi.
d. Menentukan Jenis Kelamin Anak
Dari proses pembuahan tersebut dapat menentukan jenis kelamin anak, baik itu jantan maupun betina.
Proses Fertilisasi
Dalam proses pembuahan yang paling utama adalah harus ada sel telur, sel sperma, tuba fallopi, dan rahim.
Untuk sel telur dan sel sperma harus dalam keadaan sehat dan tidak mempunyai kekurangan untuk membuahi dan dibuahi.
Kedua sel gamet tersebut merupakan dua sel tersebut dari spesis yang sama. Pembuahan hanya bisa terjadi jika sel telur dan sel sperma dari spesies yang sama bertemu.
Sel telur manusia akan dibuahi jika bertemu dengan sel sperma manusia juga. Sel telur tersebut berasal dari seorang perempuan, dan sel sperma berasal dari seorang laki-laki.
Begitu juga dengan pembuahan makhluk hidup lainya seperti binatang dan sebagainya yang mengalami pembuahan untuk mendapatkan keturunan.
Pembuahan terjadi melalui beberapa tahap yang diperlukan dalam proses pembuahan tersebut. Tahap yang diperlukan adalah sebagai berikut.
a. Proses Pematangan Sel Gamet
Tahap pertama adalah proses pematangan kedua sel yaitu sel telur dan sel sperma. Pada proses pematangan sel telur, sel telur yang bisa dibuahi merupakan sel telur yang sudah matang dan proses pematangan berada di dalam ovarium.
Dalam ovarium tersebut ada kantong sel telur yang masih muda atau disebut dengan folikel.
Folikel akan mengalami proses pematangan oleh hormon FSH yang akan merangsang folikel agar tumbuh menjadi lebih besar dengan ukuran 20 mm.
Folikel yang sudah matang akan bertahan dan yang lainya akan hancur. Folikel besar dan matang tersebut akan merangsang hormon estrogen untuk membentuk lapisan rahim sebagai tempat janin.
Lapisan rahim yang tumbuh akan ditangkap otak melalui hormon LH. Hormon LH tersebut yang menjadi indikator untuk mendeteksi kehamilan pada seorang wanita setelah melakukan proses pembuahan.
Untuk proses pematangan sel sperma terjadi di dalam epididimis. Selama proses pematangan sel sperma, sel sperma akan mendapatkan modal yang digunakan untuk membuahi sel telur.
Tapi hanya ada satu sperma yang paling unggul yang berhasil membuahi sel telur saat proses pembuahan berlangsung.
b. Ovulasi
c. Ejakulasi
Proses fertilisasi terjadi secara alami dengan cara hubungan intim sehingga menghasilkan jutaan sel sperma yang masuk ke dalam vagina.
Setiap ejakulasi tersebut bisa terdapat 120 juta sel sperma per 1 ml cairan mani. Tahap ejakulasi ini berbeda jika proses pembuahan dilakukan dengan cara bayi tabung.
Jutaan sel sperma masuk dalam vagina dan berenang hingga mencapai tuba fallopi.
d. Kapasitasi spermatozoa
Kapasitasi merupakan proses penyesuaian sperma dalam rahim dengan cara melepas selubung glikoprotein.
Selama proses penyelaman sperma yang terjadi dalam vagina perempuan, sperma akan mengalami kapasitasi. Sehingga sperma akan tetap bertahan dalam rahim hingga bertemu dengan sel telur.
e. Perletakan Spermatozoa
Setelah proses kapisitasi, sel sperma harus melekat dengan zona pelucida. Zona tersebut merupakan palisan terluar sel telur.
Fungsi dari perlekatan tersebut adalah untuk memastikan jumlah kromosom sperma sama dengan jumlah kromosom sel telur yang masuk.
Jika sel sperma yang bertemu dengan sel telur berbeda spesis, maka sel sperma tidak dapat melekat apalagi membuahi.
f. Reaksi Akrosom
Sebelum sel sperma menembus zona pelucida, sel sperma harus mengalami raksi akrosom.
Reaksi akrosom merupakan reaksi sel sperma yang mengalami proses pelepasan enzim hidrolitik untuk dapat mencerna zona pelucida sehingga dapat ditembus oleh sel sperma.
g. Penetrasi Zona Pelucida
Zona pelucida yang sudah diinduksi oleh reaksi akrosom yang berasal dari sel sperma akan dapat menembus zona tersebut.
Dan sel sperma dapat melewati zona pelucida untuk mengalami proses fertilisasi selanjutnya.
h. Peleburan Membran Sel Gamet
Sel sperma yang berhasil menembus zona pelucida, masuk dalam sitoplasma sel telur dengan cara melepaskan ekornya.
Kepala sel sperma saja yang masuk karena di dalam sitoplasma tersebut mengandung kromosom X dan Y atau menentu jenis kelamin.
i. Perlindungan dari Sperma Lain
Kepala sel sperma yang masuk dalam sitoplasma akan mengaktivasi sel telur dan melanjutkan pembelahan meiosis yang berguna untuk proses pembuahan.
Aktivasi sel telur akan mencegah polisperma atau masuknya sel sperma yang lain.
j. Difusi Sperma dan Ovum
Jika sel telur sudah teraktivasi, maka dinding terdalam sel telur akan membentengi dari sel sperma yang lain.
Dan akan terbentuk pronukleus jantan dalam kepala sel sperma dan pronukleus betina dari sel telur.
Hasil dari pembuahan berupa zigot yang akan mengalami pembelahan mitosis hingga menjadi embrio atau cikal bakal janin.
Pada seorang perempuan, proses pembuahan terjadi di dalam tuba fallopi atau yang disebut dengan oviduct.
Pembuahan terjadi secara internal atau di dalam tubuh induk betina. Pembuahan pada manusia dapat menghasilkan jumlah individu yang lebih sedikit dan aman.
Pembuahan dapat memberikan dan mempertahankan keturunan.