EKONOMI

Dorong Startup Lokal Masuk Era AI, Kumpul Siapkan Solusi Investasi

Dorong Startup Lokal Masuk Era AI, Kumpul Siapkan Solusi Investasi
Daftar Isi
  1. Adopsi AI Harus Ciptakan Nilai Nyata bagi Bisnis
  2. Akses Modal dan Pencocokan Bisnis Startup Kreatif
  3. Inovasi Teknologi Harus Berdampak bagi Kemajuan Nasional

Pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence di ranah startup dinilai tidak boleh lagi berhenti sebatas eksperimen atau tren semata. Melalui gelaran Kumpul Connect for Change Summit atau Kumpul C4C Summit 2026, Kumpul bersama BNI Ventures dan AI Ignition mendorong startup lokal untuk mengadopsi teknologi tersebut secara terukur demi menghasilkan solusi bernilai tambah yang siap dilirik investor atau investment-ready.

Adopsi AI Harus Ciptakan Nilai Nyata bagi Bisnis

Pemanfaatan kecerdasan buatan diperdalam secara khusus melalui wadah Executive Lab Forum. Didukung oleh mitra strategis BNI Ventures dan AI Ignition, forum ini membahas strategi adopsi teknologi agar tidak sekadar menjadi fitur tempelan atau gimmick, melainkan mampu menyelesaikan masalah operasional konkret serta memikat selera pasar investasi.

Founder dan Chairperson Kumpul dan Kumpul Impact, Faye Wongso, menegaskan bahwa akselerasi startup berbasis teknologi tidak akan optimal jika berjalan secara terisolasi tanpa dukungan ekosistem pendukung seperti dilaporkan detikINET. Menurutnya, pertumbuhan bisnis membutuhkan akses terhadap rantai pasok, pasar, pembiayaan, teknologi, dan jaringan.

“Pertumbuhan bisnis membutuhkan akses terhadap rantai pasok, pasar, pembiayaan, teknologi, dan jaringan. Melalui Kumpul Connect for Change Summit 2026, kami ingin membuka lebih banyak ruang agar berbagai pihak dapat saling terhubung dan mendorong kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Faye Wongso.

Akses Modal dan Pencocokan Bisnis Startup Kreatif

Guna mengonversi potensi inovasi menjadi kerja sama nyata, Kumpul C4C Summit 2026 turut menghadirkan program BEKUP Business Matching. Sesi ini dirancang untuk mempertemukan startup ekonomi kreatif dan teknologi langsung dengan calon mitra bisnis serta investor global.

Selain akselerasi kecerdasan buatan, forum ini juga merancang skema modal katalitis bagi small and growing businesses di Indonesia bekerja sama dengan Tribhuwana Advisory. Langkah tersebut dilakukan guna menembus hambatan akses pembiayaan formal di kawasan ASEAN.

Inovasi Teknologi Harus Berdampak bagi Kemajuan Nasional

Menteri Luar Negeri RI periode 2014 sampai 2024, Retno Marsudi, yang turut menjadi pembicara dalam sesi bertajuk “Can the World Still Trust Us?”, menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Ia mengimbau agar akselerasi inovasi digital di dalam negeri terus diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Indonesia merupakan bagian dari sistem global. Karena itu, kita harus terus memperkuat kapasitas kita sendiri, bergerak lebih cepat, dan memastikan inovasi yang berkembang benar-benar mendukung kemajuan Indonesia,” imbau Retno Marsudi.

Dengan hadirnya lebih dari 1.000 peserta dan delegasi dari 16 negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Filipina, peta jalan adopsi kecerdasan buatan yang digagas Kumpul diharapkan mampu mendorong lebih banyak startup lokal menembus rantai nilai global.

Mungkin Anda Suka