Hijaz.id, Umum — Apakah kalian pernah mendengar istilah Etnosentrisme? Jika Anda pernah mendengar, apakah kalian sudah mengetahui maksudnya? Nah, dalam artikel kali ini akan dibahas secara lengkap mulai dari pengertian, penyebab, dampak dan contohnya. Untuk lebih jelas, maka simak pembahasan di bawah ini.
Daftar Isi
Pengertian Etnosentrisme

Yaitu suatu persepsi yang dimiliki oleh setiap individu dan beranggapan bahwa kultur yang mereka miliki lebih baik dari budaya lainnya, atau bisa disebut juga dengan fanatisme terhadap suku bangsa lain.
Pengertian lainnya yaitu suatu penilaian terhadap kultur lain atas dasar nilai dan standar dari budayanya.
Biasanya menilai kelompok lain mutlak pada kelompok dan kebudayaannya, terutama jika berhubungan dengan perilaku, bahasa, agama dan kebiasaan.
Sifat seperti ini mungkin terkadang bisa tampak ataupun tidak, meskipun sudah dianggap sebagai gaya yang alamiah dari psikologi manusia.
Hal itu sering terjadi dalam masyarakat, meskipun dianggap sebagai hal yang wajar namun sebenarnya memiliki konotasi negative di dalam kehidupan masyarakat.
Meskipun begitu, ada beberapa sisi positifnya dari sifat etnosentrisme, diantaranya adalah untuk menjaga kestabilan dan keutuhan suatu budaya, meningkatkan semangat patriotisme dan juga menjaga kesetiaan terhadap suatu bangsa.
Selain itu, sikap tersebut juga dapat memperteguh rasa cintanya terhadap suatu kebudayaan atau bangsanya.
Sedangkan pengertian menurut para ahli, sebagai berikut:
Harris
Menurut pendapat Harris, etnosentrisme merupakan suatu kecenderungan seseorang dalam menilai bahwa kelompoknya lebih baik dibandingkan dengan kelompok yang lain.
Sehingga hal tersebut dapat mendorong sikap yang tidak rasional seperti melakukan tawuran, peperangan, kekerasan dan lain sebagainya.
Sumner
Menurut pendapat Sumner yaitu suatu kecenderungan manusia yang mencontoh naluri biologinya dalam mementingkan diri sendiri, biasanya orang tersebut menganggap dirinya lebih unggul dari orang lain sehingga menjadi seorang yang individualistik.
Dengan terjadinya hal itu, maka akan membuat hubungan yang bersifat antagonistik (pertentangan) dengan kultur lain yang diakibatkan karena sikap yang berlebihan dan tidak adanya pengontrolan.
Hogg
Menurut Hogg yaitu suatu kegiatan yang mengikutsertakan atribusi internal dan eksternal di dalam kehidupan bermasyarakat.
Taylor, Peplau dan Sears
Menurut pendapat mereka yaitu suatu hal yang membentuk pada suatu kepercayaan kelompok masyarakat, bahwa kebudayaan yang mereka miliki selalu superior dibandingkan dengan kebudayaan yang lainnya.
Coleman dan Cressey
Menurut pendapat Coleman dan Cressey yaitu seseorang yang berasal dari suatu kelompok etnis yang mengarah melihat budaya sendiri merupakan yang terbaik dibandingkan dengan kebudayaan yang lainnya.
Levine dan Cambell
Menurut pendapat Levine dan Cambell merupakan suatu pandangan di suatu kelompok tertentu dimana berasal dari satu budaya untuk menilai budaya lainnya yang mempunyai nilai budaya berbeda dengan kulturnya.
Zastrow
Menurut Zastrow yaitu suatu pandangan atau tingkah laku yang dilakukan oleh kelompok etnis yang dilakukan secara tertutup tanpa memikirkan keadaan kelompok sosial yang lainnya.
Penyebab Munculnya Etnosentrisme
Ada beberapa faktor penyebab munculnya sikap etnosentrisme di dalam masyarakat, diantaranya yaitu faktor budaya politik dan pluralisme dari bangsa Indonesia itu sendiri. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan dibawah ini.
Faktor Budaya Politik
Faktor budaya politik merupakan salah satu faktor dasar penyebab timbulnya etnosentrisme, tentang hal budaya politik dari masyarakat lebih cenderung tradisional dan tidak rasional.
Budaya yang ada dimasyarakat tersebut termasuk budaya politik yang subjektif, sehingga dalam ikatan emosional dan ikatan primodial cenderung mempengaruhi masyarakat di Indonesia.
Masyarakat yang terlibat di dalam politik, biasanya akan lebih mementingkan kepentingan mereka sendiri mulai dari etnis, agama, suku dan lain sebagainya.
Faktor Pluralitas Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari beragam suku, ras, agama dan golongan. Dengan adanya pluralitas, maka banyak terjadi berbagai macam persoalan. Setiap suku, ras, agama dan golongan berusaha untuk memperoleh kekuasaan dan menguasai kelompok lain.
Dampak Munculnya Etnosentrisme
Dengan munculnya etnosentrime, maka menimbulkan dampak, baik dampak positif maupun negatif.
Dampak Positif
- Untuk meningkatkan semangat patriotisme.
- Untuk memelihara stabilitas dan keutuhan budaya bangsa.
- Untuk meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air.
Dampak Negatif
- Dapat menimbulkan suatu konflik antar suku.
- Ada aliran politik.
- Dapat memperlambat sistem asimilasi suatu budaya yang berbeda.
Contoh Etnosentrisme
Adapun contoh-contoh dari Etnosentrisme yaitu sebagai berikut:
Dalam Bidang Politik
Contoh dalam bidang politik, sederhananya sering terjadi dalam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Indonesia. Anggota DPR yaitu kumpulan orang-orang terpilih untuk mewakili suara rakyat.
Namun pada kenyataanya ada sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab dan lebih memilih kepentingan parpolnya dibandingkan kepentingan rakyat, hal tersebut dilakukan secara eksplisi maupun implisit.
Dalam Kehidupan Manusia Sehari-Hari
Di dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pergaulan sikap etnosentrisme masih sering terjadi dalam lingkungan masyarakat, baik terjadi secara sadar ataupun tidak.
Misalnya sikap saling mengejek, menjauhi temannya, melakukan bullying, membedakan temannya yang berbeda suku.
Seperti halnya masyarakat yang dari Papua hanya karena mereka memiliki kulit yang hitam serta rambut ikal dan keriting sehingga dijauhi dari kelompok lain.
Etnosentrisme di Indonesia
Salah satu contoh di Indonesia yaitu salah satu perilaku perilaku carok yang ada di masyarakat Madura.
Carok merupakan suatu tindakan atau upaya pembunuhan, hal itu dilakukan oleh seorang laki-laki jika harga dirinya merasa terusik.
Jika dilihat secara sepintas, carok dianggap menjadi suatu perilaku yang sangat brutal dan sangat tidak manusiawi.
Hal itu jika dilihat dan dinilai dengan pandangan kebudayaan dalam kelompok masyarakat lain yang berfikir secara jernih, bahwa menyelesaikan masalah dengan menggunakan cara kekerasan sangat tidak masuk akal dan tidak masuk logika.
Contoh lain yang terjadi di Indonesia, misalnya penggunaan koteka yang dilakukan oleh masyarakat Papua pedalaman.
Apabila dilihat oleh masyarakat yang bukan dari suku Papua, maka memakai koteka menjadi suatu hal yang memalukan.
Namun sebaliknya, bagi masyarakat Papua pedalaman, memakai koteka merupakan suatu hal yang wajar bahkan menjadi suatu kebanggaan sendiri.
Bagi masyarakat Papua, dengan memakai koteka, maka mereka bisa menunjukkan jati dirinya dan lebih percaya diri.
Dari pembahasan mengenai pengertian etnosentrisme menurut para ahli, lengkap dengan penyebab, dampak dan contohnya.
Semoga penjelasan di atas bermanfaat dan dapat dijadikan referensi bagi Anda untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan etnosentrisme secara benar.