Daftar Isi
Jakarta Selatan tercatat sebagai salah satu wilayah dengan volume lari tertinggi selama persiapan Jakarta Running Festival (JRF) 2025. Data dari Strava memperlihatkan aktivitas lari jarak jauh di atas 25 kilometer terkonsentrasi di sejumlah kawasan perkotaan menjelang ajang tersebut.
Wilayah dengan Volume Lari Tertinggi
Country Lead Strava Brazil and Southeast Asia, Rosana Fortes, menyatakan bahwa Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Bandung, dan Tangerang merupakan daerah yang memiliki volume lari tinggi pada fase persiapan JRF tahun sebelumnya. Keterangan tersebut disampaikan Rosana kepada awak media di Jakarta pada Jumat (23/10/2026), merujuk pada aktivitas lari jarak lebih dari 25 kilometer.
Menurut Rosana, seperti dilansir inet.detik.com, Jakarta menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga yang menonjol di Indonesia. Meskipun demikian, pergerakan komunitas olahraga juga tampak di berbagai wilayah lain mengingat Indonesia merupakan pasar yang luas dengan karakteristik aktivitas fisik yang beragam.
Rosana juga menambahkan bahwa ketersediaan ruang yang memadai, seperti taman kota dan jalur khusus, sangat mendukung masyarakat untuk aktif berolahraga. Sebaliknya, keterbatasan fasilitas tempat olahraga yang sesuai dapat menjadi tantangan tersendiri bagi pelari dalam menghadapi lingkungan yang tidak selalu nyaman.
Pola dan Durasi Latihan Pelari
Selain kebersamaan, konsistensi menjadi faktor penting dalam persiapan pelari menuju hari perlombaan. Berdasarkan data Strava, pelari rata-rata berlatih minimal tiga hari dalam seminggu selama masa persiapan.
Terdapat perbedaan durasi latihan antara hari biasa dan akhir pekan. Pada hari kerja, pelari rata-rata meluangkan waktu selama 52 menit, sedangkan durasi tersebut bertambah menjadi satu jam 17 menit saat akhir pekan tiba.
Pola tersebut menunjukkan cara pelari membagi waktu di tengah kesibukan harian. Akhir pekan dimanfaatkan untuk sesi latihan yang lebih panjang, sementara latihan di hari kerja berfungsi mempertahankan konsistensi.
Kisah Perjalanan Pelari Menuju JRF 2026
Stanley Joewono, seorang kreator Strava yang hidup dengan beta talasemia mayor, membagikan pengalamannya dalam mempersiapkan diri menghadapi half marathon pertamanya di JRF 2026. Ia mulanya mulai berlari guna meningkatkan kebugaran jasmani setelah sebelumnya berfokus pada latihan kekuatan.
“Awalnya, lari menjadi tantangan pribadi bagi saya untuk meningkatkan kebugaran, bukan fokus utama karena rutinitas saya lebih berfokus pada strength training dan conditioning. Momen yang membuat saya jatuh cinta pada lari adalah ketika saya menyadari bahwa lari menjadi bentuk meditasi terbaik bagi saya, sekaligus cara untuk lebih memahami tubuh, batas kemampuan, bahkan diri saya sendiri,” kata Stanley kepada inet.detik.com.
Menjelang perlombaan yang dijadwalkan pada 24 Oktober tersebut, Stanley menggunakan fitur Training Log dan Relative Effort di Strava untuk memantau kemajuan latihan dan mengenali respons tubuhnya. Ia merasa perjalanan lari yang bersifat pribadi akan terasa lebih bermakna ketika dibagikan bersama rekan pada hari perlombaan.
“Lari memang perjalanan pribadi, tetapi berbagi momen penting ini dengan seseorang yang saya kenal pada race day membuat pengalaman ini terasa jauh lebih bermakna,” pungkas Stanley.
Sumber: Inet - Detikcom







